Penyakit Hipertensi / Tekanan Darah Tinggi
24
komentar
1. Pengertian.
Penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan atau tekanan diastolik sama atau lebih besar 95 mmHg.( Kodim Nasrin, 2003 ).
Hipertensi dikategorikan menjadi 3 bagian yaitu :
- Hipertensi dikategorikan ringan apabila tekanan diastoliknya antara 95 – 104 mmHg.
- Hipertensi dikategorikan sedang jika tekanan diastoliknya antara 105 dan 114 mmHg.
- Hipertensi dikategorikan berat bila tekanan diastoliknya 115 mmHg atau lebih.
2. Penyebab.
Hipertensi menurut Lany Gunawan, 2001 berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi 2 golongan besar yaitu :
- Hipertensi Essensial (hipertensi primer) yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya.
- Hipertensi Sekunder yaitu hipertensi yang disebabkan oleh karena adanya penyakit lain.
Beberapa faktor yang seringkali menjadi penyebab dari penyakit hipertensi adalah :
- Faktor Keturunan. Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan tekanan darah tinggi jika orang tuanya adalah penderita tekanan darah tinggi.
- Kebiasaan Hidup. Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah konsumsi garam yang tinggi (melebihi dari 30 gr), kegemukan atau makan berlebihan, stress dan pengaruh lain misalnya merokok, minum alkohol, minum obat-obatan (ephedrine, prednison, epineprin).
- Ciri Perseorangan. Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya tekanan darah tinggi adalah umur (jika umur bertambah maka tekanan darah meningkat),jenis kelamin (laki-laki lebih tinggi dari perempuan) dan ras (ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih).
3. Patofisiologi.
Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak dipusat vasomotor, pada medulla diotak. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia simpatis di toraks dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui sistem saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya noreepineprin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah.Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokonstriksi. Individu dengan hipertensi sangat sensitif terhadap norepinefrin, meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respons rangsang emosi, kelenjar adrenal juga terangsang, mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi. Medulla adrenal mensekresi epinefrin, yang menyebabkan vasokonstriksi. Korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya, yang dapat memperkuat respons vasokonstriktor pembuluh darah. Vasokonstriksi yang mengakibatkan penurunan aliran ke ginjal, menyebabkan pelepasan rennin. Rennin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II, suatu vasokonstriktor kuat, yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh tubulus ginjal, menyebabkan peningkatan volume intra vaskuler. Semua faktor ini cenderung mencetuskan keadaan tekanan darah tinggi.
Untuk pertimbangan gerontologi. Perubahan struktural dan fungsional pada sistem pembuluh perifer bertanggungjawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada usia lanjut. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis, hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. Konsekuensinya, aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung (volume sekuncup), mengakibatkan penurunan curah jantung dan peningkatan tahanan perifer. ( Brunner & Suddarth, 2002 ).
4. Tanda Serta Gejala.
Tanda dan gejala pada penyakit hipertensi menurut Edward K Chung, 1995 terbagi menjadi dua yaitu :
- Tidak Ada Gejala. Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah, selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. Hal ini berarti hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan arteri tidak terukur.
- Gejala Yang Umum. Sering dikatakan bahwa gejala paling umum yang menyertai penyakit hipertensi ini yang meliputi nyeri kepala dan kelelahan. Dalam kenyataannya ini merupakan gejala umum yang mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis.
- Riwayat dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
- Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kerusakan organ seperti jantung dan juga ginjal.
- Pemeriksaan retina.
- EKG untuk mengetahui hipertropi ventrikel kiri.
- Pemeriksaan urin dengan urinalisa untuk mengetahui protein dalam urin, darah, glukosa
- Rontgen Thorax.
Sahabat membaca artikel mengenai Penyakit Hipertensi / Tekanan Darah Tinggi . Bila sahabat menganggap artikel Penyakit Hipertensi / Tekanan Darah Tinggi ini bermanfaat juga untuk sahabat lainnya silakan untuk men SHARE ulang di Facebook atau Twitter di bawah ini. Terima Kasih.





gan kalau hipertesi katanya ga boleh makan kambing ya?
ReplyDeletetrus ini lawannya darah rendah ga si? jadi kalau orang ga boleh makan kambing karena darah tinggi, maka yang darah rendah harus makan kambing. begitu saya tau.
bener ga si gan? heheh
Besar juga pengaruh dari keturununan ya Sob. Makasih info kesehatannya Teman.
ReplyDeleteHipertensi Essensial apa sejenis syndrom gitu ya sob?
ReplyDeleteKunjungan pagi sob... sebelum kuliah membaca dulu
ReplyDeletekalau tekanan darahnya rendah tapi marah2 melulu emosi tinggi itu gimana ya? *nanya serius* :D
ReplyDeletenah hipertensi seperti yg dibilang sobat penyebab hipertensi bisa karena faktor keturunan, misalnya nih sob ibu ato ayah kita penderita hipertensi, bagaimana kita sebagai anaknya mencegah agar hipertensi tsb tidak menurun ke kita ? pencerahannya ya sob :D
ReplyDeleteJadi faktor tekanan kehidupan ga termasuk dalam kategori penyebab nya ya Sahabat.
ReplyDeleteTerima kasih atas berbagi informasi mengenai kesehatan khususnya darah tinggi ini sahabat
ReplyDeletePena hadir serta absen kembali di Blog Keperawatan ini.
ReplyDeleteSukses terus sobat nurse
Hipertensi adalah peningkatan tekanan sistolik? Hehehe, sistolik tuh apa sob?
ReplyDeleteane 23 tahun sob, pada kondisi setelah beraktivitas tekanan darah saya 120, itu normal apa enggak ya...?
ReplyDeletetrus kata temen saya yg kul di kebidanan, pengukuran tensi itu paling baik saat bangun dari tidur, bener gak ?
*menanti tulisan tentang penyakit darah rendah*
ReplyDelete<-- Penderita darah rendah soalnya :(
untung aja sy gk punya pnyakit kyak gini, gk mau ah...
ReplyDelete@cerita anak kost : Mungkin untuk meningkatkan tekanan darah dalam waktu sebentar bisa sahabat daging kambing ini.Karena banyaknya mitos kalau daging kambing bisa menyebabkan darah tinggi.
ReplyDeleteSebenarnya tekanan darah tinggi ini proses terjadinya dalam waktu relatif lama, jadi tidak mungkin punya hipertensi terjadi tiba-tiba/mendadak sahabat.
@peduli alamku : Benar sahabat, faktor keturunan bisa berpengaruh.
ReplyDelete@Anak Rantau : Hipertensi primer adalah hipertensi yang sering terjadi sahabat.
@NF : Tekanan darah rendah biasanya karena dari sananya sahabat, kalau emosi bisa saja meningkatkan tekanan darah karena jantung akan memompa lebih banyak lagi darahnya.Tetapi sering emosi juga tidak baik sahabat, bisa juga menyebabkan sakit jantung nantinya.
@arriyadh prayugo : Kalau orang tua mempunyai riwayat hipertensi maka sang anak akan lebih mudah mengidap hipertensi juga sahabat karena faktor keturunan ini.
ReplyDeleteCara mencegahnya dengan pola hidup dan pola makan yang sehat sahabat.
Mungkin lain kali saya akan posting mengenai hal tersebut.Jadi ide untuk membuat postingan ini sahabat.
Semoga bisa memberikan manfaat
@Fahri Samudra : Sistolik adalah menggambarkan kerja jantung sewaktu berkontraksi sahabat.Bisa dilihat sewaktu kita memeriksakan tekanan darah, tentunya petugas kesehatan akan menjawab 2 hal misal tekanan darah 120/80 mmHg.Nah yang diatas 120 itu sistoliknya sahabat.
ReplyDelete@Cendekiawan IT : Setiap manusia setelah beraktifitas apalagi bila diukur tekanan darahnya tentu akan lebih tinggi dari pada waktu keadaan istirahat sahabat karena pengaruh dari jantung dalam memompa.Dalam beraktifitas, tentunya jantung akan bekerja lebih keras lagi dan efeknya akan meningkatkan tekanan darah itu sendiri.
Pengukuran sewaktu habis tidur karena jantung dalam keadaan normal sahabat, sehingga bisa menggambarkan tekanan darah yang sebenarnya.
bertambah lagi ilmu nieh .. maksih sob...
ReplyDeletethanks for sharing :)
ReplyDeleteBelajar kembali di sini kawan tentang kesehatan dan juga keperawatan
ReplyDeletelagi2 dapet ilmu kesehatan nih mas... makasih tutor tentang hipertensinya...moga bermanfaat dan semoga kita selalu sehat
ReplyDeletewow, begitu ya sob, hmmm, jadi tahu sekarang, makasih banyak lho sob :D
ReplyDeleteMaju terus para perawat Indonesia :D
@Ferry Nurse : Owh, ternyata gitu ya? Makasih ya sob, ane malahan nggak pernah ngukur tuh, hehehe, o iya, ada bingkisan kecil untuk sobat nih di postingan top commentator bulan April 2012, hehehe
ReplyDeleteSemoga bisa memberikan manfaat sahabat-sahabat semuanya dan terima kasih atas singgahnya ini
ReplyDelete