Makna Hikmah Idul Fitri

Hikmah hari raya idul fitri adalah begitu besar bagi kita Umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa ramadhan selama satu bulan penuh. Kegembiraan dan kebahagiaan dalam menyambut kemuliaan keutamaan bulan syawal yang dimulai dengan kedatangan 1 syawal atau kita umumnya mengenal dengan istilah lebaran bagi kita yang berada di Indonesia negara kita yang tercinta ini.

Untuk itulah kita akan sedikit membahas mengenai berbagai macam makna hikmah Idul Fitri ini dan semoga bisa memberikan manfat kepada kita semuanya aamiin.

Penetapan idul fitri 1 syawal yang dalam hal ini ada dan merupakan bagian dari otoritas dalam Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Agama juga terkadang berbeda dengan ormas-ormas Islam. Perbedaan dalam menentukan 1 syawal atau pun 1 Ramadhan di Indonesia ini karena memang ada perbedaan dalam cara untuk menentukannya.

Akan tetapi semuanya itu juga dikembalikan kepada kita semuanya, asal kita mengetahui dasar hukum yang dipakai dalam penentuan hari raya tersebut.

Kembali dalam pokok pembahasan mengenai Hari raya Idul Fitri ini. Dalam budaya Indonesia, perayaan lebaran 1 syawal ini dijadikan momen yang paling tepat untuk bersilaturahmi dengan keluarga, berkumpul bersama dengan anggota keluarga dan juga terkenal dengan tradisi mudik lebaran yang begitu kental di Indonesia ini.

Walaupun sebenarnya makna hikmah dan keutamaan silaturahmi bukan hanya dilakukan ketika hari idul fitri saja, akan tetapi seyogyanya dilakukan sepanjang dalam masa kehidupan kita.

Makna Hikmah Idul Fitri

Hari kemenangan juga kerapkali kita jumpai dari arti makna lebaran ini. Maksudnya adalah kemenangan dalam melawan hawa nafsu kita yang buruk selama menjalani ibadah puasa ramadhan yang telah dilaluinya. Walaupun sebenarnya justru momen 1 syawal ini kita manfaatkan untuk meneruskan kebaikan dan amalan-amalan ibadah kita satu bulan di Ramadhan untuk dilanjutkan pada sebelas (11) bulan berikutnya.

Ada beberapa hikmah keutamaan Idul Fitri itu sendiri yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :

Hikmah Dalam Bersyukur Kepada Allah.
Dan sudah seharusnya kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Ta'ala atas segala limpahan nikmat yang telah dikaruniakan-Nya tanpa bisa kita untuk menghitung nikmat-nikmatNya. Bersyukut bahwasannya kita juga telah melaksanakan salah satu kewajiban kita selaku unat Islam untuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan dan juga selalu berdoa dan berharap untuk bertemu kembali pada Ramadhan tahun yang akan datang.

Bersyukur kita masih diberikan kesehatan dan kenikmatan untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat dalam balutan keindahan silaturahmi syawal dan bersyukur telah berpuasa sedangkan masih banyak saudara-saudara muslim kita yang tidak juga berpuasa ramadhan bukan karena ada halangan atau karena sakit, tetapi kurang mengerti dan memahami akan begitu besarnya manfaat dan hikmah yang terdapat dalam syariat Puasa Ramadhan yang telah kita lalui bersama.

Momentum Tepat Bersilaturahmi.
Momentum Idul atau Lebaran ini kita mari jadikan sebagai sarana meminta maaf dan memaafkan orang lain dengan bersilaturrahim (menyambung kasih sayang) baik kepada suami atau istri, kedua orang tua, anak, keluarga, sanak kerabat, tetangga serta teman dan relasi kita ketika ada kebencian terhadap mereka.

Dan kita jadikan pula untuk kembali menjalin dan menyambung silaturahmi yang terputus diantara kira semuanya. Sebab kasih sayang merupakan lawan dari kebencian. Sehingga orang yang dalam dirinya ada kebencian pada suami atau istri, orang tua, anak, keluarga, sanak kerabat, tetangga, teman dan relasi disebut dengan pemutus kasih sayang (Qathiul Rahim). Silaturahmi di bulan Syawal kita juga mengenalnya dengan istilah halal bi halal pula.

Kembali Pada Kefitrahan.
Iedul fitri berarti kita kaum muslimin kembali kepada fitrah, kembali kepada kesucian. Dan itu benar. Karena jika benar-benar dioptimalkan, maka puasa Ramadhan Dan Manfaatnya dengan segala amaliah istimewanya adalah salah satu momentum terbaik bagi peleburan dosa dan penghapusan noda yang mengotori hati dan jiwa kita serta membebani diri kita selama ini.

Manfaat Zakat Fitrah

Zakat Fitrah adalah sesuatu yang memang harus dibayarkan oleh setiap muslim ketika telah memenuhi syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan oleh agama kita yaitu Islam ini. Karena memang manfaat hikmah zakat fitah ini begitu besar bagi kita yang telah menunaikannya.

Karena memang hukum zakat fitrah ini adalah wajib setiap muslim dan muslimah. Sebagaimana pernah diutarakan dalam salah satu artikel mengenai keutamaan hikmah zakat fitrah.

Dalil mengenai kewajiban membayarkan zakat ini tertuang dalam hadist berikut ini yaitu Ibnu Umar r.a. ia berkata, "Rasulullah SAW telah memfardhukan (mewajibkan) zakat fitrah satu sha’ tamar atau satu sha’ gandum atas hamba sahaya, orang merdeka, baik laki-laki maupun perempuan, baik kecil maupun tua dari kalangan kaum Muslimin; dan beliau menyuruh agar dikeluarkan sebelum masyarakat pergi ke tempat shalat ‘Idul Fitri." (HR. Muslim, Timidzi).

Manfaat Faedah Hikmah Zakat Fitrah

Yang wajib membayar zakat adalah sebagai berikut :
  1. Seseorang yang mempunyai kelebihan dalam hal makanan atau pun hartanya dari keperluan tanggungan pada malam hari dan pagi hari pada hari raya Idul Fitri.
  2. Seorang bayi yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadan dan hidup selepas terbenam matahari.
  3. Seseorang yang telah memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadan dan tetap dalam Islamnya.
  4. Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadan.
Dan besaran zakat fitrah yang dibayarkan adalah menurut beberapa ulama adalah sesuai dengan penafsiran terhadap hadits adalah sebesar satu sha' (1 sha'=4 mud, 1 mud=675 gr) atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok (tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab syafi'i dan Maliki).

Dan berikut adalah beberapa manfaat faedah membayar zakat diantaranya yaitu :
1. Menyempurnakan Keimanan dan Keislaman sseorang.
Karena memang zakat dan membayar zakat ini termasuk di dalam bagian dari rukun Islam yang lima. Apabila seseorang melakukannya, maka keislamannya akan menjadi sempurna. Inilah salah satu dari manfaat membayarkan zakat termasuk zakat fitrah yang dibayarkan sebelum menunaikan sholat hari raya di pagi harinya.

2. Salah Satu Hal Yang Memasukkan Ke Dalam Surga.
Hal ini berdasarkan atas dalil hadist Rasulullah SAW yang artinya :"Sesungguhnya di surga terdapat kamar yang luarnya dapat terlihat dari dalamnya dan dalamnya dapat terlihat dari luarnya.” Kemudian ada seorang badui berdiri lantas bertanya, “Kepada siapa (kamar tersebut) wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Bagi orang yang berkata baik, memberi makan (di antaranya lewat zakat, pen), rajin berpuasa, shalat karena Allah di malam hari di saat manusia sedang terlelap tidur." (HR. Tirmidzi ).

3. Menjadikan Kesatuan Dalam Keluarga Muslim.
Hal ini karena orang yang mampu akan memberikan bantuan kepada orang yang kurang mampu. Sehingga diharapkan akan tidak ada jurang pembeda antara si kaya dan si miskin itu sendiri. Zakat fitrah juga merupakan bentuk pertolongan kepada umat Islam, baik kaya maupun miskin sehingga mereka dapat berkonsentrasi penuh untuk beribadah kepada Allah Ta'ala dan bersukacita dengan segala anugerah nikmat-Nya.

4. Menjadi Salah Satu Sebab Turunnya Kebaikan.
Hal ini berdasarkan atas hadist Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wa Sallam yang berbunyi :"Tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka, melainkan mereka akan dicegah dari mendapatkan hujan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang-binatang ternak, niscaya mereka tidak diberi hujan.” (HR. Ibnu Majah).

5. Tanda Syukur Orang Yang Berpuasa kepada Allah atas Nikmat Ibadah Puasa.
Ini adalah bagian dari hikmah disyari'atkannya zakat fitrah kepada kita kaum muslimin.

Dan diantara dari sekian hikmah zakat fitrah adalah sebagaimana telah tercantum dari sebuah hadist dari Ibnu Abbas r.a. berkata, "Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan yang kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum (selesai) shalat ‘id, maka itu adalah zakat yang diterima (oleh Allah); dan siapa saja yang mengeluarkannya sesuai shalat ‘id, maka itu adalah shadaqah biasa, (bukan zakat fitrah)." (HR. Ibnu Majah).

Adab Menyambut Kelahiran Anak

Islam adalah agama yang sempurna dan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan dunia dan juga akherat akan bisa dijumpai dalam agama Islam baik yang tercantum dalam kitab suci Al-Qur'an maupun tersurat dalam hadist-hadist Rasulullah Shallallahu a'alaihi wa sallam termasuk dalam hal adab tuntunan Islam dalam menyambut kelahiran anak buah hati ini. Dan juga merupakan bagian dari persiapan melahirkan pula.

Seorang ibu setelah mengalami masa yang sulit dalam proses kehamilan selama 9 bulan akan berakhir dengan adanya proses kelahiran seorang anak. Dan kelahiran seorang anak adalah kebahagiaan yang luar biasa bagi ayah dan juga ibunya yang harus disyukuri.

Adab Islami menyambut Kelahiran Anak Bayi

Persiapan menyambut kehadiran dan juga persiapan kelahiran bayi bisa dilakukan dalam hal untuk kepentingan duniawi dan juga kepentingan akheratnya. Dalam hal persiapan menjelang persalinan dan persiapan kelahiran bayi untuk keperluan dunia kita bisa melakukan dengan berbagai cara diantaranya yaitu membeli perlengkapan bayi. Dan untuk kepentingan agamanya kita lakukan beberapa cara persiapan kelahiran anak dengan langkah-langkah yang akan dijelaskan dibawah ini.

Anak dalam pandangan Islam adalah tanggung jawab kedua orang tuanya, baik bapak atau ibu, terutama lagi bagi seorang ayah, sebab ia kepala rumah tangga yang tanggung jawab dunia akhiratnya lebih besar. Untuk itulah adab menyambut kelahiran anak juga perlu untuk kita ketahui bersama.

Hal ini sesuai dengan hadits yang artinya :"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya". Maka wajar bila seorang ahli hikmah berkata, "Perhatikanlah anakmu, sebab surga atau neraka bagimu, tergantung sikapmu terhadap anak". Sebuah perkataan yang sarat akan makna tanggung jawab orang tua terhadap anaknya.

Ada beberapa hal yang menjadi tuntunan cara menyambut kelahiran bayi menurut Islam diantaranya yaitu :

1. Melakukan sujud syukur.
Sujud syukur adalah tanda atas kesyukuran kita bahwa proses kelahiran anak berjalan dengan lancar dan sehat bagi ibu dan bayinya.

2. Mengazankan dan mengiqomati bayi baru lahir.
Sang ayah hendaknya segera mengazani di telinga kanan dan mengiqamahkan di telinga kiri pada anaknya yang baru lahir. Pemberian adzan dan iqamah ini agar kalimat yang pertama kali didengar sang bayi adalah kalimat thayyibah dan dijauhkan dari segala gangguan setan yang terkutuk. Dalam sebuah hadist dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Rafi’, ia berkata: "Aku melihat sendiri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengazankan Al-Hassan bin Ali pada telinganya ketika ia baru dilahirkan oleh Fatimah."(HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

3. Mentahnik Bayi.
Tahnik adalah mengunyah kurma hingga lembut dan halus, lalu dimasukkan ke dalam mulut bayi. Hal ini termasuk dalam sunnah menyambut kelahiran bayi sebagaimana dalil hadist yang berbunyi :"Dari Abu Musa al Asy’ary beliau berkata: Dilahirkan bagiku bayi laki-laki, kemudian aku bawa kepada Rasulullah. Lalu Rasulullah menamakan bayi itu Ibrahim dan mentahniknya dengan korma serta mendoakan keberkatan atasnya, lalu menyerahkan kembali kepadaku. Dan dia (Ibrahim) merupakan anak Abu Musa yang paling besar (sulung).(HR. Bukhari no. 5467, Muslim III/1690, Ahmad IV/339).

Tujuan dari tahnik adalah upaya persiapan agar bayi nantinya mudah untuk merasakan manisnya air susu ibu dan juga agar anggota mulut bayi kuat sehingga mampu menghisap air susu ibunya. Cara mentahnik adalah meletakkan sedikit buah kurma di atas jari telunjuk dan dimasukkan ke mulut bayi serta dengan perlahan-lahan digerakkan ke kanan dan kiri. Ini dilakukan agar kurma tadi bisa menyentuh seluruh mulut bayi hingga terkena rongga tekaknya.

4. Aqiqah.
Menurut bahasa ‘Aqiqah berarti : 'memotong'. Asalnya dinamakan ‘Aqiqah, karena dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan itu. Ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong. Ada pula yang mengatakan bahwa ‘aqiqah itu asalnya ialah : Rambut yang terdapat pada kepala si bayi ketika ia keluar dari rahim ibu, rambut ini disebut ‘aqiqah, karena ia mesti dicukur. Hukum Aqiqah Anak adalah sunnah (muakkad) sesuai pendapat Imam Malik, penduduk Madinah, Imam Syafi′i dan sahabat-sahabatnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan kebanyakan ulama ahli fiqih (fuqaha).

Dalil akiqah ini Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : "Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya." (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad). Untuk jumlah kambing akikah bayi ini berbeda antara anak laki-laki dan anak perempuan. Hal ini berdasarkan hadist dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : "Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing." (HR Ahmad Tirmidzi, Ibnu Majah).

5. Memberikan Nama Yang Baik.
Memberikan nama yang baik kepada bayi adalah salah satu kewajiban orang tua pula. Arti nama dalam Islam adalah bukan hanya sekedar label saja, akan tetapi mengandung makna yang berarti dalam hal doa, citra diri, dan identitas seorang muslim. Nama-nama yang disukai oleh Allah Ta’ala adalah nama-nama yang menunjukkan akan sebuah sikap penghambaan contohnya adalah dengan nama seperti Abdullah, Abdurrahman, Abdul Aziz, yang secara makna adalah sama yaitu hamba Allah. Boleh juga memberi nama dengan nama-nama Nabi.

Demikian tadi beberapa hal yang menjadi tuntunan dalam cara menyambut kelahiran anak sesuai Islam dan juga beberapa sunnah menyambut kelahiran bayi secara Islami.

Keutamaan Syukur

Bersyukur Kepada Allah adalah merupakan kewajiban kita sebagai manusia sekaligus hamba-Nya. Karena dengan syukur yang kita miliki maka secara tidak langsung kita mengakui bahwasannya kita manusia adalah makhluk-Nya yang lemah, yang tak terlepas dari kekurangan, kesalahan sehingga kita berusaha menggunakan nikmat-nikmat yang telah Allah Subhanahu wa ta'ala berikan untuk dipergunakan sebaik-baiknya dalam rangka menggapai ridho Allah baik dalam hubungan kita sebagai makhluk kepada Khalik (vertikal) maupun kepada hubungan sesama makhluk hidup lainnya di muka bumi ini (horinsontal).

Orang-orang yang beriman kepada Allah Ta'ala akan selalu menyadari akan kelemahan mereka di hadapan Allah sehingga akan selalu memanjatkan syukur dengan rendah diri atas setiap nikmat yang diterima. Bukan hanya kekayaan harta benda, keluarga, jabatan, status sosial yang disyukuri, namun memahami bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala adalah Pemilik segala sesuatu, bersyukur atas nikmat sehat, keindahan, ilmu, hikmah, dan banyak lagi nikmat-nikmat lainnya yang dikaruniakan-Nya dan orang beriman mencintai keimanan dan membenci akan kekufuran. Itu juga merupakan bagian dari hikmah syukur yang bisa kita dapatkan.

Keutamaan Bersyukur Kepada Allah

Allah akan menambah nikmat kepada hamba-hambaNya selagi mereka mensyukuri nikmat Allah. Hal ini tercermin dari dalil Al-Qur'an yang artinya :"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim : 7). Itulah dasar mengapa kita harus bersyukur kepada Allah. Mensyukuri nikmat adalah juga merupakan menunjukkan tanda kedekatan dan tanda ciri kecintaan seseorang kepada Allah. Orang-orang yang bersyukur memiliki kesadaran dan kemampuan untuk melihat keindahan dan kenikmatan yang dikaruniakan Allah Subhanahu wa ta'ala kepada mereka semuanya dan juga kepada seluruh alam semesta ini.

Kita perlu belajar kepada orang-orang mukmin sejati yang senantiasa mengerti dan memahami akan keutamaan bersyukur kepada Allah sekalipun berada dalam keadaan yang sangat sulit sekalipun. Baik itu dalam menghadapi kesulitan hidup dan sejenisnya. Seseorang yang melihat dari luar mungkin mengira berkurangnya nikmat pada diri orang-orang yang beriman. Padahal, dalam diri orang beriman yang mampu melihat sisi-sisi kebaikan dalam setiap peristiwa dan keadaan juga mampu melihat kebaikan dalam penderitaan tersebut.

Kita perlu belajar dan memahami akan keutamaan orang yang bersyukur dan keutamaan hikmah sabar. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "Tidaklah seorang mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya."( HR. Bukhari Muslim ).

Pernahkah terpikir sekilas saja bagaimana kalau udara oksigen yang kita hirup detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari ini dihargai dengan rupiah oleh Allah...? Sudah berapa milyar bila oksigen dihargai dengan rupiah sampai dengan kehidupan kita sekarang ini. Tetapi Allah tak memberikan harga sesenpun atas oksigen yang dengan bebas kita hirup ini. Hanya bersyukur, beriman dan beribadah, bermuamalah yang baik kepada sesama manusia adalah bentuk rasa syukur kita atas nikmat Allah yang tak akan pernah bisa kita hitung ini.

Hakekat bersyukur sesungguhnya adalah bersyukur atas diri sendiri karena Allah adalah Maha Kaya Lagi Maha Terpuji. Allah Ta'ala berfirman yang artinya:"Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa tidak bersyukur, sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (QS. Luqman ; 31 : 12).

Dan perlu kita ketahui pula bahwasannya Allah tidak membutuhkan kita serta syukur kita, tidak pula membutuhkan ketaatan kita atau amalan-amalan kita sedikitpun, akan tetapi Dia memuji siapa yang taat kepada-Nya serta memberinya pahala agar manfaat itu kembali kepada kita sendiri. Kita yang membutuhkan akan rasa bersyukur atas segala limpahan nikmat-Nya.

Marilah sahabat semuanya kita sejenak meluangkan waktu untuk bermuhasabah, bagaimana kita memanfaatkan atas nikmat Iman, nikmat Islam, nikmat sehat, nikmat kelapangan waktu yang kita dapatkan selama ini. Marilah kita untuk bisa meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah dalam bentuk apapun yang bisa kita lakukan.

Allahumma a’innii ’ala zikrika wa syukrika, wahusni ’ibaadatika
Ya Allah tolonglah kami untuk selalu ingat kepada Mu, untuk selalu bersyukur kepada Mu, dan untuk selalu memperbaiki ibadat kepada Mu. aamiin....aamiin

Perayaan Maulid Nabi

Sebagai umat Islam tentunya kita telah dikenalkan akan siapa Tuhan kita, siapa Nabi kita dan apa kitab suci kita semenjak kita kecil dahulu baik dikenalkan oleh orang tua kita atau pun dari hasil belajar mengaji kita. Karena hal tersebut termasuk dalam rukun iman kita sendiri.

Rukun Iman terdiri dari Iman kepada Allah, Iman kepada malaikat Allah, Iman kepada kitab-kitab Allah, Iman kepada para Nabi dan Rasul, Iman kepada hari akhir, Iman kepada takdir yang baik dan buruk.

Mengenai Maulid Nabi maksud dalam hal ini adalah kelahiran Nabi Rasulullah Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam yang mana beliau lahir di tengah-tengah keluarga Bani Hasyim. Kelahiran Rasulullah ini terjadi pada hari Senin pagi 9 Rabi’ul Awal, permulaan tahun gajah. (Sirah Nabawiyah,Shafiyurrahman Mubarakfury).

Hukum maulid nabi, peringatan maulid nabi

Dan yang dimaksud dalam memperingati maulid nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah pada umumnya membacakan kisah kehidupan Rasulullah SAW, memperbanyak pembacaan shalawat, yang kesemuanya itu bertujuan untuk mengenang sejarah kehidupan Rasulullah SAW.

Sejarah Maulid Nabi ini untuk pertama kali khalifah Mu’iz li Dinillah, salah seorang khalifah dinasti Fathimiyyah di Mesir yang hidup pada tahun 341 Hijriyah. Kemudian, perayaan Maulid dilarang oleh Al-Afdhal bin Amir al-Juyusy dan kembali marak pada masa Amir li Ahkamillah tahun 524 H. Pendapat ini juga dikemukakan oleh Al-Sakhawi (w. 902 H), walau dia tidak mencantumkan dengan jelas tentang siapa yang memprakarsai peringatan Maulid saat itu.

Perayaan Maulid Nabi ini pada dasarnya adalah keinginan untuk mengagungkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ingin pula menampakkan kecintaan serta menghidupkan kecintaan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Karena mengagungkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam termasuk dalam ibadah.

Walau dalam hal menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah shallallahu a'alaihi wa sallam adalah dengan menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah dalam setiap kegiatan kehidupan kita ini.

Hanya saja ada perbedaan pendapat mengenai diperbolehkan atau dilarang peringatan maulid Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam ini memang ada. Berbagai dalil dan juga pendapat disertai argumen serta nash-nash digunakan untuk menentukan hukum perayaan maulid Nabi Muhammad shallalalahu a'alaihi wa sallam ini.

Ada yang mengatakan bahwa hukum maulid nabi adalah sunnah dan ada juga yang mengatakan bahwasannya peringatan maulid adalah salah satu dari bid'ah.

Mengenai bagaimana hukum perayaan peringatan maulid nabi ini silahkan sahabat mencarinya di google karena memang saya tidak berkompeten dalam hal hukum mengenai hal ini. Lalu bagaimana dengan pendapat sahabat-sahabat semuanya...
Wallahu A'lam

Rumah Yang Islami

Memiliki sebuah rumah adalah impian bagi setiap orang dan tentunya juga bagi tiap pasangan suami istri. Rumah adalah tempat berkumpul seluruh anggota keluarga dan temapt pula berbagi pengalaman, ilmu dan tempat berbagi kasih sayang pula antara keseluruhan anggota keluarga. Ada pula beberapa pengertian rumah itu sendiri.

Rumah adalah sebuah bangunan yang mempunyai fungsi tempat tinggal dan berkumpul suatu keluarga. Rumah juga merupakan tempat seluruh anggota keluarga berdiam dan melakukan aktivitas yang menjadi rutinitas sehari-hari. Ada juga definisi rumah merupakan jantung kehidupan yang semestinya dapat menjadi sumber kedamaian, sumber inspirasi, dan sumber energi bagi pemiliknya.

Ciri Rumah Islami, Tanda Ciri Rumah Sehat

Rumah menurut ajaran Islam dan rumah menurut Al-Qur'an pula adalah sebagai sumber ketenangan. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala yang artinya :"Allah menjadikan untuk kamu rumah-rumah kamu sebagai tempat ketenangan." (QS. An-Nahl: 80).

Rumah dalam Islam adalah rumah yang mempunyai ciri dan tanda seperti :
  1. Luas dan Bersih. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang artinya :"4 hal yang membawa kebahagiaan, yaitu perempuan shalehah, rumah yang luas, tetangga yang baik dan kendaraan yang enak." (HR. Ibnu Hibban). bersih ini juga tentunya berkaitan dengan kesehatan pula bagi para penghuninya. Rumah dan kesehatan adalah dua hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat sekarang ini. Untuk itu ketika akan membangun rumah yang sehat maka perlu pula dipikirkan bentuk dan desain rumah yang memenuhi standar kesehatan pula. Hal ini bertujuan agar penghuni rumah terhindar dari berbagai penyakit terutama penyakit yang menular. Ventilasi yang baik perlu menjadi perhatian pula. Kesehatan bukan lagi masalah tim kesehatan saja, arsitek yang merencanakan rumah sebagai tempat tinggal juga memiliki peran untuk meningkatkan kualitas kesehatan penghuni rumah melalui desain rumah yang dibuatnya. Demikian beberapa ciri rumah sehat.
  2. Menghiasi rumah secara sederhana dan tidak berlebihan. Menghiasi rumah adalah dengan menngunakan harta yang diperoleh secara halal dan barokah. Karena menghiasi rumah adalah juga hal yang wajar dari setiap pemilik rumah. Dan tidak berdosa pula bila seseorang menghiasi rumahnya serta juga dari segi pakaiannya dan juga sandalnya pula. Hal ini tercermin dari hadist Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang artinya :"Tidak akan masuk sorga orang yang dalam hatinya ada seberat zarrah daripada kesombongan. Kemudian ada seorang laki-laki yang bertanya: Ya Rasulullah! Seseorang itu biasa senang kalau pakaiannya itu baik dan sandalnya pun baik pula, apakah itu termasuk sombong? Jawab Nabi. Sesungguhnya Allah itu baik, Ia suka kepada yang baik.”"(HR. Muslim). Namun dalam hal ini ada yang harus digarisbawahi yaitu tidak menghiasi rumah secara berlebih-lebihan. Apalagi bila rumahnya diberikan lambang-lambang kemusrikan dan kemewahan yang berlebihan pula.
  3. Tidak memajang patung atau pun tidak memelihara hewan peliharaan anjing. Dalam hal memajang patung hal ini berdasarkan sebiah hadist Rasulullah SAW yang artinya :"Sesungguhnya Malaikat tidak akan masuk suatu rumah yang di dalamnya ada patung."(HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hal ini para ulama juga mengatakan berkaitan dengan hadist di atas Malaikat tidak mau masuk rumah yang ada patungnya, karena pemiliknya itu menyerupai orang kafir, dimana mereka biasa meletakkan patung dalam rumah-rumah mereka untuk diagungkan. Untuk itulah Malaikat tidak suka dan mereka tidak mau masuk bahkan menjauh dari rumah tersebut. Dalam hal memelihara anjing yang dilarang Rasulullah SAW adalah memelihara anjing di dalam rumah tanpa ada suatu keperluan. Hal ini juga berkaitan erat dengan najis dari air liur hewan anjing tersebut yang bisa menempel perabot-perabot rumah kita. Dan itulah beberapa ciri rumah islami.
Semoga dengan kita memperhatikan hal-hal islami tentang rumah dan bagaimana rumah yang sehat akan membuat rumah kita menjadi "Rumahku Surgaku" dan bisa menjadikan rumah-rumah kita sebagai dasar pengenalan kepada anak-anak kita untuk mengenal islam dan juga segala jenis pengetahuan yang bermanfaat selain sebagai tempat kita memberikan pendidikan dan contoh yang baik kepada anak-anak kita. Semoga kita senantiasa mendapatkan kesehatan dan belajar pula dari hikmah di balik sakit.

Dan semoga pada artikel kedepan kita akan belajar mengenai rumah yang sehat dan juga rumah yang memenuhi standar kesehatan yang akan menunjang dalam hal memelihara kesehatan seluruh anggota keluarga kita.

Mengatasi Kesusahan Hidup

Kehidupan keseluruhan makhluk hidup di dunia ini tak terkecuali kehidupan kita sebagai manusia berjalan dengan baik dan mulus serta nyaman sesuai dengan keinginan diri kita sendiri. Tentunya kehidupan manusia itu ibarat roda yang berputar terkadang di atas dan terkadang pula di bawah. Sama halnya dengan kebahagiaan karena mendapatkan rejeki dan kesehatan serta hal lainnya. Maka di lain waktu kadangkala kita juga merasakan kebalikan dari itu semua yaitu beragam masalah hidup kehidupan, penyakit dan juga rasa duka.

Islam adalah agama yang selalu dan senantiasa mengajarkan cara terbaik dalam menghadapi segala persoalan hidup, segala kesulitan hidup yang bisa kita alami semuanya. Ada beberapa cara atasi kesulitan hidup yang bisa kita lakukan sesuai dengan tuntunan agama Islam yang kita anut ini. Ada beberapa hal yang perlu pula menjadi perhatian kita ketika kita menghadapi suatu masalah hidup yang membuat kita menjadi gelisah, merasa susah karena terbebani akan aneka macam hal yang membuat diri kita merasakan kesulitan dalam menjalankan kehidupan ini. Jangan sampai kesulitan serta kesusahan hidup yang dialami membuat kita putus asa terhadap rahmat Allah ta'ala bahkan sampai depresi.

Cara Tips Mengatasi Kesulitan Hidup

Tips mengatasi kesulitan hidup menurut Islam diantaranya yaitu :
  1. Mengingat Allah (Dzikrullah). Dengan kita mengingat Allah hati seseorang akan menjadi tenang dan tentram serta damai sehingga akan bisa menjalani hidup ini dengan penuh kebahagiaan sebagaimana yang dijanjikan Al-Qur'an. Perintah mengingat Allah tercantum dalam Al-Qur'an yang artinya :"Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu". (QS. Al-Baqarah :153). Kalau kita terlena akan kehidupan dunia dan kenikmatan hidup dunia maka kadang Allah memberikan peringatan kepada kita dengan berbagai macam masalah hidup. Untuk itu kita juga perlu mengoreksi diri saya pribadi pula dan juga diri sahabat-sahabat semuanya kalau kita sedang banyak masalah, maka apakah kita telah 'lupa' akan mengingat dan berdzikir kepada Allah...? Dalam ayat yang lain firman Allah Ta'ala yang artinya :"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram". (QS. Ar Raad : 28). Itu juga salah satu keutamaan mengingat Allah.
  2. Khusyuk Dalam Berdoa. Doa adalah senjata kaum muslim. Selain cara diatas, berdoa khusyuk dan memohon pertolongan Allah atas masalah kesulitan hidup yang kita alami ini. Dalam berdoa, seseorang harus bisa khusyuk dengan adab-adab doa yang ada dalam tuntunan agama kita seperti halnya merendahkan diri agar doanya bisa terkabul, mengamalkan doa-doa yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu a'alaihi wa sallam. Ini juga termasuk dalam hal tips cara menghadapi masalah hidup kita ini.
  3. Bersyukur Atas Nikmat Allah. Ketika kita berfikir bahwa hidup kita penuh masalah, penuh ketidaknyamanan, berbeda dengan kehidupan orang-orang yang Allah anugerahkan nikmat berupa kelebihan serta kelapangan rejeki maka satu hal yang perlu DIINGAT. Pikirkan sejenak atas NIKMAT ALLAH yang selama ini ada dalam diri kita dan kita lupa bersyukur bahkan tidak menyadari akan nikmat itu. Bila kita kehilangan suatu nikmat maka kita baru baru bisa merasakan nikmat tersebut. Yakinlah bahwa rejeki setiap orang tidak akan salah. Rejeki orang tak akan bisa sampai kepada kita bila itu juga bukan rejeki kita. Begitu pula sebaliknya, rejeki kita tidak akan akan salah tangan berpindah ke orang lain. Dengan merenungi atas segala limpahan nikmat Allah atas kita, maka kita bisa kecilkan rasa susah hidup, kesempitan hidup, kesempitan rejeki dan hal semacam itu lainnya.
  4. Bersabar. Islam telah banyak mengajarkan kita akan kesabaran dalam berbagai hal. Termasuk kesabaran dalam menghadapi segala persoalan kehidupan kita ini. Untuk itu bila kita sedang menghadapi suatu masalah kembalikan itu semua kepada tuntunan agama dan setelah masalah kesulitan hidup telah teratasi jangan pula lantas kita lupa akan berzikir kepada Allah, berdoa, bersabar dan bersyukur.
Marilah kita lakukan hal-hal tersebut diatas sehingga kita bisa merasakan kebahagiaan ketenangan ketentraman hati dalam menjalani hidup dan dijauhkan dari persoalan-persoalan hidup yang mengganggu keimanan dan ketaatan kita semua kepada Allah aamiin..aamiin.

Untuk terakhir kali mari kita ingat salah satu hadist Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang artinya : "Tidaklah seorang muslim menderita karena kesedihan, kedukaan, kesusahan, kepayahan, penyakit, dan gangguan duri yang menusuk tubuhnya kecuali dengan itu Allah mengampuni dosa-dosanya". (HR Bukhari).

Bukankah hadits tersebut menegaskan serta mengingatkan pula kepada diri saya pribadi dan kita bahwasannya berbagai macam kesulitan hidup yang menimpa kita justru akan memberikan banyak pahala dan ampunan kepada kita semuanya bila kita bersabar dan berprasangka baik kepada Allah. Lalu mengapa kita bersedih dan putus asa...

Memberi Nama Baik Untuk Anak

Seorang anak berhak untuk memperoleh nama yang baik dari orangtuanya, dan orang tua berkewajiban memberi nama yang baik, pantas dan Islami. Ada juga beberapa tuntunan islam dalam memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya sehingga kita pun perlu menggunakan dan menamakan anak-anak kita dengan nama yang baik dan juga mengandung arti serta makna yang bagus.

Anak adalah merupakan salah satu kekayaan dan kebahagiaan yang tiada bandingnya. Mereka adalah salah satu dari sekian banyak kenikmatan dan karunia dari Allah Ta'ala. Anak-anak sholeh dan sholehah adalah dambaan bagi setiap orang tua. Dan anak yang sholeh juga merupakan suatu aset bagi setiap muslim. Mengenai kebaikan anak sholeh telah ada dalam ayat Al-Qur'an yaitu QS.Surat Al-Kahfi : 46 yang artinya :"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal dan sholeh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan."

Memberi nama baik kepada anak adalah juga merupakan salah satu kewajiban ayah dalam kehidupan suatu rumah tangga. Sesungguhnya nama bagi seorang anak merupakan identitas seseorang, bukti atas dirinya, serta merupakan kebutuhan yang sangat urgen dalam memahami dirinya di saat bersamanya, atau saat bersikap kepadanya. Bagi seorang anak, nama merupakan sebuah perhiasan dan syi’ar yang dengannya ia akan diseru di dunia maupun di akhirat.

Memberi Nama Baik Islami Untuk Anak

Untuk itu Islam selalu menginginkan kemudahan, meskipun menyangkut pemberian nama anak, dan Islam tidak menyukai kesulitan dan kekerasan meskipun juga menyangkut pemberian nama. Karena Rasulullah juga memberikan tuntunan Islam dalam memberi nama. Hal ini dapat dilihat dengan jelas melalui larangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memakai nama Harb (perang).

Untuk itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Nama yang paling disukai adalah 'Abdullah dan 'Abdur Rahman, dan nama yang paling baik adalah Harits dan Hammam, sedang nama yang paling buruk adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit)."( HR. Abu Dawud ) Dan tuntunan nama yang paling baik dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan disukai Allah adalah nama Abdullah dan 'Abdur Rahman berdasarkan atas sebuah hadist yang artinya sebagai berikut :""Sesungguhnya nama yang paling disukai Allah adalah 'Abdullah dan 'Abdur Rahman."( HR. Muslim )

Sebagai umat Islam tentunya kita menginginkan untuk bisa menjalankan sunnah memberi nama baik sesuai yang telah dituntunkan dengan nama-nama baik yang telah disebut dalam hadist tentang pemberian nama bagaimana contoh nama yang baik dan juga contoh nama yang dilarang diberikan kepada anak-anak kita. Adab memberi nama Islami juga perlu kita ketahui. Seperti halnya kapan disunahkan memberi nama, nama-nama apa saja yang dimakruhkan, nama-nama apa saja yang diharamkan, nama-nama yang disunahkan dan dianjurkan dalam Islam perlu diketahui orang tua dan memahaminya dengan benar pula.

Dalam kaidah sunnah pemberian nama baik ini juga berkaitan erat dengan kita orang tua mendidik anak dalam kandungan karena memang sejak dini orang tua perlu memberikan pelajaran sedini mungkin kepada anak-anak walau masih dalam kandungan.

Alhamdulillah istri sekarang sedang mengandung dengan usia kehamilan yang beranjak pada 8 bulan. Bila sahabat mempunyai usulan nama-nama bayi laki-laki islami atau pun nama-nama bayi perempuan Islami bisa berbagi dengan saya di sini dengan memberikan komentar. Karena sebelum kita memberikan nama baik menurut ajaran Islam kita juga perlu mengetahui akan tanda-tanda persalinan yang akan menghampiri istri kita sehingga kita bisa menyiapkan segala sesuatunya pula. Karena proses pemberian nama kepada bayi tentunya setelah proses kelahiran bisa berjalan dengan lancar dan sehat pula.

Memang telah ada nama-nama baik islami yang telah disiapkan oleh saya tetapi saya juga berpikir tidak ada salahnya bila sahabat-sahabat juga mengusulkan nama buat calon buah hati saya. Kewajiban memberikan nama yang baik adalah tanggung jawab seorang ayah dan saya juga sedang berusaha untuk bisa memberikan nama yang baik untuk anak saya yang kedua ini. Insya Allah.

Menjaga Lidah

Tanda kesempurnaan Islam dan Iman seseorang salah satunya adalah dengan jalan menjaga lidah dari segala sesuatu ucapan yang tidak memberikan manfaat serta faedah. Karenanya barangsiapa yang bisa menjaga lidahnya maka sungguh dia telah mendapatkan keberuntungan dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Oleh karena itulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa mengingatkan kepada para sahabatnya untuk senantiasa memperhatikan lidahnya, jangan sampai lidah tersebut digunakan untuk sesuatu hal yang akan menimbulkan kejelekan bagi dirinya, tatkala pada hari kiamat dia tidak bisa mempertanggung jawabkan semua ucapan yang keluar dari mulutnya. Maka lidah bisa memasukkan seseorang ke dalam surga akan tetapi dia juga bisa menjerumuskan pemiliknya jauh ke dalam neraka. Naudzubillah..Kita berlindung kepada Allah dari hal sedemikian aamiin.

Tidak bisa disangkal bahwasannya orang-orang yang tidak menjaga lisan nya dengan mengucapkan kata-kata tidak bermanfaat bahkan sampai dengan mencaci maki. menceritakan aib seseorang lainnya, seringkali berbohong dan melakukan berbagai tindakan yang tidak sepatutnya orang mukmin melakukannya akan bisa disukai dan dicintai olah masyarakat ? Tentunya orang tersebut malahan akan dihindari karena tidak bisa menjaga lidah dari hal yang kurang baik.

Keutamaan Manfaat Menjaga Lidah Lisan

Pada masa sekarang ini banyak orang yang pandai mahir berbicara bahkan sampai bersekolah di tingkat jenjang pendidikan yang tinggi akan tetapi kepandaiannya dalam hal berbicara tidak dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan digunakan untuk kemanfaatan umat manusia. Kita mengetahui bahwasannya lisan ini memang karunia Allah yang demikian besar. Dan ia harus selalu disyukuri dengan sebenar-benarnya. Caranya adalah dengan menggunakan lisan untuk bicara yang baik atau diam. Bukan dengan mengumbar pembicaraan semaunya sendiri.

Kita juga perlu mengetahui akan beberapa hal yang berkaitan dengan kewajiban menjaga lidah. Ayat Al-Qur'an yang menjadi dasar dalam menjaga lisan ini adalah “Dan janganlah kamu bersikap pada apa yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra`: 36). Ada juga hadist yang menjadi dasar untuk kita menjaga bicara kita yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR.Bukhari hadits no. 6089 dan Muslim hadits no. 46 dari Abu Hurairah).

Kita berkaca akan beberapa keutamaan menjaga lisan yang didapatkan dari perkataan para Ulama mengenai bahaya lidah diantaranya yaitu :
  1. "Tidak ada kebaikan dalam hidup ini kecuali salah satu dari dua orang yaitu orang yang diam namun berpikir atau orang yang berbicara dengan ilmu." ( Abu Ad-Darda’)
  2. "Segala sesuatu akan bermanfaat dengan kadar lebihnya, kecuali perkataan. Sesungguhnya berlebihnya perkataan akan membahayakan." ( Anas bin Malik ).
  3. "Awal ibadah adalah diam, kemudian menuntut ilmu, kemudian mengamalkannya, kemudian menghafalnya lantas menyebarkannya." ( Sufyan Ats-Tsauri )
Menjaga lisan lidah juga memberikan manfaat bagi kita yang yakin akan ajaran Islam dan juga sunnah-sunnah Rasulullah. Ada beberapa manfaat hikmah menjaga lisan diantaranya yaitu :
  1. Akan mendapatkan keutamaan daripada melaksanakan perintah Allah dan juga Rasulillah shallallahu 'alaihi wa sallam . Dasar dari hal tersebut adalah sebuah hadist yang berbunyi :"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Al-Bukhari no. 6090 dan Muslim no. 48).
  2. Akan mendapat jaminan surga yang datangnya dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah hadistnya yaitu yang artinya :"Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga)." (HR. Al-Bukhari no. 6088).
  3. Akan memiliki kedudukan tersendiri dalam agama Islam ini. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah yang terdapat dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ketika ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab : "(Orang Islam yang paling utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya." (HR. Al-Bukhari no. 11, Muslim no. 42).
Semoga dengan hal ini bisa mengingatkan kepada diri sendiri khususnya dan semoga pula bisa memberikan manfaat kepada para sahabat-sahabat semuanya aamiin.