Berbagi Beragam Info Umum Dan Kesehatan

Tentang Depresi

Tanda Gejala Depresi seseorang sedang mengalami apa yang dinamakan gundah, kesedihan berkepanjangan dan berlarut-larut maka hal ini bisa saja gejala deperesi sedang malanda sahabat-sahabat semunya. Dalam dunia medis hal yang berkaitan dengan depresi memang banyak hal dapat digali. Karena bila masalah depresi ini misal stressor berlebihan dibiarkan berlarut-larut dan berkepanjangan maka akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan jiwa kita.

Depresi adalah gangguan alam perasaan yang berat dan dimanifestasikan dengan gangguan fungsi sosial dan fungsi fisik yang hebat, lama dan menetap pada individu yang bersangkutan. Depresi adalah suatu jenis alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologik seperti halnya rasa susah, murung, sedih, putus asa dan tidak bahagia, serta komponen somatik seperti halnya : anoreksia, konstipasi, kulit lembab (rasa dingin), tekanan darah dan denyut nadi sedikit menurun. Demikian kurang lebih dari pengertian depresi.

Gejala depresi bisa tejadi pada siapa saja, bisa pada anak remaja yang sedang dalam masa perkembangan kejiwaan dan hubungan sosialnya, bisa terjadi juga tanda depresi pada wanita atau perempuan atau bahkan juga bisa melanda kaum dewasa dan juga orang tua. Untuk itulah marilah kita belajar bersama mengenai hal ini.

Seseorang yang mengalami depresi merasa energinya sangat berkurang sehingga tidak mampu melakukan aktifitas apapun, malas, melihat dengan cara pandang yang negatif, melihat tidak ada lagi yang berharga pada dirinya, dan seolah-olah hal tersebut tiada akhir. Hati-hati karena depresi ini juga merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri.

Depresi Penyebab Tanda Dan Gejala

Penyebab Depresi

Beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya kesedihan yang berlarut-larut ini bisa karena beberapa hal dan juga beragam bentuknya. Berikut beberapa faktor resiko depresi diantaranya adalah :
  1. Faktor herediter serta genetik.
  2. Faktor neurologik. Disebut juga faktor organobiologis karena ketidakseimbangan neurotransmiter di otak terutama serotonin.
  3. Faktor fisik.
  4. Faktor psikobiologi.
Depresi ini juga bisa dicetuskan karena beberapa hal. Pencetus depresi karena adanya faktor trauma fisik dan juga karena faktor psikologi.
Yang termasuk dalam kategori yang bisa menjadi pemicu timbulnya depresi karena faktor fisik diantaranya yaitu :
  • Penyakit infeksi.
  • Pembedah­an.
  • Kecelakaan.
  • Persalinan .
Sedangkan yang masuk sebagai faktor pencetus depresi karena faktor psikologi adalah :
  • Kehilangan kasih sayang.
  • Kehilangan harga diri.
  • Akibat kerja keras.
Depresi merupakan reaksi yang normal bila berlangsung dalam waktu yang pendek dengan adanya faktor pencetus yang jelas, lama dan dalamnya depresi sesuai dengan faktor pencetusnya. Dan juga merupakan gejala psikotik bila keluhan yang bersangkutan tidak sesuai lagi dengan realitas, tidak dapat menilai realitas dan tidak dapat dimengerti oleh orang lain. Tetapi bila dibiarkan berlanjut dan tidak mendapatkan penangan yang tepat tentunya hal ini akan berpengaruh kepada kesehatan jiwa seseorang.

Gejala Umum Depresi Pada Wanita.
Ada sejumlah gejala depresi sering terjadi pada wanita yang mirip dengan pada pria. Ini dapat termasuk perasaan umum depresi dan kesedihan, perasaan bersalah atau tidak berharga, kecemasan, dan perasaan sejenis lainnya. Gejala umum lainnya termasuk kurang tidur, menarik diri dari situasi sosial, kurang atau tidak menikmati hal-hal yang pernah membawa kesenangan, seperti hobi, menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman, seks, dan kegiatan sejenis lainnya.

Tingkatan Jenis Depresi.
Penggolongan dibagi menjadi 3 yaitu :
  • Depresi Klinis. Dikatakan klinis bila hal ini telah didiagnosa oleh seorang dokter bahwasannya seseorang telah terkena penyakit gangguan alam perasaan depresi ini. Tanda gejala depresi ini adalah secara umum diantaranya yaitu Perasaan kesedihan, kekosongan, kegelisahan, kehilangan ketertarikan pada aktivitas-aktivitas yang sebelumnya disukai termasuk seks, pesimis dan cara pandang negatif terhadap kehidupan. Insomnia. Membutuhkan banyak sekali tidur dan berat untuk bangun dari ranjang. Merasa bersalah, tidak berharga dan tidak berdaya. Perubahan nafsu makan sehingga mengakibatkan turunnya berat badan atau naiknya berat badan. Merasa kelelahan setiap saat. Tidak bisa berkonsentrasi. Selalu gelisah. Merasa stress karena tidak bisa merasakan perasaan yang mereka ingin rasakan. Mengalami sakit kepala. Mengalami gangguan pencernaan. Jika kondisi depresi telah sangat dalam maka orang tersebut akan memiliki kecenderungan untuk bunuh diri.
  • Depresi Kronis. Tandanya adalah memiliki seperti tanda pada klinis tersebut diatas dan ditambah gejala seperti halnya merasa bosan karena merasakan depresi sepanjang saat, terjadi dalam bentuk siklus. Rasa depresi itu akan hilang dalam waktu tertentu dan akan kembali lagi. Siklusnya bisa diprediksi kapan depresi itu akan hilang dan kembali lagi. dan terakhir orang yang mengalami depresi jenis ini akan merasakan bergulat seumur hidup dengan depresinya karena terus datang dan pergi.
  • Depresi Berat. Gejalanya adalah yang telah disebut dalam gangguan alam kejiwaan klinis di atas dan juga ditambah dengan faktor yang memperberat lainnya yaitu diantaranya bahwa orang dengan depresi jenis ini sama sekali tidak bisa berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Dia tidak bisa bekerja atau bahkan bangun dari sofa. Dia bergulat sangat keras untuk bisa melakukan apa pun. Tidak mau bangun dari tempat tidur bahkan tidak mau mandi. Serta mempunyai keinginan kemauan uang kuat dan terjadi secara terus menerus untuk mencoba bunuh diri.
Tips Cara Mencegah Mengatasi Depresi
Mengatasi akan tanda gejala simptom yang terjadi pada diri seseorang yang sedang mengalami depresi ini memang bisa beragam bentuknya dan juga disesuaikan pula dengan karakter masing-masing kepribadian seseorang tersebut. Langkah-langkah pencegahan bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Menjadikan diri sendiri rileks dan santai dan sesaat untuk menghentikan segala permasalahan stress dengan misal menyalurkan hobi kegemaran bisa dengan berjalan-jalan di tempat yang asri dan membuat nyaman seseorang.
  2. Melakukan olahraga yang ringan di pagi hari secara rutin. Selain bisa menghilangkan rasa depresi, olahraga juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan stamina seseorang baik itu secara fisik maupun secara psikologisnya.
  3. Mencoba sesuatu yang baru dalam kehidupan sehari-hari atau bisa juga dengan mencoba sesuatu yang sebelumnya dianggap sulit atau bahkan mustahil pada diri seseorang.
  4. Benyanyi bersama membuat otak Anda akan menjadi tenang serta meningkatkan suasana hati dan gelombang otak alfa (gelombang elektromagnet dalam otak pada saat Anda rileks). Wanita yang menyertakan musik dalam kehidupan sehari-harinya atau bernyanyi selama 10-15 menit per hari diketahui dapat pulih dari depresi hingga 55% dan menurunkan risiko terkena depresi sebesar 50%.
Demikian tadi sahabat-sahabat semuanya sedikit mengenai beberapa hal yang terkait dengan tanda dan juga penyebab akan depresi. Diperkirakan bahwa lebih dari 340 juta orang di seluruh dunia menderita oleh depresi pada beberapa titik dalam hidup mereka, dan bahwa lebih dari 14 juta wanita akan menderita dari kondisi tersebut.

Meskipun ini adalah masalah umum, namun serius dan sepenuhnya dapat diobati juga. Dengan mengenali gejala, sahabat-sahabat semunya berada pada jalan yang benar untuk mengarahkan saudara teman dan sahabat untuk bisa kembali sehat dan bahagia.


Sahabat membaca artikel mengenai Tentang Depresi. Bila sahabat menganggap artikel Tentang Depresi ini bermanfaat juga untuk sahabat lainnya silakan untuk men-SHARE ulang di Facebook atau Twitter di bawah ini. Terima Kasih

Artikel Dan :

Ditulis Di Dalam © Blog Keperawatan