Berbagi Beragam Info Umum Dan Kesehatan

Showing posts with label Pencegahan Dan Pengobatan. Show all posts
Showing posts with label Pencegahan Dan Pengobatan. Show all posts
Sunday, June 23, 2013

Manfaat Dari Habbatussauda

Manfaat Habbatussauda bagi kesehatan memang begitu banyak bila kita mengetahui serta mengenal akan sejarah jintan hitam itu nama yang kita kenal di Indonesia ini. Mengenai khasiat dan manfaat habbatussauda ini juga telah dikenal sejak Jaman Rasulullah SAW dahulu yang banyak menggunakan bahan-bahan alami untuk melakukan perawatan dan pengobatan akan berbagai jenis penyakit. Pada kali ini kita akan sedikit membahas mengenai manfaat khasiat habbatussauda bagi kesehatan kita semuanya.

Habbatussauda / jintan hitam atau bahasa dikenal dengan nama Nigella Sativa ini adalah merupakan bagian dari macam-macam pengobatan herbal selain pengobatan secara medis yang kita kenal dewasa ini. Ciri tanda pengobatan obat herbal adalah yang kita kenal seperti halnya adalah obat yang alami, tanpa efek samping, menjadikan tubuh sebagai subjek untuk melawan penyakit, sehingga hal ini akan efektif bila digunakan sebagai pencegahan datangnya penyakit.

Manfaat Khasiat Habbatussauda Bagi Kesehatan

Hadist dan dalil yang berhubungan dengan pengobatan habbatussauda ini adalah sebagai berikut :
"Gunakanlah Habbatussauda karena di dalamnya terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali maut." (HR. Bukhari Muslim).
Dari `Aisyah radhiyallahu `anha, Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya Habbatus Sauda ini adalah obat dari segala penyakit, kecuali as-Saam. Aku berkata (Perawi hadits ini, yakni Khalid bin Sa'ad): Apa itu as-Saam? dijawab (yakni oleh Ibnu Abi Atiq): Kematian." (HR. Bukhari).
Habbatus sauda telah digunakan di banyak negara Timur Tengah untuk pengobatan alami selama lebih dari 2000 tahun. Pada jaman era serba modern ini juga berbagai akademisi dan universitas di banyak negara telah banyak melakukan penelitian mengenai habbatussauda beserta dengan fungsi serta manfaat khasiatnya juga.

Habbatus sauda ialah sejenis tumbuhan yang banyak didapati di kawasan Mediterranean dan di kawasan yang beriklim gurun. Dan jenis obat tradisional atau pun herbal ini telah lama sering digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan, dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit. Tanaman yang termasuk ke dalam golongan rempah-rempah ini dikenal juga dengan nama black seed, black caraway, natura seed, jintan hitam, black cumin, nigella sativa, dan kaluduru.

Berikut ini manfaat habbatussauda bagi kesehatan yaitu diantaranya :

1. Mengobati Penyakit Diabetes Mellitus (DM).
Maksudnya di sini adalah mampu untuk menurunkan kadar gula darah dari para penderita penyakit DM ini. Karena secara medis penyakit DM tidak bisa disembuhkan 100%, hanya mampu untuk pengobatan dalam rangka mengatur zat gula darah dalam darah dalam keadaan normal dan stabil.

Dalam sebuah buku Trio Herbal (Redaksi Trubus, tahun 2010), baha mekanisme pengobatan Habbatussauda dalam mengobati kencing manis (DM) adalah mirip kinerja thiazolidinedione (salah satu bahan aktif obat yang kerap dikonsumsi pasien diabetes). Senyawa ini mampu memperbaiki sensitivitas insulin dengan mengaktifkan gen-gen tertentu yang berperan dalam sintesa lemak dan metabolisme karbohidrat. Beberapa studi menunjukkan, thiazolidinedione juga baik bagi jantung, mampu membantu menurunkan tekanan darah, dan juga meningkatkan LDL (kolesterol baik).

2. Sebagai Anti Histamin (Anti Alergi).
Khasiat habbatussauda bagi tubuh diantaranya adalah berguna sebagai anti alergi. Histamin adalah merupakan salah satu zat yang dimiliki dalam tubuh kita yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang akan memberikan reaksi alergi seperti pada penderita penyakit asma bronkial.

Penelitian yang membuktikan akan khasiat jintan hitam ini dikemukakan oleh seorang ahli dalam bidang keilmuan kedokteran imunologi dari Universitas Munich yaitu Dr. Med Peter Schleincher. Med Peter telah melakukan pengujian terhadap 600 orang yang menderita alergi. Hasilnya cukup meyakinkan, 70% yang menderita alergi terhadap serbuk, jerawat dan juga penyakit asma sembuh setelah diberi minyak nigella (Habbatus sauda). Dalam prakteknya, Dr. Schleincher memberikan resep habbatus sauda kepada pasien penderita influenza.

3. Nutrisi Bagi Manusia.
Habbatus sauda kaya dengan kandungan nutrisi, bagi para lanjut usia dapat membantu untuk menjaga daya tahan tubuh dan juga revitalitas otak agar tidak cepat mengalami kepikunan atau pun demensia.

Habbatus sauda juga mengandung 15 macam asam amino termasuk di dalamnya 9 asam amino essensial. Asam amino essensial tidak dapat diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang cukup sehingga perlu adanya suplemen yang dapat mencukupinya seperti halnya pengobatan nabawi habbatussauda ini.

4. Membantu Meningkatkan Fungsi Otak.
Di dalam kandungan habbatussauda itu banyak terdapat vitamin dan mineral yang terdiri dari asam linoleat. Asam linoleat ini atau kita kenal dengan omega 3 dan omega 6 salah satu manfaat dan fungsinya yaitu untuk memberikan asupan nutrisi yang baik bagi sel otak dan juga dalam membangun membran otak serta jaringan syaraf pada otak untuk meningkatkan kecerdasan dan daya ingat.

Kandungan omega 3 dan 6 dapat membantu dalam memperbaiki kerja dari aliran darah menuju otak menjadi lancar. Sehingga membuat habbatussauda baik dikonsumsi oleh anak-anak dalam masa pertumbuhan dan untuk para orang tua dalam usia lanjut untuk menekan resiko penurunan kerja otak karena usia.

5. Memperkuat Sistem Imun Tubuh.
Pengobatan herbal ini dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap virus, kuman, dan bakteri. Hal ini merupakan hasil penelitian Dr. Ahmad Al-Qadhy pada 1986. Dengan sistem kekebalan tubuh (imunitas) yang kuat, maka hal ini akan bermanfaat bagi kita dengan kita tidak mudah terkena sakit atau penyakit.

Habbatus sauda juga mempunyai kemampuan untuk meningkatkan jumlah sel-sel T yang baik untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Prof. G. Reimuller, Direktur Institut Imunologi dari Universitas Munich mengakui bahwa ekstrak habbatus sauda berkhasiat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat digunakan sebagi bioregulator. Dengan demikian habbatus sauda dapat dijadikan obat alternatif bagi penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seperti halnya penyakit kanker maupun penyakit HIV AIDS.

Demikian beberapa hal yang berhubungan dengan manfaat habbatussauda serta juga khasiat habbatussauda bagi kesehatan serta juga pengobatan. Dan semoga bisa memberikan manfaat kepada kita semuanya.
Wednesday, May 01, 2013

Pengobatan Penyakit TBC

Dalam memberikan pengobatan TBC paru ini memang dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan serta kedisiplinan pasien dalam meminum obat. Karena lama pengobatan dan perawatan Tuberkulosis ini adalah selama 6 bulan. Yang dimaksud dengan pengertian penyakit TBC adalah merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mikrobakterium Tuberkulosa, bakteri ini menyerang siapa saja pria maupun wanita tanpa memandang usia. Dan biasanya penyakit TBC sering menyerang pada usia rata-rata 15-35 tahun, boleh dibilang usia masih produktif.

Obat TBC yang digunakan dalam memberikan terapi dan perawatan TBC paru yang dilakukan oleh tim dokter dan medis adalah sebagai berikut :
  • Obat primer tuberkulosis yang terdiri dari INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid.
  • Obat sekunder tuberkulosis yang terdiri dari Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin.

Pengobatan TBC

Dalam dunia kedokteran kita juga mengenal akan prinsip pengobatan tuberkulosis berdasarkan Pedoman Nasional Penanggulangan TB yang dikenal dengan istilah OAT (obat antituberkulosis) yang mengatakan bahwasannya OAT untuk para penderita TB paru ini harus diberikan dalam bentuk kombinasi beberapa jenis obat, dalam jumlah cukup dan dosis tepat sesuai dengan kategori pengobatan. Jangan gunakan OAT tunggal (monoterapi). Pemakaian OAT dengan Kombinasi Dosis Tetap (OAT-KDT) lebih menguntungkan dan sangat dianjurkan. Selain medis pengobatan herbal penyakit TBC juga banyak mengalami perkembangan pula.

Jenis pengobatan TBC pada orang dewasa terdiri dari 3 kategori. Kategori dalam pemberian obat untuk pengobatan perawatan TB Paru adalah :
  1. Kategori 1 : 2HRZE/4H3R3. Dalam kategori jenis pertama ini penderita selama 2 bulan minum obat INH, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol setiap hari (tahap intensif), dan 4 bulan selanjutnya minum obat INH dan rifampisin tiga kali dalam seminggu (tahap lanjutan). Pemberian obat TBC ini diberikan kepada pasien baru TBC paru dengan hasil BTA positif, penderita TBC ekstra paru (TBC di luar paru-paru) yang berat.
  2. Kategori 2 : HRZE/5H3R3E3. PengobatanDiberikan kepada penderita yang kambuh. Pasien yng mengalami gagal terapi dan juga kepada penderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat.
  3. Kategori 3 : 2HRZ/4H3R3. Pengobatan Tuberkulosis kategori ketiga ini diberikan kepada penderita BTA (+) dan rontgen paru mendukung aktif.
Sedangkan pada anak akan berbeda dalam dosis dan waktu pemberian obat ini. Pengobatan TBC pada anak ini memakan waktu berkisar antara 6 - 9 bulan. Berbeda denga jenis obat herbal TBC juga. Yaitu dengan jenis obat TBC paru dari medis yang terdiri dari :
  1. 2HR/7H2R2 : INH + Rifampisin setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH + Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 7 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH).
  2. 2HRZ/4H2R2 : INH + Rifampisin + Pirazinamid : setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH + Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 4 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH).
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengobatan TBC dan juga perawatan penyakit TBC yaitu :
  1. Minum obat dengan teratur dan benar sesuai dengan anjuran dokter selama 6 bulan berturut-turut tanpa terputus. Jenis, jumlah, dan dosis obat yang cukup serta teratur dalam menjalankan proses pengobatan. Bila minum obat tidak teratur maka dapat berakibat kuman TBC tidak mati, tumbuh resistensi obat, kuman menjadi kebal sehingga penyakit TBC akan semakin sulit untuk disembuhkan.
  2. Makan makanan yang baik dengan gizi yang seimbang disertai pola makan yang sehat dan juga pola hidup sehat.
  3. Berhenti merokok, hindari minum minuman beralkohol dan obat bius narkoba.
  4. Seluruh anggota keluarga berperan aktif dalam mengawasi penderita untuk meminum obat TBC yang dikonsumsinya secara teratur dan benar.
  5. Dianjurkan meminum obat dalam keadaan perut kosong (pagi)
  6. Istirahat tidur yang baik dan yang cukup.

Selain dari cara medis di atas, ada juga beberapa cara pengobatan herbal TBC pula. Karena memang masa sekarang ini pengobatan herbal semakin berkembang dengan pesat. Demikian tadi beberapa tips sehat penderita TBC dalam melakukan pengobatan penyakit TBC yang sedang dijalaninya serta beberapa hal yang berhubungan dengan perawatan pasien TBC.
Monday, March 25, 2013

Mengenal Kemoterapi

Pengobatan Kanker Kemoterapi ~ Bila kita mendengar istilah kanker tentunya adalah salah satu jenis penyakit yang berbahaya yang ada di dunia. Kanker adalah jenis tumor yang ganas, sedangkan tumor adalah pertumbuhan sel-sel yang berlebihan, dan bila terjadi suatu benjolan maka inilah yang dimaksud dengan tumor.

Untuk itulah kita akan sedikit belajar bersama mengenai kemoterapi ini yang merupakan salah satu cara pengobatan kanker dalam dunia medis kesehatan.

Karakteristik berbagai macam jenis kanker adalah berbeda-beda. Ada yang tumbuh secara cepat, ada yang tumbuh tidak terlalu cepat. Dan kemoterapi adalah salah satu jenis pengobatan kanker atau pun terapi kanker yang biasa dan umum digunakan dalam dunia medis selain radioterapi pula.

Pengertian kemoterapi adalah proses pengobatan dengan menggunakan obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker. Banyak obat yang digunakan dalam khemoterapi ini. Tujuan kemoterapi adalah upaya untuk membunuh sel-sel kanker dengan mengganggu fungsi reproduksi sel. Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memberikan zat / obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker.

Pengobatan Kanker Kemoterapi

Metoda Pengobatan Kanker

Pada dasarnya pengobatan kanker ini terdiri dari 3 jenis. Jenis pengobatan kanker tersebut adalah :
  • Operasi atau disebut dengan pembedahan. Tujuan operasi pada kanker adalah untuk mengangkat kanker secara keseluruhan karena kanker atau tumor ganas ini hanya dapat sembuh apabila belum menjalar ketempat lain atau pun organ tubuh lainnya.
  • Kemoterapi atau dengan cara pemberian obat-obatan.
  • Radioterapi atau penggunaan sinar radiasi. Tujuan pengobatan kanker no 2 dan 3 ini adalah untuk membunuh sel-sel kanker atau menghentikan pertumbuhan sel-sel tumor ganas yang masih tertinggal.
Karena chemotherapy ini adalah pengobatan dengan menggunakan obat-obatan, maka obat kanker kita kenal juga dengan obat sitostatika. Yang dimaksud dengan obat sitostatika yaitu suatu zat-zat yang dapat menghambat proliferasi daripada sel-sel kanker.

Tujuan Manfaat Kemoterapi


Ada beberapa hal yang terkait dengan penatalaksaan dari tujuan serta manfaat pengobatan kanker dengan menggunakan metoda terapi ini. Diantara tujuannya adalah untuk :
  1. Pengobatan.
  2. Meningkatkan kelangsungan hidup dan memperbaiki kualitas hidup. Inilah salah satu tujuan pemberian kemoterapi tersebut.
  3. Mengurangi massa tumor selain pembedahan atau radiasi.
  4. Mengurangi komplikasi akibat metastase sel kanker.
Selain pengobatan dengan menggunakan khemoterapi ini mempunyai tujuan, maka ada beberapa manfaat yang bisa diambil dari pengobatan kemoterapi ini. Dan berikut beberapa manfaat kemoterapi adalah :
  1. Untuk pengobatan. Beberapa jenis dari berbagai macam jenis kanker dapat disembuhkan secara tuntas dengan satu jenis kemoterapi atau beberapa jenis kemoterapi yang digabungkan.
  2. Mengurangi gejala kanker. Kemoterapi yang diberikan bertujuan untuk mengurangi gejala yang timbul pada penderita tumor ganas, seperti meringankan rasa sakit dan memberi perasaan lebih baik serta memperkecil ukuran kanker pada daerah organ bagian tubuh yang diserang.
  3. Menghambat perkembangan kanker. Manfaat pengobatan kanker yang dilakukan secara kemoterapi ini bertujuan untuk menghambat perkembangan sel kanker agar tidak bertambah besar atau menyebar ke jaringan organ tubuh yang sehat lainnya.

Efek Samping Kemoterapi


Namun dari pengobatan tumor ganas ini juga mempunyai efek samping. Efek samping pengobatan kanker tumor diantaranya adalah :
  • Anemia /kurang darah.
  • Sariawan / gusi berdarah.
  • Mudah Lupa.
  • Diare.
  • Kerontokan Rambut.
  • Tanda Gejala Menopause.
Tetapi yang sering kita lihat secara fisik akibat efek samping kemoterapi dan jenis terapi kanker ini adalah mulai rontoknya rambut pada penderita kanker yang sedang menjalani pengobatan menggunakan chemotherapy ini.
Saturday, February 23, 2013

Batuk Berdarah

Batuk darah merupakan salah satu jenis batuk yang cukup serius karena hal ini akan bisa mempengaruhi kinerja organ dalam paru-paru bahkan juga sampai dengan organ jantung. Untuk itu dengan mengetahui akan tanda gejala batuk darah yang benar akan bisa membantu kita cepat untuk bisa memeriksakan kesehatan kita kepada tenaga medis atau pun ke tempat pelayanan kesehatan.

Batuk secara umum merupakan sebuah reaksi yang direspon oleh tubuh karena adanya benda asing yang masuk melalui saluran pernafasan(baik itu melalui mulut atau hidung). Benda asing tersebut bisa berupa debu, asap, lendir atau yang lainnya. Demikian yang dimaksud dengan pengertian definisi batuk itu sendiri.

Batuk Darah, Penyebab Batuk Berdarah

Sebagian besar masyarakat kerapkali menganggap remeh akan hal yang satu ini. Namun berbeda dengan yang satu ini yaitu jika terserang penyakit batuk darah maka sseorang harus benar-benar mewaspadainya pula.

Batuk berdarah menurut Dr. Dwi Bambang Sp.P salah seorang dokter mitra spesialis paru RS Telogorejo Semarang adalah merupakan salah satu tanda gejala dari penyakit infeksius. Jumlah volume darah yang dibatukkan akan bisa bervariasi dan dahak yang bercampur darah tersebut bisa berjumlah minimal sampai dengan masif (banyak) tergantung dari laju serta lokasi perdarahan.

Tanda gejala batuk darah bisa kita mengenalinya dengan ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Batuk yang disertai darah atau lendir.
  2. Muka pucat.
  3. Demam / suhu badan meningkat .
  4. Sering berkeringat pada malam.
  5. Berkurangnya nafsu makan.
  6. Nafas terasa berat sampai dengan terasa nafas yang sesak.
Penyebab batuk darah ini adalah dari ekspektorasi darah akibat perdarahan dari saluran nafas di bawah laring atau pun perdarahan yang keluar melalui saluran nafas bawah laring. Batuk darah lebih sering merupakan tanda atau gejala dari suatu penyakit dasar yang harus dicari lagi melalui beberapa macam jenis pemeriksaan yang lebih mendetail untuk mengetahui penyebab utamanya pula.

Penyebab lainnya dari batuk darah atau hemoptisis bisa juga karena adanya infeksi jamur atau pun virus. Bisa juga karena adanya kelainan pada paru, bekas penyakit TBC yang kambuh, kanker paru, atau juga karena rusaknya jalan nafas karena batuk yang telah berlangsung lama sehingga pembuluh darah menjadi pembuluh darah akan menjadi rapuh.

Untuk penanganan batuk berdarah atau perawatan batuk berdarah untuk pertama kalinya adalah pertama pasien disuruh duduk kemudian ditenangkan. Karena pada umumnya bila seseorang atau pasien akan bisa menjadi panik bila batuk bercampur dengan darah apalagi kalau hal ini pertama kali bagi dirinya.

Bisa juga dengan memberikan air minum putih agar orang tersebut bisa menjadi lebih tenang. Bila hal in terus berlangsung, maka pengobatan batuk berdarah selanjutnya adalah dengan mendatangi dokter atau tempat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan perawatan serta pengobatan lebih lanjut lagi.

Dalam dunia medis pengobatan batuk darah ini akan dilakukan beberapa tahapan. Yang paling utama tentunya dengan menghentikan perdarahan akibat batuk tersebut. Setelah itu dilakukan anamnese (wawancara) dan beberapa pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui secara pasti penyabab batuk berdarah ini.

Pemeriksaan untuk mengetahui sumber atau penyebab batuk berdarah ini diantaraanya yaitu dengan pemeriksaan :
  1. Foto Toraks.
  2. CT Scan Toraks.
  3. Angiografi.
  4. Bronkoskopi.
Kesimpulannya mengenai penyakit batuk darah ini adalah jangan sampai seseorang yang mengalami akan hal seperti ini, setelah berhasil menghentikan batuk darahnya maka tidak boleh berhenti di sini saja. Akan tetapi mengetahui penyebab dan mengobati secara tuntas adalah lebih penting lagi. Pencegahan batuk darah juga penting pula untuk kita lakukan bersama demi memelihara dan menjaga kesehatan tubuh kita sendiri.
Thursday, January 31, 2013

Bahaya Narkoba

Bahaya Narkotika Narkoba Bagi Kesehatan adalah sangat menghancurkan kehidupan dan juga kesehatan seseorang. Mengingat akan peredaran narkoba telah menjadi sebuah masalah besar dalam negara kita. Banyak kaum muda generasi muda kita yang hancur kehidupannya ketika berhubungan dengan barang haram narkoba ini.

Penyalahgunaan narkoba juga semakin meningkat angka kejadiannya. Kasus narkoba di kalangan artis tidak bisa dibilang sedikit. Apalagi kasus belakangan ini yang melibatkan artis raffi ahmad dalam kasus narkoba. Narkoba adalah kependekan dari kata Narkotika Dan Obatan-obatan Berbahaya. Pengertian narkoba menurut WHO adalah merupakan suatu zat yang apabila dimasukkan ke dalam tubuh akan mempengaruhi fungsi fisik dan atau psikologi (kecuali makanan, air, atau oksigen).

Bahaya Narkoba Untuk Kesehatan

Ada juga definisi narkoba menurut Undang-Undang no 27 bahwa narkoba atau narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis. Zat tersebut akan menyebabkan penurunan atau pun perubahan kesadaran, menghilangkan rasa, mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan / adiktif (kecanduan).

Jenis Narkoba
Ada beberapa macam dan jenis dari barang terlarang narkoba ini. Yaitu diantaranya yaitu Ophium, morphine, heroin, kokain, amfitamine, kodein, ganja. Yang diantara macam narkoba tadi yang paling berbahaya adalah dari jenis opium. Karena efek kecanduan dan juga dampak yang akan sangat merusak kesehatan seseorang nantinya.

Lalu bagaimana tinjauan Islam terhadap narkoba ini. Narkotika dan obatan-obatan berbahaya ini tentunya akan sangat membahayakan bagi kesehatan dan bahaya narkoba terhadap kesehatan adalah sangat buruk. Selain itu zat ini juga bisa membuat seseorang mabuk dan kecanduan bahkan bisa sampai menimbulkan kematian. Karena bisa memabukkan maka hukum narkoba adalah haram.

Dalil bahwa segala sesuatu yang memabukkan adalah haram termasuk hukum bahwa narkoba adalah haram yaitu diantaranya
  • :"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." (QS. Al-maidah: 90).
  • Dalil yang berdasarkan hadist adalah :"Setiap zat yang memabukkan itu khamr dan setiap zat yang memabukkan itu haram." (HR. Abdullah Ibnu Umar).
Dalam dunia kesehatan obat-obatan jenis narkotika ini bisa menjadi obat yang membantu dalam pengobatan dan perawatan. Tentunya bila memang ada indikasi medis mengenai penggunaan jenis narkotika sendiri. Dan penggunaannya serta pemberian obat jenis narkotika pun harus atas resep dokter. Misalnya adalah jenis dari morpin dan juga kodein.

Dilihat dari segi penggunaannya, narkoba ini bisa dibedakan menjadi 2 golongan. Yakni pengguna narkoba ilegal dan penggunaan narkoba legal dalam dunia medis yang disalahgunakan. Dari penggolongan jenisnya, jenis narkoba di bedakan menjadi 3 golongan besar yakni narkotika, psikotropika dan zat aditif lainnya. Ketiga jenis narkoba tersebut juga sering juga disebut dengan istilah NAPZA.

Bahaya Narkoba bagi tubuh dan kesehatan bisa menimbulkan efek dan dampak seperti Depresan. Pengaruh depresan dari narkotika adalah bisa menyebabkan penggunanya tertidur atau bahkan tidak sadarkan diri. Halusinogen. Pengaruh bahaya narkotika yang menimbulkan efek halusinogen ini maka para penggunanya akan merasakan halusinasi.

Halusinasi yaitu melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada wujud nyatanya. Kecanduan (adiktif). Bagi para pemakai hal ini akan bisa menimbulkan ketagihan yang tentunya akan membuat para pemakaiannya sulit lepas dari penggunaan zat ini. Bila mencoba lepas dari penyalahgunaan narkoba atau tidak mendapatkannya pengguna bisa dalam keadaan sakaw (keadaan kritis).

Hal lainnya dari dampak penggunaan zat terlarang ini adalah efek stimulan. Biasanya ini yang banyak digunakan. Karena sifatnya sebagai stimulan (perangsang) maka hal ini akan merangsang dan juga mempercepat kerja jantung dan otak sehingga pengguna merasa lebih bertenaga dalam waktu singkat. Bila terus menerus dipaksa organ untuk bekerja maka semakin lama saraf akan mengalami kerusakan dan akhirnya bisa menimbulkan kematian.

Bahaya narkoba bagi generasi muda juga sangat mengkhawatirkan. Begitu banyak juga kasus narkoba yang menimpa para generasi penerus bangsa ini. Kalau dibiarkan pemuda dalam pengaruh narkoba akan dibawa ke mana arah bangsa kita ini. Kasus narkoba juga banyak yang menyangkut para wakil rakyat kita, aparat hukum kita. Apapun itu instansi juga tidak bisa disalahkan begitu saja karena umumnya hal penyalahgunaan narkotika ini bersifat personal.

Demikian beberapa contoh bahaya narkoba bagi kesehatan yang tentunya harus kita waspadai. Dan marilah kita bersama-sama mencegah penggunaan narkotika ini yang dilarang oleh agama dan juga membahayakan bagi kesehatan fisik maupun kesehatan mental pula. Kita juga mengenal akan istilah OD (over dosis) dan bisa mengakibatkan kematian.

Keluarga dan pendidikan agama serta pergaulan yang baik adalah salah satu jalan kita untuk mencegah narkotika ini jatuh di tangan keluarga kita atau bahkan anak-anak kita. Sehingga peran keluarga dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba ini juga memegang peranan yang penting pula. Kita berlindung kepada Allah dari hal sedemikian aamiin.
Wednesday, January 09, 2013

Waspadai Demensia

Penyebab Tanda Gejala Penyakit Demensia ~ Pentingnya mengenal dan mengetahui akan tanda gejala penyakit demensia adalah juga diperlukan. Definisi mudah dari demensia adalah berkurang atau hilangnya fungsi otak yang terjadi karena disebabkan oleh penyakit tertentu.

Gangguan ini mempengaruhi daya ingat seseorang, cara berfikir, perilaku dan tindakan lainnya yang membutuhkan kerja otak. Demikian yang dimaksud dengan pengertian demensia.

Meskipun gangguan demensia ini lebih sering ditemukan pada orang dengan usia 60 tahun ke atas, namun bukan hal yang tidak mungkin penyakit ini menyerang orang yang lebih muda. Mengenali penyebab dan gejala serta melakukan berbagai langkah pencegahan merupakan cara terbaik guna menurunkan resiko terhadap penyakit ini.

Demensia atau secara umum orang menyebutnya dengan kepikunan (pikun). Tipe demensia yang seringkali terjadi adalah demensia Alzheimer dengan pasien demensia maka angkanya mencapai 50-60% dari keseluruhan kasus ini.

Penyebab Tanda Gejala Demensia

Di bawah ini kami jelaskan beberapa penyebab dan gejala umum yang sering ditemukan pada pasien, tidak lupa kami sertakan beberapa langkah yang bisa anda jalankan untuk menghindari penyakit berbahaya ini.

Penyebab Demensia

  • Penyakit Stroke kecil, para medis biasa menamakannya dengan demensia vaskular.
  • Penyakit parkinson.
  • Terjadinya infeksi yang mempengaruhi fungsi otak seperti HIV/Aids dan penyakit lainnya.
  • Tumor pada otak.
  • Perubahan gula darah atau glukosa, kadar kalsium dan natrium.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti obat untuk menurunkan Kolesterol.
  • Kekurangan vitamin B12.
  • Konsumsi minuman keras dalam jangka panjang.
Ciri Tanda Gejala Demensia
Ada beberapa gejala demensia yang berbeda tergantung dari tingkat keparahan penyakit demensia tersebut, berikut di antaranya:
  • Lupa akan peristiwa dan ucapan yang baru terjadi
  • Tidak mampu menjalankan dua tugas dalam waktu bersamaan
  • Kesulitan dalam memecahkan masalah
  • Lambat dalam mengenali nama benda yang sebelumnya sangat ia kenal
Pada demensia tingkat menengah biasanya disertai dengan beberapa tanda gejala demensia seperti berikut ini:
  • Lupa dengan riwayat pribadi
  • Perubahan Pola Tidur
  • Kesulitan membaca dan menulis.
  • Tidak mampu mengenali bahaya.
  • Kesulitan melakukan rutinitas seperti mengenakan pakaian kerja untuk tidur.
Jika demensia yang dialami sudah sangat parah, pasien biasanya tidak dapat lagi melakukan beberapa hal di bawah ini :
  • Mengerti dan memahami bahasa.
  • Mengenali anggota keluarga.
  • Berpakaian, mandi dan makan.
Tips Cara Mencegah Demensia

Langkah pencegahan yang bisa anda lakukan hanya untuk kasus demensia vaskular yang disebabkan oleh stroke kecil, pencegahan tersebut bisa dilakukan dengan cara menghentikan kebiasaan merokok, dan mengontrol tekanan darah anda.

Mengkonsumsi makanan rendah lemak serta rutin melakukan olahraga juga diyakini mampu menurunkan resiko terhadap demensia vaskular.

Pengobatan Penyakit Demensia

Pengobatan yang paling tepat adalah dengan mengetahui penyebab demensia tersebut, jika dikarenakan penyakit tertentu seperti anemia atau terdapat tumor pada bagian otak maka langkah penyembuhannya adalah dengan menghilangkan penyebab tersebut.

Demikian tadi sahabat-sahabat semuanya salah satu dari artikel dalam penulis tamu yang disediakan di Blog Keperawatan ini dan penulis tamu tersebut adalah pemilik website www.janggleng.com.

Kepada sahabat-sahabat yang berminat untuk menyumbangkan artikel dan diposting di sini silakan untuk memberikan draft artikelnya di Penulis Tamu dan terima kasih kepada sahabat-sahabat semuanya yang berkenan artikelnya di publish di sini.
Monday, January 07, 2013

Tips Mencegah Flu Burung

Flu Burung atau dalam bidang kesehatan terkenal infeksi virus H5N1 ini adalah suatu jenis penyakit menular yang penularannya adalah melalui unggas dan ditularkan kepada manusia. Penularannya juga dari unggas ke unggas yang lain. Kasus flu burung ini pernah menghantui Indonesia pada tahun 2007 yang lalu dan tersebar hampir 30 provinsi dengan angka kejadian dan angka kematian akibat flu burung ini juga banyak tatkala itu. WHO mencatat angka kejadian di Indonesia waktu itu adalah 99 kasus dengan angka kematian akibat flu burung mencapai 79. (wikipedia)

Pengertian flu burung ini adalah penyakit yang menular di kalangan hewan unggas. Pada kejadian tahun 2007 itu adalah banyak menyerang unggas dan babi yang disebabkan oleh virus influenza tipe A H5N1. Dan bisa juga menular ke manusia lewat hewan perantara unggas tersebut.

Cara Mencegah Penularan Flu Burung

Menurut Dr Agus Suyanto SpPD-KP tim medis SDM dan Pendidikan RSUP dr Kariadi Semarang virus ini bisa hidup normal pada unggas sehingga tidak mengherankan jika cepat menyebar dan berkembang biak. Cara penularan virus flu burung adalah adalah dari unggas ke manusia melalui kontak langsung dengan unggas yang sakit, mati, tinja, cairan unggas yang terkontaminasi dan terserang flu burung.

Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam rangka cara pencegahan flu burung :
  1. Menghindari menyentuh burung atau pun unggas serta kotorannya pula. Kotoran burung serta unggas yang terinfeksi dapat membawa virus. Bila kita terlanjur menyentuhnya segeralah mencuci kedua tangan dengan sabun cair dan bilas dengan air mengalir.
  2. Masak makanan dari produk unggas dengan suhu yang tinggi. Hal ini dilakukan karena virus H5N1 mati dalam suhu yang tinggi. Contohnya adalah masak daging ayam dalam suhu 80 derajat selama 1 menit. Untuk telur ayam masak dengan suhu 64 derajat selama 5 menit.
  3. Melakukan diet yang seimbang dan sehat. Selain itu dengan melakukan olahraga yang rutin, istirahat tidur yang cukup dan baik serta juga mengurangi stress. Dengan melakukan hal-hal tersebut di atas maka tubuh akan mempunyai daya tahan yang baik dan tidak mudah terserang berbagai macam influenza.
  4. Bila mengalami tanda gejala flu dan berada dalam lingkungan yang dicurigai ada tanda penyebaran virus ini maka segera periksa ke pelayanan kesehatan dan juga dokter. Kita juga harus mengetahui akan tanda ciri unggas terindikasi virus flu burung seperti halnya keluar cairan dari mata dan hidung, jengger kulit kaki yang tidak ditumbuhi rambut berwarna biru keunguan, perdarahan di bawah kulit unggas yang terkena dan lain-lain.
  5. Bila dalam suatu daerah yang rawan akan penyebaran virus ini ini maka salah satu tips mencegah flu burung adalah dengan menggunakan masker. Karena masker ini bisa melindungi mulut dan hidung pula.
  6. Peternakan unggas sebaiknya jauh dari tempat pemukiman warga masyarakat. Membersihkan secara rutin dan teratur untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus tertama dari unggas-unggas yang liar.
  7. Menjaga kebersihan lingkungan baik itu lingkungan diri sendiri atau pun lingkungan masyarakat. Hal ini bisa dilakukan dengan kita membiasakan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun terutama pada sebelum makan dan kebiasaan-kebiasaan hidup sehat lainnya.
  8. Bila yang bepergian keluar negeri maka sekembalinya dari negara yang dilaporkan adanya wabah flu burung dan kita megalami demam dan gangguan pernafasan maka segera periksa dan konsultasikan ke Dokter agar bisa diidentifikasi lebih jelas lagi. Karena tanda gejala virus flu burung ini diantaranya yaitu demam tinggi (lebih dari 38 derajat celcius), sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri tenggorokan, sesak nafas, ada riwayat kontak dengan unggas yang sakit atau pun mati mendadak tanpa sebab yang jelas.
Demikian beberapa langkah dan cara serta kiat kita untuk bisa mencegah penularan flu burung ini dan dengan kita berpartisipasi serta turut serta menjaga kesehatan kita dan juga kesehatan lingkungan maka akan bisa menurunkan angka kejadian flu burung ini. Karena tanpa peran serta masyarakat secara keseluruhan kita tidak bisa mengantisipasi akan wabah seperti ini dan kita juga tidak bisa mengandalkan hanya kepada pemerintah saja dan juga departeman kesehatan pula. Harus ada peran aktif masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan bangsa.
Sunday, September 30, 2012

Perawatan Diabetes Melitus DM

Perawatan Diabetes Melitus DM - Perawatan Diabetes Melitus Di Rumah Diabetes adalah sebuah keadaan dimana terjadi hiperglikemia kronik disertai dengan berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang hal ini menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada organ tubuh seperti mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaaan dengan mikroskrop elektron. Secara etiologi, diabetes melitus terbagi menjadi dua kategori, yaitu Diabetes Melitus Tergantung Insulin (DMTI) yang disebabkan oleh destruksi sel Beta pada pulau Langerhans akibat proses autoimun, serta Diabetes Melitus Tidak Tergantung Insulin (DMTTI) yang disebabkan karena kegagalan relatif sel Beta dan resistensi insulin. Demikian adalah pengertian Diabetes Melitus (pengertian DM)

Penyakit diabetes melitus ini tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikendalikan dan juga kontrol yang baik tentunya dengan rajin dalam hal mengontrol kadar gula darah. Kontrol yang ketat ini akan bisa mencegah terjadinya komplikasi DM pada pasien dengan diabetes. Karena komplikasi penyakit diabetes melitus (DM) ini banyak macamnya pula. Penyakit diabetes melitus dapat dihindari apabila setiap individu melakukan tindakan pencegahan, antara lain mengetahui faktor resiko diabetes melitus ini.

perawatan Diabetes Melitus DM diRumah

Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share sedikit mengenai bagaimana kita mengontrol dan juga memberikan perawatan diabetes melitus di rumah dan juga bagaimana bila ada luka dan membutuhkan perawatan luka DM Diabetes Melitus dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

Karena kita mengetahui bahwasannya penyakit DM ini tidak bisa sembuh secara total maka bentuk perawatan dan juga penanganan sehari-hari adalah point pentingnya adalah dengan menjaga kadar gula darah pasien itu sendiri dalam kategori yang baik dan seimbang dalam artian tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlaly rendah gula darahnya.

Berikut beberapa tips cara perawatan diabetes melitus bila dilaksanakan di rumah :
  1. Pola makan dan diet yang tepat. Para penderita penyakit DM diabetes melitus ini memang harus benar-benar ketat dalam menjaga pola makan dan diet DM. Karena bila penderita DM pola makannya tidak dijaga maka kemungkinan timbulnya keluhan akan semakin besar lagi. Diet DM perlu dilakukan dengan mengurangi asupan karbohidrat (berbagai jenis gula dan tepung termasuk nasi, kentang, ubi, singkong dan lain sebagainya), mengurangi makanan berlemak (daging berlemak, kuning telur, keju, dan susu tinggi lemak) serta memperbanyak makan sayur dan buah sebagai sumber serat, vitamin dan mineral. Sebagai sumber protein dapat dengan memanfaatkan ikan, ayam (terutama daging dada), tahu dan tempe.
  2. Memonitor Kadar Gula darah. Bila termasuk dalam kategori pasien DM dengan kadar gula yang naik turun secara dratis, maka bila diperbolehkan pulang oleh Dokter maka yang perlu untuk diperhatikan adalah menjaga kadar gula darah dan juga memonitornya. Ada alat tersendiri buat penderita DM untuk mengecek glukosa sewaktunya dengan alat Glukotest. Dan alat pemeriksaan Glukotes ini dapat dibeli dijumpai di apotik-apotik atau toko tempat menjual ala-alat kesehatan. Bila kadar gula tidak terkontrol maka perawatan luka DM juga akan memperpanjang waktu lagi.
  3. Malakukan olahraga. Tentunya dalam hal ini adalah melaksanakan aktifitas olahraga yang disesuaikan dengan kemampuan penderita dM sendiri dan dilaksanakan secara bertahap. Mengingat akan manfaat olahraga baik bagi kesehatan dan juga dalam rangka menjaga kadar gula darah. Jenis olahraga yang ideal untuk penderita pasien diabetes adalah aerobik adalah yang bersifat aerobik seperti jalan atau lari pagi, bersepeda, berenang, dan lain sebagainya. Olahraga aerobik ini paling tidak dilakukan selama 30-40 menit didahului dengan pemanasan 5-10 menit dan diakhiri pendinginan antara 5-10 menit. Latihan ini bisa dilakukan sebanyak 3 kali seminggu. Contoh olahraga yang baik dan ideal untuk penyakit DM (Diabetes Melitus) itu tersebut diatas.
  4. Pengobatan Yang Teratur. Bagi para penderita diabetes melitus (diabetisi) minum obat dan kontrol teratur adalah sesuatu yang sangat dianjurkan. karena memang penderita diabetes melitus harus minum obat yang diberikan oleh dokter secara teratur, dan jangan sampai terlewatkan. Selain itu, tidak diperkenankan untuk menambah atau mengurangi dosis obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Untuk para diabetisi yang mendapatkan terapi insulin secara berlanjut, mereka diharapkan bisa melakukan penyuntikan secara mandiri. Bila tidak bisa melakukannya, dapat minta pertolongan kepada tenaga kesehatan atau kader kesehatan yang ada disekitar tempat tinggalnya.
Friday, September 21, 2012

Tehnik Cara Pemberian Obat

Tehnik Cara Pemberian Obat - Tehnik Cara Pemberian Obat Bagi setiap tenaga kesehatan yang dalam kesehariannya berhubungan dengan pemberian obat, maka tentunya tehnik dan macam cara pemberian obat harus sudah dikuasai secara benar dan tepat. Karena pemberian obat yang tepat akan banyak membantu pasien-pasien yang membutuhkan kesembuhan dari sakit atau pun penyakit yang sedang dialaminya.

Pada pembahasannya yang terdahulu mengenai artikel pemberian obat telah diterangkan bagaimana cara obat masuk ke dalam tubuh pasien dan juga macam-macam pemberian obat yang beragam tersebut. Maka kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai pengetahuan tehnik cara pemberian obat yang tentunya kita semuanya juga perlu mengetahuinya. Tehnik Pemberian yang tepat baik dalam dosis dan waktu pemberian akan mempercepat kesembuhan. Sebaliknya pemberian obat yang salah akan dapat berbahaya dan bukannya sembuh malahan bisa menimbulkan masalah baru lagi.

Tehnik Cara Pemberian Obat

Pemberian obat ikut juga dalam menentukan cepat lambatnya dan lengkap tidaknya resorpsi suatu obat. Tergantung dari efek yang diinginkan, yaitu efek sistemik obat (di seluruh tubuh) atau efek lokal obat (setempat) dan keadaan pasien serta sifat-sifat fisiko-kimiawi obat, dapat dipilih di antara berbagai cara untuk memberikan obat. Termasuk juga dalam hal pemberian obat Antibiotik dosis dan cara pemberiannya perlu sekali diperhatikan. Pemberian obat yang tepat dan benar baik dalam dosis dan caranya masuk dalam hal faktor yang memepercepat kesembuhan pasien itu sendiri.

Ada beberapa jenis obat yang diberikan dengan cara yang berbeda, berikut adalah beberapa macam tehnik pemberian obat diantaranya yaitu :
  1. Pemberian Obat Secara Oral.
  2. Pemberian Obat Secara Sublingual.
  3. Pemberian Obat Secara Inhalasi.
  4. Pemberian Obat Secara Rektal
  5. Pemberian Obat Secara Pervaginam.
  6. Pemberian Obat Secara Perenteral.
  7. Pemberian Obat Secara Topikal/lokal.
Yang perlu diperhatikan dan diketahui dalam pemberian obat secara oral adalah :
  1. Pemberiannya obatnya adalah melalui mulut.
  2. Mudah dan aman pemakaiannya, lazim dan praktis dalam memberikannya.
  3. Tidak semua obat dapat diberikan per-oral, contohnya adalah : obat yang bersifat merangsang (emetin, aminofilin) atau yang diuraikan oleh getah lambung (benzilpenisilin, insulin dan oksitoksin).
  4. Pemberian obat oral ini dapat terjadi inaktivasi oleh hati sebelum diedarkan ke tempat kerjanya
  5. Dapat juga untuk mencapai efek lokal yang diinginkan dan dikehendaki contohnya adalah : obat cacing, obat diagnostik untuk pemotretan lambung - usus (pemeriksaan diagnostik).
  6. Baik sekali untuk mengobati infeksi usus
  7. Bentuk sediaan oral diantaranya yaitu : Tablet, Kapsul, Obat hisap, Sirup dan Tetesan.
Yang perlu diperhatikan dan diketahui dalam pemberian obat secara Sublingual adalah :
  1. Pemberian Obat dengan cara ditaruh dibawah lidah.
  2. Tidak melalui hati sehingga tidak diinaktif.
  3. Dari selaput di bawah lidah langsung ke dalam aliran darah, sehingga efek yang dicapai lebih cepat misalnya : Pada pasien serangan Jantung dan juga penyakit asma.
  4. Kekurangannya kurang praktis untuk digunakan terus menerus dan dapat merangsang selaput lendir mulut.
  5. Hanya untuk obat yang bersifat lipofil.
  6. Bentuknya tablet kecil atau spray, contohnya adalah : Isosorbid Tablet ( ISDN ).
Yang perlu diperhatikan dan diketahui dalam tehnik pemberian obat secara Inhalasi adalah :
  1. Obat diberikan untuk disedot melalui hidung atau mulut atau disemprotkan
  2. Penyerapan obat yang diberikan dengan inhalasi ini dapat terjadi pada selaput mulut, tenggorokan dan pernafasan
  3. Bentuk sediaan obat inhalasi adalah dalam bentuk gas dan zat padat, tetapi bisa juga mempunyai efek sistemik. Bentuk inhalasi ini bisa dalam wadah yang diberi tekanan dan mengandung zat pemancur (aerosol, contohnya yaitu : Alupent Metered Aerosol ).
Yang perlu diperhatikan dan diketahui dalam pemberian obat secara Rektal yaitu :
  1. Pemberian obat melalui rectal adalah maksudnya pemberian obat melalui dubur (rektal).
  2. Bentuknya suppositoria dan clysma (obat pompa).
  3. Baik sekali untuk obat yang dirusak oleh asam lambung.
  4. Diberikan untuk mencapai takaran yang cepat dan tepat.
  5. Efek sistemiknya lebih cepat dan lebih besar bila dibandingkan dengan peroral, berhubung pembuluh-pembuluh darah pertama. Misalnya adalah : pada pengobatan asma (amecain suppositoria) , pada bayi (stesolid rectal, dalam pengobatan kejang akut)
  6. Tetapi bentuk suppositoria dan clysma sering digunakan untuk efek lokal misalnya untuk wasir dan laxativ.
  7. Pemberian obat melalui rektal dapat dioleskan pada permukaan rektal berupa salep dan hanya mempunyai efek lokal.
Yang perlu diperhatikan dan diketahui dalam tehnik pemberian obat secara Pervaginam (Intra Vaginal) yaitu :

  1. Pemberian Obat yang diberikan melalui selaput lendir/mukosa vagina.
  2. Diberikan pada antifungi dan anti kehamilan.
  3. Bentuknya : Tablet, Salep, Krim dan Cairan bilasan.

Yang perlu diperhatikan dan diketahui dalam tehnik pemberian obat secara Parental adalah bahwa pemberian obat ini cara pemberiaannya tanpa melalui mulut (tanpa melalui saluran pencernaan) tetapi langsung melalui pembuluh darah. Contohnya adalah sediaan injeksi atau suntikan. Tujuannya pemberian melalui parenteral ini adalah agar dapat langsung menuju sasaran dan efeknya lebih cepat. Kelebihannya bisa untuk pasien yang tidak sadar, sering muntah dan tidak kooperatif. Akan tetapi cara pemberian obat dengan cara ini kurang aman karena jika sudah disuntikan ke dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan lagi jika terjadi kesalahan. Maka sebagai perawat harus bisa menerapkan Prinsip Benar Pemberian Obat yang sudah menjadi standar operasional biasanya dalam memberikan ini benar-benar memperhatikan etiket serta nama obat dan cara pemberian.

Yang perlu diperhatikan dan diketahui dalam pemberian obat secara Topikal / Lokal. Pemberian secara topikal atau lokal maksudnya adalah obat yang cara pemberiannya bersifat lokal, misalnya tetes mata, salep, tetes telinga dan lain-lain.

Demikian tadi sahabat sedikit mengenai tehnik cara pemberian obat dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat bagi kita semuanya. Yang perlu digarisbawahi kita khususnya para perawat harus bisa dan tetap menjalankan prinsip benar pemberian obat walaupun kita mengenal ada 6 prinsip benar pemberian obat dan ada juga 12 prinsip benar pemberian obat karena itu adalah salah satu bagian terpenting dalam menjalankan tugas dalam bidang keperawatan yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan di Indonesia tercinta ini.
Wednesday, July 11, 2012

Pencegahan Penyakit Hepatitis

Pencegahan Penyakit Hepatitis. Penyakit Hepatitis adalah segala hal bentuk peradangan yang menyerang organ tubuh yang disebut dengan hati ataupun liver. Demikian kurang lebih dari pengertian penyakit hepatitis. Hepatitis sendiri terbagi dengan Hepatitis A,B, dan C. Itu yang kita kenal pada umumnya. Pada kenyataannya terdapat juga jenis penyakit hepatitis D, E, G hanya saja jenis penyakit hepatitis tadi belum familiar di telinga kita.

Dalam postingan sebelumnya mengenai penyakit hepatitis kita sudah mengenal akan penyakit hepatitis A, penyakit hepatitis B dan juga penyakit hepatitis C. Pada kesempatan kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai pencegahan penyakit hepatitis ini. Khususnya adalah pencegahan penyakit hepatitis B. Pencegahan penyakit hepatitis ini pada hakekatnya adalah kembali pada diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa mencegah penyakit hepatitis ini.

pencegahan penyakit hepatitis, mencegah hepatitis

Apalagi bagi kita yang bertugas di bidang kesehatan dan juga bidang keperawatan sebagai petugas kesehatan yang setiap harinya bertemu dengan beragam pasien dan juga beragam jenis penyakit. Apalagi jenis penyakit hepatitis atau penyakit kuning ini termasuk dalam kategori jenis penyakit menular. Karena petugas kesehatan adalah salah satu bagian golongan resiko tinggi tertular hepatitis ini.

Dalam hal mencegah hepatitis ini terbagi menjadi dua kategori pencegahan penyakit hepatitis ini. Yaitu pencegahan penyakit hepatitis secara umum dan juga pencegahan penyakit hepatitis secara khusus. Karena penyakit hepatitis ini adalah karena virus dan sebagian besar menular melalui darah atau pun cairan tubuh yang tercemar dengan virus hepatitis ini maka kita harus benar-benar waspada akan penularan penyakit hepatitis ini.

Yang termasuk kategori mencegah penularan penyakit hepatitis secara umum adalah sebagai berikut :
  1. Menghindari kontak seksual atau hubungan badan dengan penderita hepatitis B, termasuk dalam hal ini kontak dengan cairan tubuh seperti ludah dan juga sperma.
  2. Menghindari pemakaian alat suntik yang tidak steril ( dalam dunia kesehatan harus menggunakan alat suntik sekali pakai ), alat tatto, alat tindik, pemakaian narkoba yang menggunakan jenis alat suntik sebagai medianya, berganti-ganti pasangan.
  3. Pada ibu hamil untuk mengadakan skrining pada awal kehamilan serta juga setelah memasuki trimester ke III kehamilan.
Dan yang masuk dalam mencegah dan pencegahan penyakit hepatitis secara khusus adalah dengan melakukan imunisasi aktif. Imunisasi aktif hepatitis ini adalah bertujuan jalur transmisi penyebaran penyakit hepatitis ini melalui program imunisasi bayi baru lahir dan kelompok resiko tinggi tertular hepatitis.

Bagi sahabat-sahabat yang membutuhkan informasi dan juga artikel mengenai bagaimana dengan penyakit hepatitis anak dan juga cara pencegahan penyakit hepatitis pada anak sahabat bisa membacanya di sini yaitu di penyakit hepatitis pada anak

Imunisasi aktif ini ditujukan dan sasarannya antara lain adalah :
  1. Bayi baru lahir dalam waktu 12 jam pertama kelahirannya.
  2. Anak serta remaja yang belum pernah mengikuti mengikuti imunisasi hepatitis.
  3. Tenaga medis termasuk dokter, perawat, petugas laboratorium dan sejenisnya.
  4. Pasien yang mendapatkan pengobatan hemodialisa (cuci darah).
  5. Kaum homoseksual, PSK, heteroseksual, dengan penderita virus hepatitis B.
  6. Penyalah guna obat.
Demikian sahabat-sahabat semuanya mengenai pencegahan penyakit hepatitis dan khususnya adalah mengenai mencegah penyakit hepatitis B ini dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Saturday, May 26, 2012

Pencegahan Pengobatan Demam Berdarah

Pencegahan Pengobatan Penyakit Demam Berdarah.Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit demam berdarah ini menyebabkan menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan. Nah kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share mengenai pencegahan pengobatan demam berdarah ini dan semoga artikel serta makalah pencegahan dan pengobatan demam berdarah yang sedikit ini bisa memberikan manfaat.

Sekarang kita memasuki bagaimana pencegahan demam berdarah ini. Seperti yang kita ketahui pada umumnya bahwasannya penyakit demam berdarah ini bila telah tiba musim penghujan maka angka kejadiannya semakin meningkat. Maka ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk melaksanakan pencegahan demam berdarah ini. Yang paling penting dalam pencegahan demam berdarah ini adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita.

Pencegahan demam berdarah, pengobatan demam berdarah, Blog Keperawatan

Pencegahan ini dilakukan dengan kita menghindari gigitan nyamuk aedes aegypti. Yang perlu kita ketahui adalah bahwasannya nyamuk jenis ini akan aktif pada waktu pagi hingga sore hari. Sehingga yang efektif adalah dengan menghindari gigitan pada waktu tersebut. Berbeda dengan jenis nyamuk lainnya yang aktif pada malam hari. Bila kita mengetahui bahwa ada daerah yang telah terjangkit penyakit demam berdarah ini maka kita menghindari daerah tersebut. Ada juga mencegah demam berdarah yang dengan metoda pengontrolan atau pengendalian vektornya dengan cara :
  1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang digalakkan pemerintah. Hal lainnya adalah dengan pengelolaan sampah padat dengan baik, dan perbaikan desain rumah.
  2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik nyamuk misalnya ikan adu/ikan cupang pada tempat air kolam.
  3. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat hidup dan berkembang biaknya jentik nyamuk misalnya pada penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan sebagainya.
  4. Melakukan pengasapan / fogging. Dan biasanya dilaksanakan dengan petugas kesehatan dari dinas kesehatan atau puskesmas terdekat.
  5. Melakukan 3 M yaitu menguras, mengubur, menutup.
Selanjutnya adalah menginjak pada langkah selanjutnya setelah memberikan pencegahan demam berdarah yaitu dengan melakukan pengobatan demam berdarah ini. Pengobatan demam berdarah ini bila dalam tahap awal sebelum ke tempat pelayanan kesehatan yaitu dengan banyak minum dan juga minum obat penurun panas.

Bila dilakukan di tempat pelayanan kesehatan baik itu Rumah Sakit atau Puskesmas yang ada rawat inapnya biasanya diberikan pengobatan dengan :
  1. Pemberian cairan infus yang dilakukan untuk mencegah timbulnya dehidrasi dan juga hemokosentrasi yang berlebihan.
  2. Pemberian obat yang disesuaikan dengan gejala yang dirasakan pasien. Seperti misalnya antipiretik untuk menurunkan demam (parasetamol).
  3. Pemberian garam elektrolit (oralit) bila pasien mengeluh diare.
  4. Pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder yang bisa ditimbulkan oleh demam berdarah ini.
  5. Pemberian transfusi trombosit sesuai indikasi bila kadar trombositnya turun sekali.
  6. Bedrest total (istirahat penuh) selama perawatan dan fase demam berdarah.
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai pencegahah pengobatan demam berdarah dan semoga juga bisa memberikan manfaat.
Saturday, May 19, 2012

Pengobatan Epilepsi

Pengobatan epilepsi harus dijalankan dengan penuh kesabaran dan ketekunan, karena memang prosesnya yang tidak berjalan dalam kurun waktu yang singkat. Penyakit Epilepsi adalah merupakan sebuah sindrom kumpulan gejala yang ditandai oleh kejang yang terjadi secara berulang-ulang. Diagnosa ditegakkan bila seseorang mengalami paling tidak dua kali kejang tanpa penyebab.(Jastremski, 1988) Demikian pengertian epilepsi secara medis dalam postingan sebelumnya.

Karena dalam postingan tersebut banyak ditanyakan bagaimana dengan pengobatan epilepsi dan juga pencegahan epilepsi maka kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing kembali mengenai bagaimana tips cara mencegah kambuhnya penyakit epilepsi ini bisa dilakukan.

Sebelum kita menginjak kepada pengobatan perawatan epilepsi ini maka kita akan sedikit mengenal akan pemeriksaan diagnostik yang akan membantu dalam menegakkan diagnosa penyakit epilepsi ini.

Jenis pemeriksaan epilepsi secara medis dengan menggunakan peralatan medis yang canggih dan modern tersebut diantaranya yaitu :
  1. EEG (electroencephalogram). Pemeriksaan EEG ini adalah sebuah pemeriksaan gelombang otak untuk meneliti ketidaknormalan gelombang. Pemeriksaan ini tidak dianjurkan untuk dilakukan pada kejang demam yang baru terjadi sekali tanpa adanya defisit (kelainan) neurologis. Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa EEG yang dilakukan saat kejang demam atau segera setelahnya atau sebulan setelahnya dapat memprediksi akan timbulnya kejang tanpa demam di masa yang akan datang. Walaupun dapat diperoleh gambaran gelombang yang abnormal setelah kejang demam, gambaran tersebut tidak bersifat prediktif terhadap risiko berulangnya kejang demam atau risiko epilepsi.
  2. Neuroimaging. Yang termasuk dalam pemeriksaan neuroimaging antara lain adalah CT-scan dan MRI kepala. Pemeriksaan ini tidak dianjurkan pada kejang demam yang baru terjadi untuk pertama kalinya.
  3. Magnetik resonance imaging (MRI)
  4. CT Scan. CT Scan ini untuk mendeteksi lesi pada otak, fokal abnormal, serebrovaskuler abnormal, gangguan degeneratif serebral.
  5. Pemeriksaan laboratorium. Yang diperiksa dalam pemeriksaan laboratorium ini adalah pemeriksaan darah rutin, kadar elektrolit, kalsium, fosfor, magnesium, atau gula darah tidak rutin dilakukan pada kejang demam pertama. Pemeriksaan laboratorium harus ditujukan untuk mencari sumber demam, bukan sekedar sebagai pemeriksaan rutin
  6. Pemeriksaan kimia darah : hipoglikemia, meningkatnya BUN, kadar alkohol darah.
Selanjutnya melangkah ke point utamanya yaitu mengenai pengobatan penyakit epilepsi adalah salah satu jenis pengobatan yang memerlukan jangka waktu yang lama. Pasien akan diberikan obat antikonvulsan untuk mengatasi kejang sesuai dengan jenis serangan. Penggunaan obat dalam waktu yang lama biasanya akan menyebabkan masalah dalam kepatuhan minum obat (compliance) serta beberapa efek samping yang mungkin timbul seperti pertumbuhan gusi, mengantuk, hiperaktif, sakit kepala. Penyembuhan akan terjadi pada 30-40% anak dengan epilepsi.

Pengobatan Perawatan Epilepsi

Lama pengobatan tergantung jenis epilepsi dan etiologinya. Pada serangan ringan selama 2-3 tahun sudah cukup, sedang yang berat pengobatan bisa lebih dari 5 tahun. Penghentian pengobatan selalu harus dilakukan secara bertahap. Tindakan pembedahan sering dipertimbangkan bila pengobatan tidak memberikan efek sama sekali.

Penanganan anak kejang epilepsi akan berpengaruh terhadap kecerdasannya. Jika terlambat mengatasi kejang pada anak karena penyakit ini, ada kemungkinan timbulnya penyakit epilepsi, atau bahkan keterbelakangan mental di kemudian hari. Kondisi yang menyedihkan ini bisa berlangsung seumur hidupnya.

Setelah tadi sedikit menyinggung mengenai masalah pengobatan epilepsi, mohon maaf obatnya tidak disebutkan karena hal tersebut mutlak bagiannya tim medis. Maka selanjutnya adalah menginjak kepada hal pencegahan epilepsi ini.

Mencegah timbulnya epilepsi ini merupakan sebuah upaya sosial luas yang menggabungkan tindakan luas harus ditingkatkan untuk pencegahan epilepsi. Resiko epilepsi muncul pada bayi dari ibu yang menggunakan obat antikonvulsi yang digunakan sepanjang kehamilan. Cedera kepala merupakan salah satu penyebab utama yang dapat dicegah. Melalui program yang memberi keamanan yang tinggi dan tindakan pencegahan yang aman, yaitu tidak hanya dapat hidup aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan epilepsi akibat cedera kepala.

Ibu-ibu yang mempunyai resiko tinggi (tenaga kerja, wanita dengan latar belakang sukar melahirkan, pengguna obat-obatan, diabetes, atau hipertensi) harus di identifikasi dan dipantau ketat selama hamil karena lesi pada otak atau cedera akhirnya menyebabkan kejang yang sering terjadi pada janin selama kehamilan dan persalinan.

Program skrining untuk mengidentifikasi anak gangguan kejang pada usia dini, dan program pencegahan kejang dilakukan dengan penggunaan obat-obat anti konvulsan secara bijaksana dan memodifikasi gaya hidup merupakan bagian dari rencana pencegahan ini.

Ada beberapa hal yang tidak boleh kita lakukan pada waktu terjadinya serangan kejang epilepsi ini. Hal yang tak boleh dilakukan selama anak / seseorang yang mendapat serangan :
  • Meletakkan benda di mulutnya. Jika anak mungkin menggigit lidahnya selama serangan mendadak, menyisipkan benda di mulutnya kemungkinan tak banyak membantu. Anda malah mungkin tergigit, atau parahnya, tangan Anda malah mematahkan gigi si anak.
  • Mencoba membaringkan anak. Orang, bahkan anak-anak, secara ajaib memiliki kekuatan otot yang luar biasa selama mendapat serangan mendadak. Mencoba membaringkan si anak ke lantai bukan hal mudah dan tidak baik juga.
Sunday, May 13, 2012

Pengobatan Pemberian Antibiotik

Pemberian Obat Antibiotika secara benar dan tepat harus juga dipahami dan dimengerti dengan benar pula. Karena dengan pengobatan antibiotik sesuai dosis dan cara pemakaian yang benar akan bisa membantu dalam prose penyembuhan penyakit infeksi yang sedang kita derita.

Antibiotik adalah suatu zat yang dihasilkan oleh sesuatu mikroba terutama fungi / jamur yang berkhasiat dapat menghambat atau membasmi mikroba, khususnya adalah mikroba yang dapat menyebabkan suatu penyakit.

Mikroba penyakit infeksi dapat berupa bakteri, fungi / jamur atau pun dalam hal ini virus. Di Dalam dunia medis dan juga keperawatan, Pemberian Obat antibiotik ini seringkali dijumpai dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Secara medis, antibiotika merupakan senyawa mikroorganisme seperti jamur atau bakteri tertentu yang telah "dijinakkan" dan bila dimasukkan ke dalam tubuh dapat menjadi penyembuh yang ampuh. Cara Kerja Antibiotik berperang melawan bakteri-bakteri di dalam tubuh.

Namun perlu diingat, penggunaannya tidak boleh sembarangan. Bila dikonsumsi berlebihan antibiotika akan berisiko tinggi pada kesehatan kita semua yang menggunakannya. Untuk itulah pentingnya mengetahui tata cara aturan minum antibiotik yang benar dan tepat juga.

Setelah kita mengetahui sedikit mengenai pengertian antibiotik diatas, maka khususnya kita para perawat yang tak lepas dari pengobatan dan pemberian obat antibiotik ini juga harus mengetahui akan hal-hal yang berkaitan dengan antibiotik itu sendiri.

Demikian pula para Hak-Hak pasien dan juga keluarga perlu juga mengetahui dan memiliki pengetahuan mengenai antibiotik baik itu dalam hal pemberian atau juga pengobatan itu sendiri. Karena hal ini juga penting untuk diketahui dan juga dipelajari.

Cara Pemberian Obat Antibiotika Yang Benar

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Minum Obat Antibiotik


Menurut Dirjen Bina Kefarmsian dan Alat Kesehatan, Sri Indrawaty, penggunaan antibiotik secara bijak harus tepat indikasi, tepat penderita, tepat obat, dan tepat dosis serta mengetahui lama pemberian obat. Untuk itulah berikut beberapa hal yang perlu mendapat perhatian ketika akan menjalani pengobatan menggunakan antibiotika antara lain adalah sebagai berikut :
  • Menggunakan pengobatan antibiotik atas resep dokter dan juga atas petunjuk dokter atau medis.
  • Dosis yang tertera dan juga aturan pakainya harus diikuti dengan taat sesuai dengan petunjuk dokter ataupun penjelasan apoteker di apotek tempat kita membeli obat antibiotik itu.
  • Pemberian antibiotika dan jenis macam obat antibiotika sendiri harus diminum terus sampai habis meskipun gejala atau sakit yang diobati sudah sembuh.
  • Bentuk-bentuk sedian antibiotik seperti sediaan antibiotik yang berbentuk sirup ( biasanya untuk anak ) ada yang harus disimpan dalam suhu dingin ( di almari es, jangan di dalam frezernya ).
  • Jangan pernah gunakan antibiotika yang telah mengelami kadaluarsa atau yang sudah lama disimpan di rumah.
  • Bila memang ada sesuatu yang kurang jelas mengenai pemberian antibiotik ini, jangan segan untuk bertanya kepada dokter atau bisa juga bertanya kepada apoteker yang bertugas di apotik tempat kita membeli antibiotik tersebut.
Dalam penanganan penyakit infeksi, pemberian antibiotik perlu diperhatikan dengan serius. Tidak semua penyakit infeksi memerlukan antibiotik. Ada aturan-aturan yang melingkupi konsumsi antibiotik.

Pemberian antibiotik dapat dibenarkan jika penyakit yang diderita disebabkan oleh infeksi bakteri. Pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik yang akan mempersulit pengobatan infeksi serta meningkatkan resiko kesakitan dan kematian.

Pengobatan Antibiotik

Selanjutnya adalah mengenai apa yang harus kita ketahui dalam hal langkah cara tips dan kiat dalam pengobatan antibiotika ini. Diantara beberapa hal yang perlu kita untuk mengetahui tentang hal ini adalah sebagai berikut :
  1. Pengobatan menggunakan antibiotik hanya digunakan pada seseorang pasien setelah dokter mendiagnosa adanya penyakit infeksi yang berat ataupun pada kasus-kasus cidera berat dan kasus bedah / operasi.
  2. Pengobatan antibiotik baru diperlukan bila infeksi tesebut berlangsung lebih dari beberapa hari dan hal tersebut dapat menimbulkan akibat merugikan pada pasien.
  3. Pemberian antibiotik harus dibawah pengawasan dokter dan hanya dapat diberikan oleh apoteker berdasarkan resep dokter.
  4. Pada beberapa jenis penyakit infeksi dengan gejala ringan tidak memerlukan pengobatan antibiotik justru hal tersebut akan memberikan kesempatan terangsangnya mekanisme kekebalan tubuh.

Efek Negatif Efek Samping Antibitik


Pemberian dan juga pengobatan antibiotik ini tentunya bisa menimbulkan efek negatif dari pengobatan antibiotika yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan dosis serta aturan pakainya yang dianjurkan oleh dokter. Beberapa efek reaksi antibiotik yang bisa ditimbulkannya diantaranya yaitu :
  • Reaksi alergi antibiotik. dari hal yang paling yang ringan yang bisa berupa gatal-gatal, yang lebih berat berupa syok anafilaksis / pingsan, bahkan sampai menimbulkan kematian. Yang perlu diwaspadai adalah seseorang dengan riwayat alergi dapat muncul reaksi alergi pada penggunaan ulang suatu antibiotika tertentu.
  • Reaksi Toksik. Reaksi toksik antibiotik ini juga tergantung pada jenis obat dan faktor pada tubuh pasien. Contoh tetrasiklin bisa mengganggu pertumbuhan jaringan tulang termasuk gigi bila diberikan pada anak-anak.
  • Super Infeksi. Yang dimaksud dengan hal tersebut yakni timbulnya infeksi baru karena penggunaan pengobatan antibiotik tertentu.
  • Resistensi Bakteri.Yang dimaksud dengan resisten terhadap obat antibitika ini yakni kemampuan antibiotik untuk membasmi bakteri tertentu berkurang, bahkan efek yang ditimbulkannya hilang sama sekali.
Bakteri dapat mengembangkan resistensi terhadap antibiotik, misalnya bakteri yang awalnya sensitif terhadap antibiotik, kemudian menjadi resisten. Beberapa bakteri mengembangkan resistensi genetik melalui proses mutasi dan seleksi, kemudian memberikan gen ini kepada beberapa bakteri lain melalui salah satu proses untuk perubahan genetik yang ada pada bakteri.

Ketika bakteri yang menyebabkan infeksi menunjukkan resistensi terhadap antibiotik yang sebelumnya sensitif, maka perlu ditemukan antibiotik lain sebagai gantinya. Sekarang penisilin alami menjadi tidak efektif melawan bakteri stafilokokus dan harus diganti dengan antibiotik lain.

Sebagian besar masyarakat kita pada umumnya juga kurang mengerti akan pemberian pengobatan antibiotik ini. Maka sekarang tak asing lagi di telinga kita bila mendapatklan obat dari medis atau tempat pelayananan kesehatan bahwa obat ini HARUS DIHABISKAN. Nah obat tersebut biasanya adalah salah satu jensi antibiotik.

Karena tidak dapat dipungkiri termasuk kita barangkali bila meminum obat dan sudah merasa sembuh makan seringkali penggunaan obat tersebut dihentikan walaupun belum sampai habis. Nah khusus dalam meminum obat antibiotika ini maka harus habis walaupun sudah merasa sembuh atau baikan.
Sunday, May 06, 2012

Pengobatan Dan Pencegahan Hipertensi

Pengobatan Hipertensi.Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko dari penyakit jantung koroner, gagal jantung sampai dengan kelainan irama jantung. Menurut hasil penelitian dari WHO telah menunjukkan bahwasannya hampir separoh dari kasus serangan jantung dipicu oleh tekanan darah tinggi. Untuk itulah Blog Keperawatan ini akan mencoba sharing mengenai pengobatan dan pencegahan hipertensi ini dan semoga artikel mengenai cara pengobatan dan pencegahan hipertensi ini dapat memberikan manfaat.

Menginjak kepada hal yang pertama yaitu tentang pencegahan hipertensi sahabat semuanya. Setiap hal yang berkaitan dengan penyakit maka kita akan mengenal akan istilah pencegahan dan juga pengobatan akan penyakit itu sendiri. Hal-hal yang dapat kita lakukan dalam hal pencegahan hipertensi ini adalah dengan :
  1. Mengurangi dalam hal mengkonsumsi garam.Bila kita menginginkan terhindar dari penyakit hipertensi ini alangkah baiknya kita sedari awal mengkonsumsi garam, karena konsumsi garam yang berlebihan akan meningkatkan faktor resiko hipertensi itu sendiri.
  2. Melakukan rutinitas dalam berolahraga. Olahraga ini efektif sekali dalam hal mencegah berbagi macam penyakit, termasuk penyakit hipertensi ini. Olahraga akan meningkatkan kesehatan dan juga daya tahan tubuh. Bila telah menderita penyakit hipertensi maka olahraga yang disarankan adalah olahraga yang ringan selama 30 menit dan seminggu paling tidak 3 kali. Olahraga ringan seperti halnya bersepeda dan juga berjalan kaki.
  3. Rajin dalam mengkonsumsi makanan dan juga buah-buahan yang kaya akan serat seperti halnya melon, tomat dan juga sayuran hijau.
  4. Menghindari dari konsumsi alkohol.
  5. Mengendalikan kadar kolesterol jahat dalam tubuh dan juga menghindari kegemukan atau obesitas.
  6. Tidak merokok dan bagi para perokok maka pencegahan hipertensi ini dengan menghentikan merokok itu sendiri.
  7. Menghindari dan mengendalikan diabetes bila mempunyai penyakit DM tersebut.
  8. Demikian tadi sahabat beberapa tips mencegah hipertensi yang dapat kita lakukan dan juga upayakan sendiri.Karena faktor perilaku hidup sehat juga salah satu hal terpenting dalam hal mencegah penyakit hipertensi ini.
pencegahan hipertensi, pengobatan hipertensi, Blog Keperawatan

Selanjutnya menginjak kepada hal yang kedua yaitu tentang pengobatan hipertensi. Sebenarnya dalam hal pengobatan hipertensi itu mutlak adalah otoritas dari Medis atau Dokter. Untuk kita khususnya adalah para perawat mengetahui akan pengobatan hipertensi ini adalah juga merupakan ilmu dan pengetahuan yang harus dimiliki. Karena itu semua berperanan penting dalam hal menjalankan peran perawat dan juga fungsi perawat itu sendiri.

Tujuan pengobatan hipertensi tidak hanya menurunkan tekanan darah saja tetapi juga mengurangi dan mencegah komplikasi akibat hipertensi agar penderita dapat bertambah kuat. Pengobatan hipertensi umumnya perlu dilakukan seumur hidup penderita. Pengobatan standar yang dianjurkan oleh Komite Dokter Ahli Hipertensi ( Joint National Committee On Detection, Evaluation And Treatment Of High Blood Pressure, Usa, 1988 ) menyimpulkan bahwa obat diuretika, penyekat beta, antagonis kalsium, atau penghambat ACE dapat digunakan sebagai obat tunggal pertama dengan memperhatikan keadaan pasien dan penyakit lain yang ada pada pasien hipertensi.

Pengobatan hipertensi meliputi beberapa langkah yang terdiri dari :
  • Langkah Pertama : pemberian obat pilihan pertama yang digunakan dalam pengobatan hipertensi ini adalah menggunakan diuretika, beta blocker, Ca antagonis, ACE inhibitor.
  • Langkah Kedua : Alternatif yang bisa diberikan dalam langkah ini yaitu dengan dosis obat pertama dinaikan, diganti jenis lain dari obat pilihan pertama dan yang selanjutnya ditambah obat ke –2 jenis lain, dapat berupa obat diuretika , beta blocker, Ca antagonis, Alpa blocker, clonidin, reserphin, vasodilator.
  • Langkah Ketiga : Alternatif yang bisa ditempuh yaitu dengan obat ke-2 diganti dan ditambah obat ke-3 jenis lain.
  • Langkah Keempat : Alternatif pemberian obatnya ditambah obat ke-3 dan ke-4, mengevaluasi kembali dan konsultasi, follow up yang bertujuan untuk mempertahankan therapi.
Selanjutnya dalam rangka mempertahankan terapi jangka panjang dari pengobatan hipertensi itu sendiri memerlukan interaksi dan komunikasi yang baik antara pasien dan petugas kesehatan ( dokter, perawat ) dengan cara pemberian pendidikan kesehatan. Karena kesembuhan penyakit hipertensi memerlukan kerjasama dari pasien dalam hal rutin meminum obat dan tahu mengenai cara dan dosis pemberian obat hipertensi itu sendiri. Maka peran perawat dalam hal ini juga penting dalam menjalin interaksi dengan pasien melalui pendidikan kesehatan.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam interaksi pasien dengan petugas kesehatan adalah sebagai berikut :
  1. Setiap kali pasien kontrol, pasien diberitahu hasil pengukuran tekanan darahnya.
  2. Diskusikan dengan pasien bahwa penyakit hipertensi tidak dapat sembuh, namun bisa dikendalikan untuk dapat menurunkan morbiditas dan mortilitas.
  3. Pasien tidak boleh menghentikan obat tanpa di diskusikan lebih dahulu dengan petugas kesehatan.
  4. Bicarakan dengan pasien tujuan yang hendak dicapai mengenai tekanan darahnya.
  5. Buatlah sesederhana mungkin pemakaian obat anti hipertensi misal 1 x sehari atau 2 x sehari tanpa merubah dosis dan aturan pakainya.
  6. Untuk pasien yang kurang patuh dalam menjalani therapi, usahakan kunjungan dan kontrolnya lebih sering.
  7. Mengikutsertakan keluarga pasien dalam hal menjalani proses therapi ini.
  8. Pada pasien tertentu mungkin akan lebih menguntungkan bila pasien atau keluarga dapat mengukur tekanan darahnya di rumah. Tentunya harus memiliki alat ukur sendiri dan cara mengukurnya. Sekarang ini alat digital pengukur tekanan darah banyak ditemukan dan dijumpai di apotik atau pun toko alat-alat kesehatan.
Demikian tadi sahabat mengenai pengobatan dan pencegahan hipertensi dan harapannya akan dapat memberikan manfaat bagi saya sendiri dan juga sahabat-sahabat semuanya.
Thursday, April 19, 2012

Mencegah Jantung Koroner

Cara Tips Pencegahan Jantung Koroner perlu untuk diktehui dan dipahami oleh kita semuanya. Karena penyakit jantung koroner adalah termasuk momok penyakit yang banyak menimbulkan kematian termasuk di Indonesia. Angka kematian jantung koroner pun semakin meningkat.

Bukan hanya di Indonesia saja, di dunia penyakit jantung koroner pun menjadi salah satu penyakit jantung yang menjadi pembunuh yang masuk dalam 3 besar penyakit yang mengakibatkan kematian. Untuk itulah kita juga perlu mengetahui bagaimana cara kiat sehat mencegah jantung koroner itu agar kita tidak mengalaminya penyakit tersebut yang telah banyak mengakibatkan banyak korban jiwa.

Cara Mencegah Jantung Koroner

Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam rangka pencegahan jantung koroner ini Bisa dimulai dari kebiasaan hidup kita yang sehat, menjalankan olahraga yang teratur dan juga rutin dan juga dengan memperhatikan pola makan yang sehat. Karena dalam hal melakukan tips mencegah jantung koroner ini harus dilakukan secara berkesinambungan dan kerjasama berbagai pihak pula.

Berikut beberapa hal yang terkait dengan upaya usaha cara kiat tips menjaga kesehatan jantung bila kita lakukan dari segi pola makan yang sehat :
  • Memperbanyak Makan Buah. Di Indonesia, masyarakat dalam hal mengkonsumsi buah-buahan masih rendah.Masyarakat lebih menyukai makanan cepat saji yang tentunya bila sering dilakukan dan juga dikonsumsi banyak dan juga dalam jangka waktu yang lama akan berakibat kurang sehat bagi kesehatan jantung kita. Dari konsumsi buah-buahan kita memperoleh banyak vitamin bagi tubuh dan juga tinggi serat.
  • Membatasi Makanan Yang Berminyak. Hal ini dapat kita lakukan dengan cara membatasi makanan yang digoreng. Minyak dalam hal ini memberikan kalori dua kali lebih banyak dibandingkan yang lainnya sehingga bila dikonsumsi banyak akan menimbulkan kegemukan dan salah satu faktor terjadinya penyakit penyakit jantung koroner ini adalah obesitas/kegemukan. Memilih jenis minyak yang tidak jenuh (karena mengurangi resiko penyempitan pembuluh darah termasuk pembuluh darah jantung/koroner). Minyak jenis ini seperti minyak jagung, minyak kacang kedelai dan minyak zaitun. Selain itu kita juga perlu menghindari dan juga mengurangi minyak yang berasal dari minyak kelapa, minyak sawit, atau minyak gajih hewan (daging atau lemak ayam).
  • Memperhatikan informasi dalam hal gizi dan cara memasak yang baik dan benar. Pada saat kita membeli produk makanan pada kemasan, kita harus memperhatikan kandungan lemak jenuh (saturated fat) karena minyak inilah yang kurang baik bagi kesehatan jantung kita. Bila kita ada acara makan di luar rumah / bepergian kita juga harus mempunyai pedoman dalam hal memilih dan mengolah bahan makanan yang baik bagi kesehatan jantung.
  • Banyak Mengkonsumsi Ikan. Ikan dalam hal ini cenderung mempunyai kadar lemak dan juga kolesterol yang rendah. Apalagi jenis ikan yang hidup di laut seperti ikan salmon dan tuna karena ikan jenis itu banyak mengandung omega 3 yang baik bagi kesehatan jantung kita.
Semoga dengan menerapkan pola makan yang sehat ini kita juga turut berpartisipasi menjaga kesehatan kita terutama dalam hal kesehatan jantung kita masing-masing. Marilah mulai dari sekarang kita mencoba dan menerapkan pola hidup makan yang sehat dan pola makan yang sehat bagi kesehatan jantung kita.
Thursday, February 16, 2012

Pemberian Obat

Cara Pemberian Obat yang benar seklaigus tepat akan memberikan efek dan dampak yang bagus dan efektif kepada proses penyembuhan penyakit yang sedang diderita. Walaupun proses pemberian obat adalah merupakan lingkup bidang medis dan juga para apoteker.

Akan tetapi kita sebagai orang yang kerapkali harus minum obat juga harus mengetahui akan beberapa hal yang berkaitan dengan konsumsi obat yang benar dan tepat agar obat itu bisa berefek pada penyembuhan penyakit bukan malah efek sebaliknya. Memperburuk ataupun bahkan memperparah penyakit yang sedang dialami oleh pasien.

Pemberian obat yang tepat dan sesuai dengan dosis adalah merupakan salah satu tanggung jawab penting bagi seorang perawat. Terutama bila dilakukan perawatan dan proses penyembuhan yang dilakukan di tempat pelayanan kesehatan seperti halnya Rumah sakit dan Puskesma. Meskipun obat bermanfaat bila digunakan sesuai dengan dosis serta aturan pakai, namun bukan berarti tanpa reaksi yang dapat merugikan.

Sebagai seorang perawat dan bekerja dalam bidang keperawatan kita juga harus bisa mengetahui prinsip-prinsip dasar dalam pemberian obat secara aman yang dikenal dengan prinsip benar pemberian obat.

Tujuan pemberian obat adalah memberikan obat sesuai dengan dosis dan cara pemakaian yang benar agar obat bisa memberikan efek penyembuhan terhadap suatu penyakit atau pun keluhan yang di rasakan oleh seseorang. Maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian obat antibiotika juga.

Reaksi Obat


Sebagai bahan atau benda asing yang masuk kedalam tubuh obat akan bekerja sesuai proses kimiawi, melalui suatu reaksi obat. Reaksi obat dapat dihitung dalam satuan waktu paruh yakni suatu interval waktu yang diperlukan dalam tubuh untuk proses eliminasi sehingga terjadi pengurangan konsentrasi setengah dari kadar puncak obat dalam tubuh.

Faktor Yang Mempengaruhi reaksi obat antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Absorbsi obat.
  2. Distribusi obat.
  3. Metabolisme obat.
  4. Eksresi sisa obat.
Pemberian Obat

Cara Pemberian obat ini adalah ada beberapa macam dan biasanya dilaksanakan dalam unit pelayanan kesehatan baik itu di Puskesmas, Klinik, ataupun dalam lingkup pelayanan Rumah Sakit. Dan berikut adalah beberapa beberapa hal yang berhubungan dengan memberikan obat dan tentunya harus sesuai dengan pendelegasian dari Medis atau Dokter.

Metoda Tehnik Pemberian Obat antara lain bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Oral
  2. Sublingual
  3. Inhalasi
  4. Rektal
  5. Pervaginam
  6. Perenteral
  7. Topikal/lokal

Kelebihan Kekurangan Dalam Pemberian Obat


Ada beberapa hal yang terkait dengan kekurangan serta kelebihan dalam hal metoda pemberian obat antara lain adalah sebagaia berikut :
  • Pemberian Obat Oral. Adalah obat yang cara pemberiannya melalui oral atau mulut. Untuk cara semacam ini ini relatif praktis,aman dan juga ekonomis. Kekurangan dari pemberian obat secara oral adalah efek yang timbul biasanya lambat, tidak efektif jika pasien sering muntah-muntah, diare, tidak sabaran, tidak kooperatif, dan tentunya kurang disukai jika rasanya pahit. Apalagi jika pasiennya adalah anak kecil.
  • Pemberian Obat Sublingual. Adalah pemberian obat yang ditaruh di bawah lidah. Tujuannya adalah agar efek yang ditimbulkan bisa segera karena pembuluh darah di bawah lidah merupakan pusat dari sakit. Kelebihan dari cara pemberian obat dengan sublingual adalah efek obat akan terasa lebih cepat dan kerusakan obat pada saluran cerna dan metabolisme di dinding usus dan hati dapat dihindari. Contoh yang banyak ditemui dalam masyarakat adalah pasien yang mempunyai penyakit jantung, seringkali memakai obat ini yang dinamakan ISDN / Isosorbid Dinitrat.
  • Pemberian Obat Dengan Cara Inhalasi. Adalah obat yang cara pemberiannya melalui saluran pernafasan. Kelebihan dari pemberian obat dengan cara inhalasi adalah absorpsi terjadi cepat dan homogen, kadar obat dapat terkontrol, terhindar dari efek lintas pertama dan dapat diberikan langsung kepada bronkus / saluran nafas. Untuk obat yang diberikan dengan cara inhalasi dalam bentuk gas atau uap yang akan diabsorpsi dengan cepat melalui alveoli paru-paru serta membran mukosa pada saluran pernapasan. Biasanya diberikan pada pasien-pasien yang mengidap penyakit paru seperti Asma
  • Pemberian Obat Rektal. Adalah obat yang cara pemberiannya melalui dubur atau anus. Maksudnya adalah mempercepat kerja obat serta bersifat lokal dan sistematik. Biasanya adalah obat pencahar atau obat agar bisa buang air besar. Biasanya dalam lingkup Rumah Sakit pada pasien yang akan Operasi Besar ataupun sudah lama tidak bisa buang air besar. Dan pemberian obat yang benar juga harus diperhatikan.
  • Pemberian Obat Secara Pervaginam. Adalah cara pemberian obat yang melalui vagina. Untuk bentuk tidak jauh beda dengan pemberian secara rektal. Dan biasanya diberikan pada pasien-pasien yang hamil dan mengalami pecah ketuban dan diberikan agar merangsang kontraksi.
  • Pemberian Obat Parenteral. Adalah obat yang cara pemberiaannya tanpa melalui mulut (tanpa melalui saluran pencernaan) tetapi langsung melalui pembuluh darah. Contohnya adalah sediaan injeksi atau suntikan. Tujuan pemberian obat dengan melalui parenteral ini adalah agar dapat langsung menuju sasaran dan efeknya lebih cepat. Kelebihannya bisa untuk pasien yang tidak sadar, sering muntah dan tidak kooperatif. Akan tetapi cara pemberian obat dengan cara ini kurang aman karena jika sudah disuntikan ke dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan lagi jika terjadi kesalahan. Maka sebagai perawat biasanya dalam memberikan ini benar-benar memperhatikan etiket obat serta nama obat dan cara pemberiannya.
  • Pemberian Obat Secara Topikal atau Lokal. Adalah obat yang cara pemberiannya bersifat lokal, misalnya tetes mata, salep, tetes telinga dan lain-lain.
Pemberian Secara Parenteral ini bisa melalui berbagi cara diantaranya yaitu :
  • Intravena ( IV ).Tidak ada fase absorpsi dalam pemberian obat secara intravena karena obat langsung masuk ke dalam vena, "onset of action" cepat, efisien, bioavailabilitas 100 %, baik untuk obat yang menyebabkan iritasi kalau diberikan dengan cara lain, biasanya berupa infus continue untuk obat yang waktu-paruhnya pendek (Joenoes, 2002).
  • Intramuskular ( IM )."Onset of action" pemberian obat secara intramusculer bervariasi, berupa larutan dalam air yang lebih cepat diabsorpsi daripada obat berupa larutan dalam minyak, dan juga obat dalam sediaan suspensi, kemudian memiliki kecepatan penyerapan obat yang sangat tergantung pada besar kecilnya partikel yang tersuspensi: semakin kecil partikel, semakin cepat proses absorpsi (Joenoes, 2002).
  • Subkutan ( SC )."Onset of action" lebih cepat daripada sediaan suspensi, determinan dari kecepatan absorpsi ialah total luas permukaan dimana terjadi penyerapan, menyebabkan konstriksi pembuluh darah lokal sehingga difusi obat tertahan/diperlama, obat dapat dipercepat dengan menambahkan hyaluronidase, suatu enzim yang memecah mukopolisakarida dari matriks jaringan (Joenoes, 2002).

Prinsip Enam Benar Pemberian Obat

Ada beberapa prinsip dalam pemeberian obat yang perlu diperhatikan. Prinsip tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Tepat Obat.
  2. Tepat Dosis.
  3. Tepat Pasien.
  4. Tepat Cara Metoda Pemberian Obat.
  5. Tepat Waktu.
  6. Tepat Dokumentasi.