Penyakit Endokarditis

Penyakit Endokarditis - Penyakit Endokarditis Jantung Banyak sekali kalau kita membicarakan akan penyakit jantung yang ada di Indonesia atau pun di dunia. Karena memang penyakit jantung ini termasuk dalam kasus penyakit yang banyak menimbulkan kematian dan angka kematian penyakit jantung meningkat dari tahun ke tahun.

Endokarditis adalah karena adanya infeksi mikroorganisme pada endokardium (selaput jantung) atau katub jantung. Infeksi endokarditis biasanya terjadi pada jantung yang telah mengalami kerusakan. Penyakit ini didahului dengan endokarditis, biasanya berupa penyakit jantung bawaan, maupun penyakit jantung yang didapat. Dahulu infeksi pada endokard banyak disebabkan oleh bakteri sehingga seringkali disebut dengan endokariditis bakterial. Sekarang infeksi bukan disebabkan oleh bakteri saja, tetapi bisa disebabkan oleh mikroorganisme lain, seperti jamur, virus, dan lain-lain. Demikian kurang lebih pengertian endokrditis yang dapat kita simpulkan.

Endokarditis

Ada beberapa yang menjadi penyebab dari penyakit endokarditis ini dan biasanya adalah adanya kelainan penyakit jantung itu sendiri. Beberapa faktor predisposisi atau pun faktor pencetusnya diantaranya yaitu :
  1. Penyakit jantung rematik.
  2. Penyakit jantung bawaan. Dan termasuk dalam penyakit jantung bocor di dalamnya.
  3. Katub jantung prostetik. Biasanya pada pasien yang telah menjalani operasi bedah jantung dalam ranggak mengganti katup jantung dengan menggunakan katup jantung prostetik.
  4. Penyakit jantung sklerotik.
  5. Prolaps katub mitral (MVP / Mitral Valve Prolaps ).
  6. Post operasi jantung.
  7. Miokardiopati hipertrofi obstruksi.
Etiologi Penyebab Endokarditis
Endokarditis paling banyak disebabkan oleh streptokokus viridans yaitu mikroorganisme yang hidupnya menyukai didalam saluran napas bagian atas. Sebelum ditemukan antibiotik, maka 90 - 95 % endokarditis infeksi disebabkan oleh strptokokus viridans, tetapi sejak adanya pemberian antibiotik dan juga dalam hal ini khususnya adalah antibiotik streptokokus viridans 50 % penyebab infeksi endokarditis yang merupakan 1/3 dari sumber infeksi. Penyebab lain dari infeksi endokarditis yang lebih patogen yaitu stapilokokus aureus yang menyebabkan infeksi endokarditis subakut. Penyebab lainnya adalah Streptokokus fekalis, stapilokokus, bakteri gram negatif aerob/anaerob, jamur, virus, ragi, dan kandida.

Patofisiologi Endokarditis.
Jenis kuman penyebab endokardisitis ini sering masuk melalui saluran napas bagian atas selain itu juga melalui alat genital dan saluran pencernaan, serta pembuluh darah dan kulit. Endokard yang rusak dengan permukaannya tidak rata mudah sekali terinfeksi dan menimbulkan adanya vegetasi (penempelan) yang terdiri atas trombosis dan fibrin. Vaskularisasi jaringan tersebut biasanya tidak akan berlangsung dengan baik, sehingga hal ini akan memudahkan mikroorganisme berkembang biak dan akibatnya akan menambah kerusakan katup dan endokard, kuman yang sangat patogen dapat menyebabkan robeknya katub hingga terjadi kebocoran. Infeksi dengan mudah meluas ke jaringan sekitarnya, menimbulkan abses miokard atau aneurisme nekrotik. Bila infeksi mengenai korda tendinae maka dapat terjadi ruptur yang mengakibatkan terjadinya kebocoran katub.

Pembentukan trombus yang mengandung kuman dan kemudian lepas dari endokard merupakan gambaran yang khas pada endokarditis infeksi. Besarnya emboli bermacam-macam. Emboli yang disebabkan jamur biasanya lebih besar, umumnya menyumbat pembuluh darah yang besar pula. Tromboemboli yang terinfeksi dapat terangkut pula sampai di jaringan otak, limpa, ginjal, saluran cerna, jantung, anggota gerak, kulit, dan paru. Bila emboli menyangkut di ginjal. akan menyebabkan infark ginjal, glomerulonepritis. Bila emboli pada kulit akan menimbulkan rasa sakit dan nyeri tekan.

Tanda Gejala Endokarditis.
Tentunya setiap jenis penyakit akan banyak menimbulkan tanda gejala baik itu tanda gejala yang spesifik atau pun yang umum terjadi. Baik bagi organ yang diserang ataupun gejala tanda yang dapat kita temukan di tubuh pasien endokarditis ini. Pada gejala khusus maka karena terjadinya di organ jantung maka gejala tanda khusus akan dapat kita temukan pada jantung itu sendiri.

Gejala Umum pasien dengan endokarditis biasanya kita temukan hal-hal seperti berikut :
  1. Demam. Karena adanya infeksi pada tanda gejala yang paling cepat kita identitas adalah adanya demam. Demam endokarditis ini dapat berlangsung terus-menerus retermiten / intermiten atau tidak teratur sama sekali. Suhu 38 - 40 C terjadi pada sore dan malam hari, kadang disertai menggigil dan keringat banyak.
  2. Anemia. Anemia ini seringkali terjadi pada endokarditis yang telah berlangsung lama.
  3. Adanya pembesaran pada bagian limpha dan juga hati. Hanya saja tidak selalu terjadi pada setiap kasus.
Gejala Khusus Pada Jantung dengan Endokarditis.
Seperti yang telah disebut diatas, maka karena jantung sendiri yang terkena atau pun lebih khususnya adalah selaput jantung maka beberapa tanda gejala umum pada jantung yang dapa kita temukan diantaranya yaitu :
  1. Sesak napas.
  2. Takikardi. (Nadi diatas normal).
  3. Sianosis. (Kebiru-biruan karena oksigenasi yang kurang pada bagian yang mengalami sianosi ini)
  4. Jari tabuh (clubbing of the finger). Biasanya khas sekali pada kelainan jantung bawaan yang berkaitan erat dengan endokarditis ini.
  5. Gagal Jantung. Kelainan dan sampai terjadinya gagal jantung ini biasanya pada stadium akhir endokarditis infeksi, dan lebih sering terjadi pada insufisiensi aorta dan insufisiensi mitral, jarang pada kelainan katub pulmonal dan trikuspid serta penyakit jantung bawaan non valvular
sahabat-sahabat demikian yang sedikit mengenai penyakit endokarditis dilihat dari tinjauan medisnya. Dan selanjutnya kita akan memposting mengenai endokarditis ini ditinjau dari segi keperawatannya yaitu mengenai askep endokarditis dan semoga nantinya asuhan keperawatan endokarditis dan pengetahuan kesehatannya tentang hal tersebut di atas bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

Ventrikel Septal Defect (VSD)

Ventrikel Septal Defect (VSD) - Ventrikel Septal Defect (VSD) Penyakit jantung VSD ini adalah salah satu kelainan jantung bawaan pada anak-anak dan juga seringkali disebut dengan jantung bocor. Pada pembahasan mengenai Penyakit Jantung Bocor Anak dan salah satunya Ventrikular Septal Defect ini. Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share sedikit mengenai penyakit VSD ini dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

Yang dimaksud dengan VSD (Ventricular Septal Defect) adalah terjadi bila sekat (septum) ventrikel tidak terbentuk sempurna. Akibatnya darah dari bilik kiri mengalir ke bilik kanan pada saat systole. Ada juga yang mengartikan bahwasannya VSD adalah VSD adalah suatu keadaan dimana terdapat defek ( lubang ) abnormal pada sekat yang memisahkan antara ventrikel kanan dan kiri sehingga adanya percampuran antara darah bersih dan juga darah kotor. Demikian kurang lebih pengertian VSD Ventrikel Septal Defect. Dan VSD ini terbagi menjadi dua jenis VSD yaitu Membranous ( terjadi + 80 % )dan juga Muskular.

Ventrikular Septal Defek (VSD), Blog Keperawatan

Selanjutnya adalah mengenai etiologi penyebab VSD adalah pada perkembangan Embrio maka gabungan ventrikuler dan membranous terjadi saat kehamilan umur 4 – 8 minggu. Perkembangan septum muskular tejadi saat ventrikel kana dan kiri membentuk sumbu ( fuse ) sedangkan septum membranous terjadi akibat pertumbuhan dari “ endocardial ciushius “.Selama proses pembentukan sekat ini dapat terjadi defek kongenital akibat gangguan pembentukan ini. VSD lebih sering ditemukan pada anak-anak dan seringkali merupakan suatu kelainan jantung bawaan. Pada anak-anak, lubangnya sangat kecil, tidak menimbulkan gejala dan seringkali menutup dengan sendirinya sebelum anak berumur 18 tahun. Pada kasus yang lebih berat, bisa terjadi kelainan fungsi ventrikel dan gagal jantung. VSD bisa ditemukan bersamaan dengan kelainan jantung lainnya.

Faktor prenatal yang mungkin berhubungan dengan penyakit Jantung Bawaan VSD diantaranya yaitu :
  1. Rubella atau infeksi virus lainnya pada ibu hamil
  2. Gizi ibu hamil yang buruk
  3. Ibu yang alkoholik
  4. Usia ibu diatas 40 tahun
  5. Ibu menderita diabetes
Ada beberapa tanda gejala VSD dan terbagi menjadi tanda gejala VSD dengan lubang yang kecil, lubang sedang, dan VSD dengan lubang besar. Berikut adalah Tanda Gejala VSD :
1.VSD Kecil :
  1. Tidak memperlihatkan keluhan.
  2. Pertumbuhan perkembangan pada umumnya normal.
  3. Bising jantung biasanya terdeteksi umur 2-6 bulan.
  4. Pada auskultasi biasanya bunyi jantung normal.
  5. Defek muskular ditemukan bising sistolik dini,pendek, dan mungkin didahului oleh early sistolik click.
  6. Ditemukan bising pansistolik di sela iga 3 – 4 garis sternal kemudian menjalar sepanjang garis sternum kiri bahkan ke seluruh prekordium.
2.VSD Sedang :
  1. Pada Bayi :Sesak nafas pada waktu makan dan minum atau tidak mampu menghabiskan makanan dan minumnya.
  2. Peningkatan berat badannya terhambat.
  3. Seringkali menderita infeksi paru yang memerlukan waktu yang lama untuk sembuh.
  4. Gagal jantung mungkin terjadi sekitar 3 bulan.
  5. Fisik bayi tampak kurus dengan dyspnoe-takipnoe serta retraksi sela iga.
  6. Pada pasien besar dapat terjadi penonjolan dada.
3.VSD Besar :
  1. Gejala dan gagal jantung sering terlihat.
  2. Pasien tampak sesak,pada saat istirahat kadang pasien biru,gagal tumbuh dan banyak keringat.
  3. Sering terkadi infeksi saluran nafas bagian bawah.
  4. Aktifitas prekardium meningkat.
  5. Bising yang terdengar nada rendah,pansistolik dan tidak terlokalisir.
  6. Gejala sering timbul setelah minggu ke 3 sampai dengan minggu ke 4 pada saat resistensi paru sudah menurun.
4.VSD dengan resistensi paru tingi atau Sindrom Eisenmenger :
  1. Terlihat dada menonjol akibat pembesaran ventrikel kanan yang hebat.
  2. Terjadi pirau terbalik dari kanan ke kiri sehingga pasien sianotik.
  3. Sering terjadi batuk dan infeksi saluran nafas berulang
  4. Terjadi gangguan pertumbuhan yang makin hebat.
  5. Terlihat adanya jari-jari tabuh.
  6. Pada pemeriksaan auskultasi,bunyi jantung dengan split yang sempit.
  7. Pada pemeriksaan palpasi,hepar terasa besar akibat bendungan sistemik.
Pemeriksaan Penunjang Penyakit Jantung VSD :
1.EKG :
  1. Gambaran EKG pada pasien VSD dapat menggambarkan besar kecilnya defek dan hubungannya dengan hemodinamik yang terjadi :
  2. Pada VSD kecil, gambaran EKG biasanya normal,namun kadang-kadang di jumpai gelombang S yang sedikit dalam dihantaran perikardial atau peningkatan ringan gelombang R di V5 dan V6.
  3. Pada VSD sedang,EKG menunjukkan gambaran hipertrofi kiri.Dapat pula ditemukan hipertrofi ventrikel kanan,jika terjadi peningkatan arteri pulmonal.
  4. Pada VSD besar, hampir selalu ditemukan hipertrofi kombinasi ventrikel kiri dan kanan.Tidak jarang terjadi hipertrofi ventrikekl kiri dan kanan disertai deviasi aksis ke kanan ( RAD ).Defek septum ventrikel membranous inlet sring menunjukkan deviasi aksis ke kiri. ( LAD ).
2.Gambaran Radiologi Thorax VSD :
  1. Pada VSD kecil, memperlihatkan bentuk dan ukuran jantung normal dengan vaskularisasi peru normal atau sedikit meningkat.
  2. Pada VSD sedang, menunjukkan kardiomegali sedang dengan konus pulmonalis yang menonjol, hilus membesar dengan vaskularisasi paru meningkat.
  3. Pada VSD besar yang disertai hipertrofi pulmonal atau sindroma eisenmenger tampak konus pulmonal sangat menonjol dengan vaskularisasi paru yang meningkat di daerah hilus namun berkurang di perifer
3.Echocardiografi :
  1. Pemeriksaan echocardiografi pada VSD meliputi M-Mode, dua dimensi doppler. Pada doppler berwarna dapat ditemukan lokasi, besar dan arah pirau.
  2. Pada defek yang kecil, M-Mode dalam batas normal sedangkan pada dua dimensi defek kecil sulit dideteksi.
  3. Pada defek sedang lokasi dan ukuran dapat ditentukan dengan ekokardigrafi dua dimensi, dengan M-Mode terlihat pelebaran ventrikel kiri atau atrium, kontraktilitas ventrikel masih baik.
  4. Pada defek besar, ekokardiografi dapat menunjukkan adanya pembesaran ke empat ruang jantung dan pelebaran arteri pulmonalis.
4.Kateterisasi jantung :
Kateterisasi jantung diperlukan pada :
  • VSD kecil dan sedang yang disuga ada peningkatan tahanan paru.
  • VSD besar dan atau gagal jantung.
Tujuan kateterisasi jantung terutama untuk mengetahui :
  • Jumlah defek.
  • Evaluasi besarnya pirau.
  • Evaluasi tahanan vaskular paru.
  • Evaluasi beban kerja ventrikel kanan dan kiri.
  • Mengetahui defek lain selain VSD.
Kateterisasi jantung kanan untuk mengukur tekanan dan saturasi pada aliran darah pulmonal sedangkan kateterisasi jantung kiri untuk aliran darah sistemik.

Komplikasi Jantung Bocor Anak VSD :
  1. Gagal Jantung Kongestif.
  2. Hipertensi Arteri Pulmonalis.
  3. Bakterial Endokarditis.
Terapi Medis
  1. Untuk mengatasi gagal jantung.
  2. Mengurangi gejala klinik.
  3. Mengurangi frekuensi infeksi saluran nafas.
  4. Untuk mencapai pertumbuhan normal.

A.Pengobatan Konservatif :
  • Oksigen.
  • Digitalis.
  • Diuretik.
  • Dopaminergik.
  • Vasodilator.
  • Ace Inhibitor.

B.Operatif Bedah :
Paliatif : Pulmonary Arteri Banding ( PAB ), banding ( penyempitan ) pada cabang utama arteri pulmonal untuk mengurangi aliran darah pulmonal. Umumnya dilakukan pada anak dengan CHF.
Penutup VSD ( prosedur pilihan ).
Lubang kecil dengan melakukan jahitan langsung.
Lubang besar dengan menggunakan tambahan “ dacron “
Kedua prosedur diatas menggunakan mesin jantung paru,prosedur bedah dilakukan melalui atrium kanan dan katub trikuspid.

Penatalaksanaa ASD :
Pasien ASD baru dirawat di rumah sakit bila sedang mendapat infeksi saluran nafas, karena biasanya sangat dispnea dan sianosis sehingga pasien terlihat payah. Masalah pasien yang perlu diperhatikan ialah bahaya terjadinya gagal janung, resiko terjadi infeksi saluran napas, kebutuhan nutrisi, gangguan rasa aman dan nyaman, kurangnya pengetahuan orang tua tentang penyakit.

Pasien dengan ASD perlu ditolong dengan obat-obatan untuk mengatasi gagal jantung. Biasanya diberikan digoksin dan diuretika, missal: lasik. Bila obat dapat memperbaiki keadaan, yang dilihat dengan membaiknya pernapasan dan pertambahan berat badan, maka operasi dapat ditunda sampai usia 2-3 tahun. Tindakan bedah sangat menolong, karena tanpa tindakan bedah harapan hidup berkurang. Operasi bila perlu dilakukan pada umur muda jika pengobatan medis untuk mengatasi gagal jantung tidak berhasil.

Demikian tadi sahabat-sahabat semuanya mengenai VSD dilihat dari tinjauan medisnya dan pada postingan berikut ini akan dibahas mengenai askep VSD Ventrikular Septal Defek ini yang ditinjau dari segi keperawatan dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

Macam Jenis Penyakit Jantung

Jenis-Jenis Penyakit Jantung adalah banyak macamnya. Ada jenis penyakit jantung koroner, penyakit gagal jantung (CHF), Penyakit katup jantung, penyakit jantung bawaan, dan sebagainya.

Berbagai macam penyakit jantung senantiasa menghantui kita semua, baik itu penyakit jantung anak dengan beragam macam kelainan jantung bawaan atau pun berbagai macam penyakit jantung di semua umur. Bila melihat jenis penyakit jantung yang seringkali menimpa orang dewasa dan khususnya adalah dewasa pria salah satunya adalah penyakit jantung koroner.

Jenis penyakit jantung serta macam penyakit jantung sebenarnya banyak sekali sahabat. Beberapa diantaranya penyakit jantung tersebut bisa menimbulkan kematian dalam jangka waktu relatif cepat bila tidak segera mendapatkan pertolongan serta penanganan dan pengobatan yang cepat dan tepat tentunya.

Sehingga selain kita mengetahui akan berbagi macam jenis penyakit jantung, pencegahan penyakit jantung pun perlu kita ketahui. Karena pada dasarnya mencegah penyakit jantung akan jauh lebih baik daripada mengobati penyakit jantung itu sendiri.

Macam Jenis Penyakit Jantung
Macam Jenis Penyakit Jantung

Macam Penyakit Jantung


Ada beberapa jenis dan macam penyakit jantung dan diantaranya yaitu :

Akut Miokard Infark (AMI)

Jenis penyakit jantung inilah yang paling banyak membunuh dari sekian banyak penderita sakit jantung. Proses penyakitnya berjalan dengan sangat cepat dan juga membutuhkan pertolongan dengan segera. Akut Miokard Infark ini secara mudahnya adalah kematian dari otot jantung karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah koroner.

Sedangkan fungsi pembuluh darah koroner adalah memberikan nutrisi ke otot jantung untuk bekerja memompa darah ke seluruh tubuh. Bila fungsinya terhambat, terganggu bahkan sampai tidak berfungsi maka akan berakibat fatal. Karena adanya penyumbatan ini, maka pembuluh darah koroner yang berperanan besar dalam menyuplai darah dan oksigen akan mengalami kerusakan bahkan sampai kematian mendadak. Diagnosa dan pengobatan yang tepat dapat menyelamatkan penderita dari kematian.

Gagal Jantung Kongestif / CHF

Penyakit gagal jantung kongestif ini adalah satu dari jenis macam penyakit jantung. Yang dimaksud dengan gagal jantung kongestif adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh.

Padahal fungsi jantung salah satu diantaranya yaitu fungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Dengan adanya kegagalan ini maka tubuh tidak tersuplai darah dengan baik. dan akan terjadi apa yang dinamakan dengan gagal jantung.

Aterosklerosis

Penyakit jantung jenis ini kelainannya adalah penebalan dinding arteri sebelah dalam karena endapan plak (berupa lemak dan kolesterol) sehingga menghambat serta menyumbat pasokan darah ke sel-sel otot.

Aterosklerosis dapat terjadi di seluruh bagian tubuh. Bila terjadi pada dinding arteri jantung, maka disebut penyakit jantung koroner (PJK) atau penyakit jantung iskemik.

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit jantung rematik ini biasanya menyerang pada anak-anak dan juga bisa merupakan penyebab penyakit katup jantung. Penyakit jantung rematik adalah penyakit jantung yang terfokus pada kerusakan pada katup jantung karena demam rematik, yang disebabkan oleh bakteri streptokokus.


Penyakit Katup Jantung

Jenis penyakit jantung ini sesuai dengan namanya maka penyakit ini menyerang pada katub jantung, sedangkan katup jantung itu mempunyai fungsi dalam mengendalikan aliran darah dalam ruang-ruang jantung. Kelainan katup jantung yang dapat mengganggu aliran tersebut, antara lain karena pengecilan (stenosis), kebocoran (regurgitasi), atau tidak menutup sempurna (prolaps).

Kelainan katup dapat terjadi sebagai bawaan lahir maupun karena infeksi. Demikian yang dimaksud dengan Penyakit katup jantung.


Demikian tadi sahabat mengenai beberapa macam penyakit jantung dan semoga bisa berguna serta bermanfaat bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan jantung kita dari berbagai macam jenis penyakit jantung ini.

Pada kesempatan yang lain mungkin akan dibahas bagaimana cara mencegah penyakit jantung karena pencegahan seperti yang diutarakan di atas akan jauh lebih baik daripada mengobati penyakit jantung.

Penyakit Katup Jantung

Penyakit Katup Jantung. Fungsi katup jantung adalah untuk memastikan bahwa darah mengalir dengan bebas pada satu arah aliran dan tidak adanya aliran balik yang bocor. Dan katup jantung yang terdiri dari 4 katup jantung yaitu 2 katup atrioventrikuler, yaitu dari atrium ke ventrikel, dan 2 katub semilunar yaitu pulmonal dan aorta, dari ventrikel ke sirkulasi pulmonal dan sirkulasi sistemik. Daun katup ini sangat responsif, sehingga perbedaan tekanan yang kecil ( kurang dari 1 mmHg ) antara 2 ruang jantung, sudah mampu membuka dan menutup daun katub tersebut. Nah kali ini Blog Keperawatan akan sharing sedikit mengenai penyakit katup jantung dan semoga dengan kita mengenal akan penyakit katup jantung / orang awam menyebutnya dengan penyakit klep jantung akan berguna.

Penyakit katup jantung akan menyebabkan kelainan pada aliran darah yang melintasi katub tersebut. Bisa berupa yang kita kenal di masyarakat dengan sebutan jantung bocor. Jadi kelainannya adalah terletak pada katup jantung tersebut. Bisa berupa klep jantung yang mengalami stenosis dan juga katup jantung yang mengalami insufisiensi.

penyakit katup jantung, penyakit klep jantung, Blog Keperawatan

Katup jantung yang terserang penyakit klep jantung ini menimbulkan kelainan / gangguan yang berupa :
  1. Insufisiensi / Regurgitasi Katup. Daun katub tidak dapat menutup dengan rapat sehingga darah dapat mengalir balik. Regurgitasi katup jantung menyebabkan peningkatan beban volume dan dilatasi ruang jantung yag menerima darah balik.
  2. Stenosis Katup. Lubang katub mengalami penyempitan sehingga aliran darah mengalami hambatan. Stenosis klep jantung meningkatkan afterload dan menyebabkan hipertropi pada atrium dan ventrikel karena memompa darah melawan peningkatan tekanan. Disfungsi katup jantung dapat juga terjadi secara bersamaan, mungkin stenosis dan regurgitasi ( lesi campuran ).
Penyebab Penyakit Katup Jantung dapat dibagi atas reumatik ( lebih dari 90 % kasus ) dan non reumatik. Reumatik atau yang dikenal dengan RHD ( Rheumatic Heart Disease ) merupakan penyebab penyakit jantung paling umum, yang biasanya terjadi sejak masa kanak-kanak. Jaringan yang diserang pada demam rematik meliputi lapisan dari katub jantung, kulit, sendi dan otak. RHD adalah penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh Streptococcus Beta Hemoliticus group A yang menginfeksi saluran atas ( infeksi tenggorokan ) dan umumnya dibutuhkan waktu 2-3 minggu sampai timbul gejala-gejala demam rematik.

Klep jantung bisa mengalami kelainan fungsi baik karena kebocoran (regurgitasi katup) atau karena kegagalan membuka secara adekuat (stenosis katup). Keduanya dapat mempengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah. Kadang-kadang satu katup mempunyai kedua masalah tersebut.

Penyebab penyakit katup jantung yang lain bisa berupa :
  1. Perubahan degeneratif jaringan, misalnya myxcoma, calsifikasi.
  2. Trauma/infeksi.
  3. CHD ( Coronary Heart Disease ), Myocardial infarction dengan ruptur muscullus papillaris,yang menyebabkan disfungsi katub atrioventrikuler.
  4. Kelainan kongenital.
  5. Penyakit sistemik misalnya lupus erytematous dan scleroderma.
Jenis Penyakit Katup jantung adalah :
  1. Regurgitasi Katup Mittral
  2. Prolaps Katup Mitral
  3. Stenosis Katup Mitral
  4. Regurgitasi Katup Aorta
  5. Stenosis Katur Aorta
  6. Regurgitasi Katup Trikuspidalis
  7. Stenosis Katup Trikuspidalis
  8. Stenosis Katup Pulmoner.
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai penyakit katup jantung dan mungkin lain waktu akan dijelaskan satu persatu jenis penyakit jantung yang telah disebut di atas. Semoga dengan kita mengenal akan penyakit katup jantung ini akan menambah pengetahuan kita dalam bidang kesehatan dan juga jenis penyakit klep jantung ini.

Nyeri Dada

Nyeri Dada. Nyeri dada adalah keluhan yang paling banyak dirasakan oleh para pasien dan penderita panyakit jantung koroner. Nyeri dada juga bisa disebabkan oleh berbagai macam penyebab, bisa dari otot atau tulang, jantung, paru-paru, saluran pencernaan, atau bisa pula karena masalah psikologis. Dan semoga yang sedikit ini tentang nyeri dada / sakit dada bisa memberikan tambahan pengetahuan kesehatan bagi kita semua.

Nyeri karena masalah penyakit paru-paru atau kelainan paru biasanya berkaitan dengan tarikan napas, dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti demam, batuk, atau sesak. Nyeri saat menarik nafas panjang contohnya.

Gejala nyeri khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina.

nyeri dada, Blog Keperawatan

Berikut beberapa pengertian nyeri dada diantaranya yaitu :
  1. Nyeri dada adalah perasaan nyeri / tidak enak yang mengganggu daerah dada dan seringkali merupakan rasa nyeri yang diproyeksikan pada dinding dada (referred pain)
  2. Nyeri dada ( sakit dada ) akibat penyakit paru misalnya radang pleura (pleuritis) karena lapisan paru saja yang bisa merupakan sumber rasa sakit, sedang pleura viseralis dan parenkim paru tidak menimbulkan rasa sakit (Himawan, 1996)
  3. Nyeri koroner adalah rasa sakit akibat terjadinya iskemik miokard karena suplai aliran darah koroner yang pada suatu saat tidak mencukupi untuk kebutuhan metabolisme miokard.
Penyebab nyeri dada bisa karena faktor dari cardial dan juga non kardial.
1. Faktor Dari Kardial yaitu :
  1. Koroner
  2. Non Koroner
2. Faktor Dari Non Kardial yaitu :
  1. Pleural
  2. Gastrointestinal
  3. Neural
  4. Psikogenik (Abdurrahman N, 1999)
Tanda gejala yang biasa menyertai nyeri dada adalah :
  • Nyeri ulu hati
  • Sakit kepala
  • Nyeri yang diproyeksikan ke lengan, leher, punggung
  • Diaforesis / keringat dingin
  • Sesak nafas
  • Takikardi
  • Kulit pucat
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Mual, Muntah, Anoreksia
  • Cemas, gelisah, fokus pada diri sendiri
  • Kelemahan
  • Wajah tegang, merintih, menangis
  • Perubahan kesadaran

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk pemeriksaan dan juga keluhan nyeri dada ini adalah dengan :
  1. EKG 12 lead selama episode nyeri. Pada pemeriksaan EKG biasanya didapatkan : Takhikardi / disritmia. Rekam EKG lengkap : T inverted, ST elevasi / depresi, Q Patologis
  2. Laboratorium. Kadar enzim jantung : CK, CKMB, LDH. Fungsi hati : SGOT, SGPT. Fungsi Ginjal : Ureum, Creatinin. Profil Lipid : LDL, HDL
  3. Foto Thorax
  4. Echocardiografi
  5. Kateterisasi jantung
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai nyeri dada dan semoga bisa berguna serta memberikan manfaat. Dan selanjutnya akan kita bahas mengenai askep nyeri dada pada postingan berikutnya.

Penyakit Jantung Bocor Anak

Penyebab Tanda Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada anak sudah seharusnya pada orang tua mengenalinya semenjak dini. Karena dengan mengenali akan tanda-tanda penyakit jantung bawaan pada anak maka bentuk pengobatan dan tindakan medis segera akan bisa dilakukan sehingga anak-anak akan lebih baik lagi kehidupannya di masa mendatang.

Penyakit jantung bawaan ada yang memiliki gejala tapi ada juga yang tidak sehingga banyak orangtua yang tidak menyadari gangguan jantung pada bayinya. Kenali tanda-tanda yang muncul dari penyakit jantung bawaan. Kelainan struktur jantung yang menyebabkan adanya lubang pada sekat jantung atau lazim disebut jantung bocor termasuk dalam penyakit jantung bawaan yang banyak diderita anak-anak.

Penyakit jantung kongenital dapat mempunyai beragam penyebab. Penyebab-penyebabnya termasuk faktor lingkungan (seperti bahan-bahan kimia, obat-obatan dan infeksi-infeksi), penyakit-penyakit tertentu ibu, abnormalitas chromosome, penyakit-penyakit keturunan (genetik) dan faktor-faktor yang tidak diketahui (Idiopathic).

Proses pembentukan jantung pada janin ini terjadi pada saat masa awal pembuahan (konsepsi), bahkan sebelum sang ibu tersebut sadar dirinya tengah menjlani kehamilan. Formasi jantung ini telah sempurna pada akhir masa trimester pertama kehamilan. Jantung manusia mulai membentuk struktur kantong tunggal pada waktu minggu keempat kehamilan.

Pada minggu kedelapan, kantong tersebut secara bertahap membesar. Sekat jantung (septum) tumbuh untuk memisahkan serambi (atrium) dan bilik (ventrikel) jantung di sisi kanan dan sisi kiri. Empat katup jantung terbentuk untuk mengatur aliran darah dari rongga-rongga jantung menuju paru dan tubuh.

Penyakit Jantung Bawaan

Saat bayi masih di kandungan, aliran oksigen dan karbondioksida berlangsung melalui apa yang disebut dengan plasenta. Sehingga kelainan jantung bocor pada saat itu tidak akan membawa masalah bagi bayi. Setelah bayi lahir dan tentunya pula tali plasenta penghubung tersebut dipotong, maka akan bisa terlihat bila ada masalah pada jantung anak. Tanda pertama kelainan jantung adalah dengan adanya suara bising (murmur). Dokter dalam hal ini dapat mengetahuinya dan mendengarnya melalui stetoskop.

Namun, untuk memastikan penyebab bising tersebut, diperlukan rontgen jantung, EKG dan pemeriksaan penunjang jantung lainnya. Tanda lainnya antara lain berupa detak jantung tidak normal (takikardia), nafas pendek, kesulitan menyusui (karena nafas yang pendek) dan gangguan pertumbuhan dan kulit yang membiru (sianotik).

Pada kasus jantung bocor, sirkulasi darah kotor mengalir ke sirkulasi darah bersih sehingga terjadi percampuran darah sehingga dampaknya pada bayi tersebut menjadi biru. Bila terlalu banyak darah kotor beredar ke sirkulasi darah bersih dan memasuki organ-organ penting seperti otak, maka bisa terjadi sesak napas, disertai kejang, bahkan kematian.

Jenis Macam Penyakit Jantung Bawaan

Ada dua jenis Penyakit Jantung Bawaan, yaitu Penyakit Jantung Bawaan Biru (sianotik) dan Penyakit Jantung Bawaan tidak biru (asianotik). PJB biru bisa dikenali dengan mudah yakni ujung-ujung kuku, bibir dan lidah berwarna biru. Sedangkan PJB tidak biru gejalanya tidak langsung terlihat.

Beberapa tanda jantung bocor pada anak juga juga dapat dilihat dari beberapa hal berikut :
  1. Sianosis (di mana bibir, kulit, dan kuku menjadi berwarna biru pucat).
  2. Napas cepat dan sulit makan serta minum.
  3. Infeksi paru yang seringkali berulang.
  4. Berat badan sulit untuk naik.
  5. Tidak dapat melakukan aktifitas / berolahraga dengan baik seperti pada anak umumnya.
Kelainan jantung bawaan memerlukan pendeteksian sejak dini dan seawal mungkin. Ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan rutin selama kehamilan terutama untuk mengetahui normal tidaknya detak jantung bayi.Dan juga untuk memeriksa resiko kehamilan lainnya.

Orangtua juga perlu curiga serta juga waspada bila anak mengalami gejala seperti halnya mudah sakit, gampang capek dan badannya kurus. Itu adalah tanda awal jantung bocor. Kelainan jantung bawaan seperti ini memang seringkali terabaikan bahkan tidak diketahui oleh orang tua karena memang keterbatasan akses informasi dan pengetahuan mengenai berbagai macam kelainan jantung.

Kebanyakan kasus Penyakit Jantung Kongenital memang harus menjalani beberapa tindakan dan termasuk di dalamnya adalah operasi. Namun ada juga kasus kebocoran jantung yang bisa sembuh hanya dengan pemberian obat-obatan. Tentunya hal ini atas saran dari tenaga medis dokter yang berkompeten dalam hal ini.

Kebanyakan kelainan jantung bawaan akan memerlukan pembedahan atau prosedur intervesional guna memperbaiki masalah yang ada. Sering kali anak-anak dengan penyakit jantung bawaan juga akan memerlukan pengobatan guna memperbaiki fungsi jantung.

Anak-anak dan dewasa yang memiliki masalah penyakit jantung bawaan termasuk dalam hal ini jantung bocor pada anak masyarakat umum menyebutnya demikian harus diterapi oleh seorang spesialis jantung (kardiologis) anak yang ahli dalam penyakit jantung bawaan. Beberapa jenis penyakit bisa jadi memerlukan pendekatan sebuah tim (yang terdiri dari beberapa dokter dengan spesialisasi berbeda) seiring dengan pertumbuhan anak menjadi dewasa.