Tanda Gejala Virus Ebola

Penyebab penyakit ebola adalah merupakan virus yang berasal dari genus Ebolavirus, yang termasuk di dalam familia Filoviridae serta juga adalah merupakan nama dari penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. Keganasan Ebola begitu menakutkan dan nampaknya bisa menyebar dengan cepat serta dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Badan Kesehatan Dunia WHO menggolongkan sebagai demam berdarah. Wabah demam berdarah Virus Ebola melanda Afrika Barat dan meledak di Guinea di tahun 2014 ini. Ebola dikatakan memiliki tingkat kematian hingga 90 persen. Namun untuk kejadian saat ini, 60 persen kasus Ebola berakibat fatal.

Tanda Gejala Virus Ebola

Kemunculan pertama kali dari ebola ini adalah di tahun 1976. Wabah penularan terjadinya dan terjangkitnya penyakit ini adalah pertama menyerang desa-desa terpencil di Afrika Tengah dan Barat, biasanya yang berada di daerah dekat hutan hujan tropis.

Cara Penularan Ebola


Virus ebola ini dapat menular melalui cairan tubuh penderitanya yang terkontaminasi oleh virus penyebab penyakit ebola ini. Yaitu bisa menular melalui media seperti halnya darah, muntah, kotoran, keringat, air liur, air mata juga bisa melalui air mani. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Prof dr William Schaffner seperti informasi yang dilansir dari health.liputan6.com.

Penyakit Ebola dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan tubuh atau kulit. Masa inkubasinya dari 2 sampai 21 hari, umumnya antara 5 sampai 10 hari. Saat ini telah dikembangkan vaksin untuk Ebola yang 90% efektif dalam monyet, namun vaksin untuk manusia belum ditemukan.

Pada umumnya dan juga biasanya Ebola dapat menyebar antar manusia melalui kontak dekat dengan cairan tubuh (bersin atau batuk) yang terinfeksi atau melalui jarum yang terinfeksi di rumah sakit.

Ebola kemudian menyebar di masyarakat melalui manusia ke manusia melalui cairan tubuh dan kontak tidak langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi dengan cairan tersebut.

Cara penularan virus ebola menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) seperti yang dilansir dari pewartaekbis.com antara lain adalah dengan melalui cara seperti berikut ini :
  • Penyakit yang diakibatkan infeksi Virus Ebola / Ebola virus disease (EVD) memiliki risiko kematin tinggi apabila menginfeksi manusia, yaitu mencapai 90%.
  • Wabah EVD secara endemik khusus terjadi di pedesaan terpencil di Afrika Tengah dan Afrika Barat di daerah hutan tropis.
  • Virus Ebola ditransmisikan dari binatang liar kepada manusia. Virus ini kemudian menyebar dalam populasi manusia melalui penularan dari manusia ke manusia.
  • Diduga, kelelawar buah dari keluarga Pteropodidae merupakan inang alami dari virus Ebola.
  • Manusia yang terinfeksi virus Ebola harus mendapatkan perawatan intensif sepenuhnya agar dapat kembali pulih.
  • Hingga kini belum ditemukan vaksin atau perawatan yang spesifik yang mampu digunakan sepenuhnya pada hewan atau manusia untuk menjinakkan virus Ebola.
  • Virus Ebola dapat ditularkan lewat darah, sekresi organ tubuh atau cairan tubuh lain dari binatang atau manusia yang terinfeksi.
  • Di Afrika infeksi dari Ebola terjadi lewat binatang menyusui (Mammalia) yang telah terinfeksi, contohnya simpanse, gorila, kelelawar buah, monyet, kijang serta landak yang telah sakit atau mati.
  • Sementara itu penyebaran dari manusia ke manusia terjadi melalui kontak langsung kulit luka, darah, sekresi cairan tubuh lain dari mereka yang sudah terinfeksi.
  • Kontak tidak langsung dari lingkungan yang sudah terkontaminasi yang bisa menyebabkan penularan EVD. Bahkan upacara penguburan dimana pelayat melakukan kontak langsung dengan jenazah mereka yang mengidap Ebola bisa menyebabkan penularan virus tersebut.
  • Pasien yang sudah pulih dari Ebola masih bisa menularkan virus ini melalui cairan semen (sperma) hingga tujuh pekan ke depan.
  • Gejala-gejala orang yang terinfeksi virus Ebola biasanya mulai tampak dalam waktu 2-7 hari setelah infeksi. Gejala-gejala awal berupa demam, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, dan kurangnya napsu makan. Setelah itu ada gejala lanjutan berupa muntah, diare, sakit perut, ruam, dan dalam beberapa kasus perdarahan internal dan eksternal. Perdarahan ini sering terjadi di mata, hidung atau mulut.
Cara Penularan Ebola

Pencegahan Penyebaran Virus Ebola


Penyakit ebola di Indonesia untuk saat ini memang belum terjadi dan semoga saja juga tidak terjadi. Akan tetapi sebagai manusia, tentunya mengetahui cara mencegah penularan penyakit virus ebola ini perlu juga untuk diketahui agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh kita semuanya.

Hingga saat ini belum ditemukan vaksin antivirus ebola, namun masih banyak kemungkinan untuk menghidarinya. Salah satu hal utama yang harus diperhatikan adalah kualitas sanitasi serta air konsumsi, pastikan dengan baik semuanya berada dalam kondisi terbaik.

Selain itu, perlu diperhatikan pula kesehatan hewan-hewan domestik di sekitar Anda, seperti hewan peliharaan, serta anjing atau kucing liar. Penularan dari hewan-hewan domestik ini memiliki kemiripan dengan penularan rabies, sehingga Anda perlu tetap waspada terhadapnya.

Cara lain untuk menghindari penularan virus ebola adalah cara penguburan khusus terhadap hewan-hewan yang mati dikarenakan virus tersebut. Apabila hal ini terjadi, pastikan hewan bersangkutan dikubur jauh dari tempat tinggal.

Pastikan pula Anda selalu mencuci bersih tangan dan anggota tubuh yang terbuka sebelum dan sesudah menguburkan hewan-hewan yang diduga mati akibat serangan virus ebola.

Jika dirasa penting, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis jika merasa telah kontak langsung dengan sumber-sumber penularan virus ebola.

Tanda Gejala Orang Terkena Virus Ebola


Tanda-tanda umum orang terinfeksi virus ebola secara umum bisa dikenali. Berikut penjelasan Prof Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI seperti dikutip dari laman website health.okezone.com Senin 4 Agustus 2014 ini.

Tanda Gejala Orang Terkena Virus Ebola

Awal gejala termasuk demam tinggi, setidaknya 38,8 derajat Celcius atau 101,8 derajat Fahrenheit. Kemudian, sakit kepala parah, nyeri otot, sakit perut, kelemahan parah, kelelahan, sakit tenggorokan, mual, pusing, pendarahan internal dan eksternal.

Dalam kondisi tersebut, tidak sedikit yang menduga jika penderita virus Ebola sedang terkena malaria, demam, thyphus, disentri, influenza, atau berbagai infeksi bakteri lainnya. Lebih dalam, Ebola juga bisa menyebabkan gejala yang lebih serius. Bahkan, jika tidak ditangani dengan cepat, bisa berujung pada kematian.

Diare, kotoran berdarah atau gelap, muntah darah, dan mata merah distension adalah gejala dari Ebola yang sudah tahap serius. Kalau sudah seperti itu, biasanya disarankan untuk seseorang diinkubasi sekira dua sampai 21 hari. Akan tetapi, umumnya hanya perlu lima sampai 10 hari

Pengobatan Ebola

Sampai dengan saat ini, belum ditemukan vaksin yang bisa mencegah infeksi oleh virus Ebola. Akan tetapi sekarang sedang di kembangkan pembuatan vaksin yang akan diujikan kepada manusia untuk pertama kalinya adalah vaksin yang sudah memasuki fase uji-klinis.

Menurut Sanchez, seperti informasi yang dilansir dari mediaindonesia.com bahwa infeksi virus Ebola di dalam tubuh manusia memang bisa sangat mematikan, tapi monyet berhasil selamat dari infeksi virus tersebut dan ini bisa menjadi contoh yang sangat bermanfaat bagi uji-coba terhadap binatang.

Pengujian vaksin Ebola dengan menggunakan primata memberikan perkembangan yang menjanjikan bagi hadirnya vaksin pelindung.

Dalam pengobatan pada gejala penyakit ebola ini sebenarnya belum ada obat yang 100% dapat menyembuhkan dengan total, pengobatan yang dilakukan biasanya hanya dengan antivirus untuk melawan virus menyerang semakin banyak.

Penderita biasanya dirawat di rumah sakit secara intensif dengan obat-obatan yang membantunya untuk menjaga kondisi tubuh agar masih bisa bertahan dalam melawan virus tersebut. Obat untuk ebola belum ditemukan.

Pendarahan yang sering terjadi pada penyakit ini, biasanya penderita akan memerlukan tranfusi darah untuk mengganti darah yang sudah keluar.

Penyebab Tanda Gejala Virus MERS-Cov

Virus Corona Middle East Respiratory Syndrome (MERS) adalah merupakan salah satu jenis virus yang menyerang organ pernafasan orang yang mengidapnya yang merupakan jenis penyakit saluran pernafasan yang bisa mengakibatkan kematian. MERS – Cov adalah merupakan singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus. Virus ini merupakan jenis baru dari kelompok Corona virus (Novel Corona Virus).

Virus ini pertama kali dilaporkan pada bulan September 2012 di Arab Saudi. Virus SARS tahun 2003 juga merupakan kelompok virus Corona dan dapat menimbulkan pneumonia berat akan tetapi berbeda dari virus MERS Cov. Informasi yang diperoleh dari website Kementrian Kesehatan RI www.depkes.go.id memberitakan bahwasannya virus ini berbeda dengan coronavirus lain yang telah ditemukan sebelumnya.

Sehingga kelompok studi corona virus dari Komite Internasional untuk Taksonomi Virus memutuskan bahwa novel corona virus tersebut dinamakan sebagai MERS-Cov. Virus ini tidak sama dengan corona virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), namun mirip dengan corona virus yang terdapat pada kelelawar.

Penyebab Tanda Gejala Virus MERS-Cov

Gejala Dan Cara Penularan MERS

Ada beberapa hal yang bisa kita ketahui dalam rangka mengenali apa saja yang menjadi tanda-tanda orang terkena virus yang satu ini. Karena menyerang saluran pernafasan maka berikut tanda-tanda penyakit MERS antara lain adalah sebagai berikut :
  • Demam.
  • Batuk.
  • Sesak Nafas (nafas pendek).
  • Bersifat akut.
Sekitar separuh dari jumlah penderita meninggal. Sebagian dari penderita dilaporkan menderita penyakit saluran pernapasan tingkat sedang.

Sampai saat ini, masih terus dilakukan investigasi mengenai pola penularan MERS-Cov, karena telah ditemukan adanya penularan dari manusia ke manusia yang saling kontak dekat dengan penderita. Penularan dari pasien yang terinfeksi kepada petugas kesehatan yang merawat juga diamati. Selain itu, cluster dari kasus infeksi MERS-Cov di Arab Saudi, Jordania, the United Kingdom, Prancis, Tunisia, dan Italia juga diinvestigasi.

Virus ini dapat menular antar manusia secara terbatas, dan tidak terdapat transmisi penularan antar manusia yang berkelanjutan. Kemungkinan penularannya dapat melalui media sebagai berikut yaitu :
  • Langsung : Melalui percikan dahak (droplet) pada saat pasien batu atau bersin.
  • Tidak Langsung : Melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi virus.
Untuk itu juga para pejabat di badan kesehatan dunia (WHO) seperti informasi yang dilansir dari www.voaindonesia.com juga menyatakan serta prihatin prihatin bahwa virus MERS mungkin akan menular ke para peziarah kaum muslimin yang diperkirakan akan mengunjungi tempat-tempat suci di Arab Saudi bulan depan dalam bulan Ramadan, atau jutaan lagi diperkirakan akan datang bulan Oktober untuk menunaikan ibadah Haji di Mekah.

Untuk itulah para jamaah haji Indonesia serta juga para tenaga kesehatan yang ikut serta dalam TKHI dan PPIH Tahun 2014 ini untuk selalu menjaga kesehatan dan melakukan tindakan pencegahan akan penularan penyakit yang disebabkan oleh karena corona virus yang disebut Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov) ini.

Karena memang ada beberapa hal yang terkait dengan Tips Dan Cara Menjaga Kesehatan Ketika Menunaikan Berangkat Haji agar bisa menjalankan wajib dan rukun haji itu sendiri.

Pengobatan Dan Vaksin Mers-Cov

Sampai dengan saat ini memang belum ada vaksin yang spesifik dapat mencegah infeksi MERS-Cov. Selain itu, belum ditemukan juga metode pengobatan yang secara spesifik dapat menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh MERS-Cov.

Perawatan medis hanya bersifat supportive untuk meringankan gejala. Tes laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk MERS-Cov tersedia di Kementerian Kesehatan dan beberapa laboratorium internasional, namun tes tersebut bukan tes rutin.

Belum ada vaksin yang tersedia. Pengobatan anti viral yang bersifat spesifik belum ada, dan pengobatan yang dilakukan tergantung dari kondisi pasien. Pencegahan dengan menjalankan pol hidup yang sehat dengan melakukan PHBS (pola hidup bersih dan sehat), dan juga menghindari kontak erat dengan penderita, serta menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan menerapkan etika batuk ketika sakit perlu untuk diterapkan dengan baik pula.

Demam Tifoid Tifus

Penyakit demam tifoid atau pun juga dikenal dengan Tifus abdominalis (Thypus abdominalis) adalah merupakan bagian dari penyakit infeksi yang menyerang saluran pencernaan. Penyakit tifus ini sebaiknya jangan diremehkan. Penyakit infeksi yang satu ini muncul karena salah satunya adalah karena kurang mengindahkan akan kebersihan yang pada akhirnya bisa juga memicu terjadinya diare, demam atau pun sakit kepala.

Pengertian penyakit tifus abdominalis adalah merupakan penyakit infeksi akut yang biasa menyerang saluran pencernaan. Dan tanda gejala tifus yang biasa ditimbulkan adalah demam yang tinggi selama 1 minggu dan juga gangguan pada saluran pencernaan, dan gangguan kesadaran. (FKUI, 1985).

Penyebab demam tifoid atau etiologi penyakit tifus adalah karena bakteri salmonella typhi dengan masa tunas bakteri adalah selama kurang lebih 6-14 hari. Bakteri salmonella sering ditemukan dalam makanan minuman siap saji yang kurang terjaga kebersihan dan kehigienisannya seperti makanan yang tersaji di pinggir jalan atau pun karena kebiasaan kurang sehat ketika kita akan makan yaitu tidak cuci tangan terlebih dahulu.

Karena dua hal tersebut diataslah yang bisa menyebabkan dan merupakan salah satu cara bakteri salmonella dapat masuk ke dalam tubuh kita. Penyakit akibat bakteri salmonella ini lebih dikenal dengan sebutan tifus / demam tifoid atau demam paratifoid. Dan data yang diperoleh dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwasannya lebih dari 16 juta orang di seluruh dunia terinfeksi demam tifoid dan paratifoid setiap tahunnya, dengan 500.000 sampai dengan 600.000 kasus diantaranya mengakibatkan kejadian yang fatal.

Penyakit Demam Tifoid Tifus

Manifestasi Klinik Penyakit Tifus.
Manifestasi atau pun tanda gejala penyakit saluran pencernaan ini yang paling mudah dikenali adalah demam. Karena demam pada umumnya adalah disebabkan karena adanya sebuah infeksi pada tubuh manusia. Pada sebagain besar kasus, demam Thypus abdominalis ini dilaporkan terasa lebih tinggi saat sore atau malam hari dibandingkan pagi harinya.

Gejala demam tifus lainnya yang bisa saja menyertai demam tifoid adalah antara lain adalah berupa malaise, pusing, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri perut, konstipasi, diare, myalgia, hingga delirium dan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan fisik, seringkali akan ditemukan adanya lidah kotor (tampak putih di bagian tengah dan kemerahan di tepi dan ujung), hepatomegali, splenomegali, distensi abdominal, tenderness, bradikardia relatif, hingga ruam makulopapular berwarna merah muda, berdiameter 2-3 mm yang disebut dengan rose spot.

Tifus adalah penyakit yang sewaktu-waktu bisa kambuh. Kekambuhan ini dapat terjadi dikarenakan kuman masih menetap di dalam organ-organ tubuh dan berkesempatan untuk bereproduksi kembali. Menetapnya salmonella dalam tubuh manusia dalam dunia kesehatan disebut dengan istilah pembawa kuman atau carrier.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr. Samsu Satari Sp.PD mengatakan bahwa terdapat beberapa pemeriksaan laboratorium untuik menegakkan diagnosis demam tifoid dan paratifoid selain dari hasil pemeriksaan klinis. Di daerah endemik pemeriksaan kultur darah merupakan gold standar metoda diagnostik untu demam tifoid. Pemeriksaan lainnya adalah dengan Tubex RTF yang dilakukan dengan tujuan unti mendeteksi antibodi Ig M terhadap antigen lipopolisakarida 09 yang sangat spesifik terhadap bakteri Salmonella Thypi. Terdeteksinya Ig M menunjukkan fase akut demam tifoid.

Pemeriksaan laboratorium terbaru adalah dengan typhidot dapat mendeteksi Ig G dan Ig M. Dengan terdeteksinya Ig G dan Ig M menunjukkan demam tifoid akut pada masa pertengahan. Pemeriksaan ini dapat menggantikan pemeriksaan widal namun tetap harus disertai gambaran klinis sesuai dengan kondisi pasien.

Pengobatan Tifus.
Pengobatan pada demam tifus dan paratifus seperti yang diungkap oleh Dr. RHH Nelwan staf pada divisi penyakit tropik dan infeksi FKUI adalah bertujuan untuk memutus daur hidup kuman tersebut. Dokter akan memberikan beberapa pilihan pengobatan antibiotika kepada pasien. hanya saja sayangnya tingkat kekebalan atau pun resistensi bakteri semakin hari semakin meningkat. Makin banyak pula kasus yang menunjukkan salmonella kebal terhadap satu atau beberapa jenis antibiotik sekaligus. Sehingga pada akhirnya hal ini akan berakibat kepada semakin mahalnya pengobatan tifoid dan menjadi lebih sulit.

Perawatan Tifus abdominalis Demam Tifoid.
Pada tempat-tempat pelayanan kesehatan seperti halnya rumah sakit ada beberapa cara merawat pasien dengan penyakit tifus abdominalis atau pun demam tifoid ini yaitu diantaranya dengan melakukan :
  1. Penderita dirawat dengan tujuan untuk isolasi, observasi, dan pengobatan. Pasien harus tetap berbaring sampai minimal 7 hari bebas demam atau 14 hari untuk mencegah terjadinya komplikasi perdarahan usus atau perforasi usus.
  2. Pasien dengan kesadaran menurun, diperlukan perubahan-perubahan dalam posisi berbaring untuk menghindari komplikasi pneumonia hipostatik dan dekubitus.
Pencegahan Penyakit Tifus.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam rangka pencegahan dan mencegah penyakit demam tifoid ini yaitu diantaranya :
  • Penerapan Pola Hidup Sehat Dan Bersih.
  • Membiasakan Cuci Tangan Dengan Menggunakan Sabun Sebelum Dan Sesudah Makan.
  • Menkonsumsi Makanan Minuman Bergizi Yang Sudah Dimasak Matang.
  • Menyimpan Makan Dengan Benar Agar Terhindar Dari Debu Dan Dihinggapi Lalat.
  • Membiasakan Buang Air Di Kamar Mandi.

Penyebab Pencetus Epilepsi

Pencetus timbulnya epilepsi memang harus dihindari dan diketahui baik itu oleh penderita epilepsi maupun keluarganya. Karena dengan kita mengetahui akan beberapa penyebab epilepsi dan juga hal yang bisa menimbulkan faktor resiko timbulnya serangan kejang epilepsi akan bisa meminimalisasi efek dari serangan kejang ayan tersebut.

Epilepsi adalah merupakan sindrom yang ditandai oleh kejang yang terjadi secara berulang-ulang. Diagnosa penyakit ayan akan ditegakkan bila seseorang mengalami paling tidak dua kali kejang tanpa penyebab. Ini adalah merupakan pengertian epilepsi menurut Jastremski, 1988.

Penyebab pasti terjadinya penyakit epilepsi ini memang belum diketahui secara pasti, akan tetapi dari beberapa kasus, ada beberapa hal yang bisa menjadikan seseorang terkena akan penyakit yang satu ini. Penyakit epilepsi pada anak juga banyak terjadi pula. Untuk ituk para orang tua harus mewaspadai bila serangan epilepsi ini terjadi pada anak-anak.

Penyebab Faktor Pencetus Penyakit Epilepsi

Seperti yang pernah dibahas sebelumnya mengenai beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya serangan epilepsi berulang ini adalah :
  1. Faktor Keturunan (Genetika). Ternyata faktor keturunan dan riwayat kesehatan dalam keluarga bisa menyebabkan terjadinya epilepsi itu sendiri.
  2. Trauma Di Bagian Kepala. Kejadian trauma kepala atau pun cedera pada kepala bisa mengakibatkan seseorang nantinya mengalami kejang-kejang karena kemungkinan kerusakan pada syaraf-syaraf otak dan neuronnya.
  3. Gangguan Fisik dan Mental. Dan hal ini akan membutuhkan adanya pengobatan epilepsi yang tepat.
  4. Penyakit Medis. Stroke atau serangan jantung yang menghasilkan kerusakan pada otak dapat juga menyebabkan epilepsi. Stroke adalah penyebab yang paling utama pada kejadian epilepsi terhadap orang yang berusia lebih dari 65 tahun.
Tanda gejala kejang epilepsi atau pun penyakit ayan dapat kita kenali dari beberapa tanda-tanda berikut ini yaitu :
  • Kehilangan kesadaran baik sebagian maupun hilangnya kesadaran secara penuh.
  • Timbulnya gerakan menghentak yang tidak terkontrol pada tangan dan kaki penderita ketika terjadi serangan ayan.
  • Kebingungan yang temporer yang terjadi pasca serangan epilepsi.
Para penderita biasanya akan mengenali beberapa tanda akan datangnya serangan epilepsi pada dirinya. Beberapa tanda datangnya epilepsi pada penderita berbeda satu dengan yang lainnya.

Namun dari pengakuan didapatkan data yang menunjukkan bahwasannya tanda itu akan diawali dengan perut akan terasa sakit, jantung terasa berdebar-debar, sampai dengan mengalami apa yang dinamakan dengan dejavu. Tanda aura epilepsi ini umumnya medis menyebut akan timbul beberapa detik sebelum terjadinya kejang epilepsi.

Penyakit kelainan sistem saraf seperti halnya epilepsi ini tetap harus diwaspadai. Karena memang penyakit ini belum bisa disembuhkan secara total dan dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang yang cukup serius.

Pencegahan epilepsi ini kata kuncinya adalah keteraturan dalam menjalani pengobatan epilepsi dan juga menghindari faktor pencetus epilepsi agar tak terjadi kejang. Kejang pada ayan bisa terjadi jika ada kegiatan elektrik berlebihan di daerah otak sehingga menyebabkan gerakan yang tidak terkontrol.
Pencetus timbulnya epilepsi ini bisa dikarenakan beberapa hal contohnya adalah kelelahan, kedinginan, kecapaian, kelaparan, dan kurang tidur.
Sehingga kelima hal tersebut diatas, bila diketahui dengan baik oleh penderita akan bisa bermanfaat dan efektif untuk mencegah kekambuhan penyakit dan serangan epilepsi itu sendiri.

Kualitas hidup yang baik bagi para penderita penyakit epilepsi bisa didapat melalui pengobatan yang teratur yang bermanfaat dalam rangka untuk mencegah kekambuhan. Sebaliknya, jika penderita tidak patuh pada pengobatan serta perawatan epilepsi, bisa terjadi serangan atau gangguan tumbuh kembang pada anak. Ini bila menyangkut mengenai penyakit epilepsi pada anak.

Pengaruh dampak penyakit epilepsi ini yang bila ditinjau dari sudut pandang aspek psikologis, penyandang epilepsi akan menyebabkan penurunan kualitas hidup, seperti menurunnya kinerja pada orang yang sudah dewasa.

Pada masa pertumbuhan, anak dengan epilepsi intelegensinya akan terhambat dan IQ-nya rendah. Pengaruh yang diakibatkan karena menderita epilepsisalah satunya dari aspek sosial adalah timbul rasa malu bahkan frustasi. Perasaan bingung dan merasa bersalah terus meningkat akibat gunjingan dari masyarakat.

Stigma pandangan buruk dan negatif masyarakat akan menjauhi penderita epilepsi karena takut menular dan membahayakan orang lain. Tetapi sebenarnya epilepsi adalah gangguan neurologis di otak yang dialami si penderita sehingga menyebabkan kejang. Dan penyakit ini tidak menular.

Penyembuhan epilepsi bisa dilakukan dengan cara dan proses yang berurutan mulai dari penegakan diagnosa sampai ke dalam pengobatan terapi perawatan dan proses pembedahan jika diperlukan seperti berikut ini :
  1. Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging).
  2. EEG (Elek­troensepha­lo­gram).
  3. Tindakan pembedahan operasi epilepsi.

Tanda Penyakit Osteoporosis

Penyakit osteoporosis adalah merupakan jenis penyakit yang yang berhubungan dengan keadaan tulang pada diri seseorang. Yang dimaksud dengan pengertian osteoporosis ini adalah merupakan keadaan berkurangnya suatu kepadatan tulang yang berjalan secara progresif, sehingga tulang akan menjadi lebih rapuh dan mudah patah. Untuk itulah pentingnya kita mengenal akan tanda gejala osteoporosis ini secara lebih jauh agar kita bisa mencegah serta memberikan pengobatan osteoporosis ini dengan lebih baik lagi.

Secara awam kita lebih mengenal dan mengetahui jenis penyakit ini dengan istilah mudahnya adalah tulang yang keropos. Kita tahu bahwa tulang itu sendiri terdiri dari jenis mineral seperti halnya kalsium dan fosfat, sehingga tulang akan menjadi keras dan padat.

Untuk mempertahankan kepadatan tulang, tubuh tentunya membutuhkan akan banyak persediaan kalsium dan mineral lainnya yang memadai. Dan juga vitamin D yang dalam hal ini mempunyai peranan serta fungsi yang diperlukan untuk menyerap kalsium dari makanan dan memasukkan ke dalam tulang.

Osteoporosis akan berpengaruh terhadap kedudukan serta fungsi semua tulang yang ada di dalam tubuh. Kejadian proses pengeroposan tulang itu sendiri paling sering terjadi pada tulang pinggul, pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang atau vertebrae. Hal ini lah yang perlu untuk kita waspadai bersama. Karena memang perjalanan keroposnya tulang ini membutuhkan waktu yang lama dan tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit tulang semacam ini.


Penyebab osteoporosis dapat terjadi karena hal dan faktor sebagai berikut :

1. Kekurangan Zat Kalsium.
Manfaat kalsium untuk tulang adalah berperan penting dalam pembentukan tulang dan gigi pada anak-anak dan remaja yang sedang tumbuh, dan mempunyai fungsi penting dalam mempertahankan struktur normal sel. Bila pembentukan tulang bagus ketika masa remaja, maka resiko untuk terkena tulang keropos di kala usia senja akan bisa diminimalisasi. Bila tubuh kekurangan kalsium ini maka pada waktunya nanti akan bisa menjadi faktor penyebab timbulnya penyakit osteoporosis.

2. Adanya Perubahan Hormonal.
Hal ini lebih banyak menimpa pada kaum wanita. Perubahan hormonal pada wanita contohnya ketika telah memasuki masa menopause maka karena terjadi penurunan hormon terutama hormon estrogen, akan bisa untuk menurunkan kemampuan tubuh untuk membentuk tulang sehingga kekeroposan tulang akan menjadi mudah terjadi.

Hormon estrogen ini juga bermanfaat untuk membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. tetapi tidak semua wanita menopause juga menderita penyakit ini

3. Kurangnya Aktifitas Badan.
Bila seseorang dalam kesehariannya banyak mengalami masa tidak bergerak atau kurang gerak dan aktifitas maka hal ini akan bisa menyebabkan terjadinya osteoporosis ini. Kita tahu sesungguhnya dalam pergerakan dan aktifitas keseharian kita secara tidak langsung akan melatih tulang dan menghindarkan terjadinya keropos tulang itu sendiri. Dengan banyak aktifitas dan latihan akan memperkuat otot serta tulang dan tentunya ini akan membawa banyak manfaat untuk kesehatan badan kita.

Ada beberapa tindakan pencegahan penyakit osteoporosis ini. Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan cara untuk mencegah timbulnya penyakit keropos tulang ini yaitu :
  1. Mengatur diet yang baik dan sehat untuk mencegah osteoporosis. Yaitu dengan menjalankan pola makan yang sehat dan banyak untuk mengkonsumsi sayuran, susu tinggi kalsium dan lain sebagainya. Ini adalah bagian dari meningkatkan serta mempertahankan kepadatan tulang dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup bagi tubuh kita.
  2. Melakukan aktifitas olahraga secara teratur. Berolahraga dengan baik, benar,dan teratur dapat meningkatkan kepadatan tulang, serta memperlancar aliran darah keseluruh tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memperkuat dan melenturkan otot dan sendi. Karena banyak manfaat olahraga yang bisa kita peroleh bagi kesehatan diri kita.
  3. Mencegah dan menghentikan kebiasaan yang bururk terhadap kesehatan seperti merokok dan minum alkohol. Merokok dan minum-minuman keras beralkohol selain merusak kesehatan, ternyata juga berpengaruh terhadap kepadatan dan kekuatan serta kesehatan tulang-tulang kita. Karena memang perawatan osteoporosis banyak yang dilakukan di rumah sakit.
Tanda penyakit osteoporosis atau pun lebih khususnya adalah tanda kekurangan kalsium dapat kita kenali dari gejala dan tanda berikut ini :
  • Pada Masa Pertumbuhan dan Perkembangan : pertumbuhan terhambat, tinggi badan tidak optimal, imunitas tubuh menurun, gigi berlobang serta mata minus.
  • Pada Orang Dewasa : Kram otot, tegang, sulit tidur, jantung berdebar tidak normal, badan sering pegal.
  • Pada Usia Lanjut : Insomnia, osteoporosis, tulang mudah patah, badan bungkuk, tulang ngilu dan mudah kram.
  • Pada Masa Kehamilan : Gigi linu, sakit punggung, pinggang ngilu, tegang, lemah, mual di pagi hari, insomnia dan kram.
  • Pada Masa Menyusui : Gigi sakit dan linu, sakit pinggang, kram, osteoporosis dan tulang mudah patah.
Setelah kita mengetahui sedikit banyak mengenai penyakit osteoporosis, maka pada lain kesempatan kita akan coba sajikan mengenai askep osteoporosis ini dilihat dari sudut keperawatannya. Karena memang bidang kesehatan serta juga asuhan keperawatan osteoporosis dua hal yang saling berkaitan.

Penyakit Hemoroid Ambeien

Hemoroid adalah merupakan suatu jenis penyakit yang banyak juga menimpa orang-orang. Sebenarnya yang dimaksud dengan ambeien atau wasir adalah suatu penyakit yang terjadi pada anus di mana bibir anus akan mengalami bengkak yang kadang juga disertai dengan pendarahan pada stadium tertentu. Ini lah yang di sebut dengan pengertian hemoroid wasir ini. Penyakit ambeien ini tidak hanya memberikan rasa sakit kepada pada penderitanya, tetapi juga memberikan rasa minder dan malu karena mengidap penyakit wasir ini.

Patofisiologi hemoroid ini adalah merupakan gangguan yang terjadi karena adanya pembuluh-pembuluh darah di daerah anus melebar akibat aliran darah ke jantung terhambat. Pembuluh darah yang melebar ini akan ditutupi selaput lendir, kulit, jaringan ikat atau otot-otot polos yang lama kelamaan membengkas sehingga membentuk tonjolan.

Secara anatomi sebenarnya ambeien bukanlah suatu penyakit melainkan perubahan pada bantalan pembuluh darah di daerah dubur. Di mana pada bagian dubur terdapa tiga pembuluh darah atau arteri. Jika salah satunya terganggu atau adanya bendungan aliran darah maka pembuluh tersebut akan melebar atau membengkak. Hal ini yang disebut ambeien. Pada bagian keperawatan juga ada bagian yang membahas mengenai asuhan keperawatan hemoroid bila dilakukan perawatan di Rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan.

Penyebab Tanda Gejala Ambien Hemoroid

Ada beberapa hal yang menyebabkan wasir hemoroid ini. Berikut adalah penyebab ambeien dan faktor yang memicu terjadinya hemoroid diantaranya yaitu :
  1. Berada dalam posisi duduk yang terlalu lama.
  2. Sering mengangkat beban yang berat.
  3. Faktor usia umur seseorang.
  4. Kehamilan.
  5. Sembelit / konstipasi / obstipasi yang menahun.
  6. Sering mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak cabe dan dan jenis rempah-rempah yang memicu melebarnya pembuluh darah.
  7. Usus besar yang tidak berfungsi dengan baik karena pemberian obat terutama dalam hal ini penggunaan pencahar secara berlebihan.
  8. Hubungan seks yang tidak lazim dan dilarang oleh agama.
  9. Penyakit yang membuat mengejan penderita.
Ada dua jenis macam penyakit wasir yang kita kenal, yaitu wasir luar dan wasir dalam. Pada wasir dalam, pembuluh darah ditutupi oleh selaput lendir yang basah di dalam anus. Pada taraf awal memang wasir tidak terlihat dari luar, namun jika sudah membesar akan menonjol keluar. Gejala tanda awal wasir dalam adalah keluarnya darah saat buang air besar.

Wasir luar merupakan varises di bawah otot yang umumnya berhubungan dengan kulit. Biasanya hemoroid ini terlihat tonjolan bengkak kebiruan pada pinggir anus yang terasa sakit dan gatal. Gejala tanda umum wasir luar adalah rasa sakit atau nyeri dikarenakan pembuluh darah yang pecah. Darah yang pecah tidak keluar namun berkumpul menjadi trombus (darah beku).

Ada beberapa stadium dan tingkatan penyakit hemoroid ini. Pembagian stadium hemoroid adalah sebagai berikut :
  • Stadium 1 : tanda wasir ini adalah berupa tonjolan masih kecil dan belum keluar. Gejalanya darah menetes setiap selesai buang air besar.
  • Stadium 2 : gejala ambien stadium ini tonjolan sudah keluar dengan ukuran sedang. Dengan gejala jika selesai buang air besar, tonjolan keluar namun akan masuk kembali saat penderita berdiri.
  • Stadium 3 : tanda hemoroid stadium 3 ini ukuran tonjolan sudah lebih besar. Gejalanya selesai buang air besar tonjolan keluar dan tidak akan masuk lagi kecuali didorong dengan tangan.
  • Stadium 4 : tanda gejala hemoroid pada tingkatan ini maka tonjolan sudah sebesar bola tenis. Tonjolan ini tidak dapat masuk kembali meski sudah didorong dan harus dioperasi. Pada wasir luar, kulit sudah menutupi pembuluh darah dan berada di luar anus hingga gampang terlihat.
Ada beberapa pencegahan hemoroid ini dan juga beberapa pengobatan ambeien yang bisa kita lakukan diantaranya yaitu :
  1. Banyak mengkonsumsi makanan berserat (pola makan sehat).
  2. Melakukan aktifitas olahraga secara teratur.
  3. Minum air yang cukup dan banyak.
  4. Jangan membiasakan diri menahan buang air besar (BAB) dan juga buang air kecil (BAK).
  5. Menghindari terlalu banyak duduk atau nongkrong di wc / toilet.
  6. Duduk berendam pada air yang hangat akan mengurangi sakit dan gejala wasir.
  7. Menjalankan pola hidup sehat.
Pengobatan penyakit wasir ini bisa dilakukan dengan secara tradisional obat-obatan herbal atau pun juga bila pada tahap akhir jalan yang harus ditempuh adalah melalui tindakan pembedahan operasi hemoroid yang dilakukan oleh tim medis dokter. UKhusus dalam keperawatan nantinya akan dibahas tersendiri untuk askep hemoroid itu sendiri. Karena memang ada beberapa diagnosa keperawatan pada pasien klien dengan hemoroid yang membutuhkan intervensi khusus juga.

Faktor Penyebab Penyakit Kanker

Penyakit kanker memang bermacam-macam. Diantaranya berbagai jenis macam kanker adalah kanker kanker payudara, kanker serviks. Kedua jenis kanker tersebut banyak menyerang kaum wanita. Macam dan jenis-jenis penyakit kanker lainnya adalah kanker hati, kanker prostat, kanker kulit, kanker paru-paru dan sebagainya. Untuk itulah kita bersama perlu mengetahui akan penyebab kanker itu sendiri.

Ada perbedaan antara tumor dan kanker. Perbedaan tumor dan kanker adalah bila tumor itu adalah merupakan jaringan abnormal yang biasanya muncul berupa benjolan atau pembengkakan di bagian tubuh dan tidak begitu berbahaya bagi kesehatan tubuh. Tumor terbentuk dari daging yang berisi cairan dan lemak. Bisa tumbuh di beberapa bagian tubuh manusia, misalnya ketiak, payudara, otak, leher, dan sebagainya.

Sedangkan kanker adalah merupakan jenis tumor yang ganas. Hal ini terjadi karena adanya sel yang telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak teratur. Kanker bisa terjdi dari berbagai jaringan dalam berbagai organ tubuh.

Penyebab Kanker

Maka kita kenal dengan macam penyakit kanker yang telah disebut di atas. Berjalan dengan pertumbuhan dan perkembangbiakannya tersebut, maka sel-sel kanker akan membentuk suatu massa dari jaringan ganas yang menyusup ke jaringan di dekatnya dan bisa menyebar (metastasis / metastase) ke seluruh tubuh dan bisa mengenai organ yang sehat pada mulanya.

Penyebab kanker yang sesungguhnya sebenarnya tidak diketahui penyebab pastinya. Karena antara satu dan lain halnya faktor penyebab kanker ini saling berkaitan. Namun dari hasil beberapa analisa penyebab penyakit kanker ini adalah maerupakan kumpulan dari berbagai faktor misalnya adalah faktor genetik (keturunan), faktor lingkungan, serta faktor pola makan.

Beberapa faktor resiko kanker dan juga bisa menyebabkan terjadinya penyakit kanker bisa berupa :
  1. Faktor Genetik (faktor Keturunan). Bila dalam sebuah lingkup keluarga mempunyai riwayat menderita kanker, maka anggota keluarga lainnya akan mempunyai faktor resiko penyakit kanker akan mudah terjadi dibandingkan dengan keluarga yang tanpa riwayat tumor ganas ini. Misalnya wanita atau saudara perempuan akan mempunyai resiko terkena kanker payudara meningkat 1,5-3 kali bila ada anggota keluarga atau pun saudaranya mengidap penyakit kanker payudara juga dibandingkan dengan yang tidak mempunyai riwayat keluarga.
  2. Faktor Lingkungan. Dalam berbagai kasus penyakit, faktor lingkungan ini berperan serta banyak dalam timbulnya suatu penyakit. Sama halnya dengan hal yang bisa menyebabkan penyakit kanker ini. Lingkungan dan kebiasaan buruk bagi kesehatan contohnya adalah merokok akan bisa meningkatkan resiko terkena penyakit kanker yang berhubungan dengan saluran pernafasan. Seperti halnya kanker paru-paru, kanker mulut. Itu semua karena bahan racun yang terkandung dalam sebuah rokok amat buruk untuk kesehatan seseorang. Faktor lingkungan yang bisa meningkatkan faktor resiko kanker lainnya adalah sinar ultraviolet matahari serta radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) digunakan dalam sinar rontgen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom hingga menjangkau jarak sangat jauh. (http://www.dharmais.co.id)
  3. Pola Makan Yang Tidak Sehat. Makanan bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker. Khususnya adalah makanan yang menggunakan berbabagi macam bahan-bahan kimia yang seharusnya bukan untuk bahan makanan. Hal ini seperi kita banyak saksikan bahwa tidak sedikit produk makanan juga yang dicampur dengan bahan kimia industri rumah tangga atau lainnya dengan tujuan tertentu. Kebanyakan akan bisa menimbulkan kanker yang berhubungan dengan saluran pencernaan. Untuk itulah kita sebagai orang tua perlu untuk memilih jajanan sehat bagi anak-anak kita juga.
  4. Gaya Hidup Yang Tidak Sehat. Ini sama dengan adanya perilaku hidup yang tidak sehat seperti halnya merokok, mengkonsumsi minum-minuman keras (beralkohol). Perilaku seks bebas juga bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker serviks
  5. Faktor Mental Seseorang. Bahasa mudahnya adalah faktor kejiwaan seseorang. Stressor dalam hal ini terutama stress yang berat akan bisa menyebabkan adanya ganggguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel akan menjadi lebih hiperaktif dan pada akhirnya akan bisa berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker. Untuk itulah kita juga perlu mengetahui akan tips menghilangkan stress.
  6. Gangguan Keseimbangan Hormon Tubuh. Hormon tubuh di sini adalah lebih banyak pada hormon estrogen dan progesteron. Hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel yang cenderung mendorong terjadinya kanker, sedangkan progesteron melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan. Ada kecenderungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan progesteron akan bisa menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim (pada kaum wanita) dan ini juga meri[akan jenis kanker yang banyak menyerang wanita perempuan dan kanker prostat dan buah zakar pada kaum pria.
Semoga dengan kita mengenali akan berbagai hal yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit kanker ini kita jadi lebih waspada dalam menjaga kesehatan kita dan tentunya kita harus bisa menerapkan akan pola hidup sehat dan juga pola makan yang sehat dalam menjalani kehidupan keseharian kita.

Penyakit HIV AIDS

Penyebab Tanda Gejala HIV AIDS Bagi kita masyarakat umum maka ketika pertama kali mendengar istilah HIV AIDS tentunya yang berada dalam pikiran kita adalah gambaran sebuah penyakit yang berbahaya dan sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang tepat dan berhasil menyembuhkan akan penyakit ini.

Penyakit HIV adalah salah satu jenis penyakit yang cara penularannya adalah memalui hubungan seksual. Dalam bahasa medisnya adalah masuk dalam golongan Penyakit Menular Seksual (PMS).

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus. Segala penyakit yang disebabkan virus ataupun infeksi seringkali berkaitan dengan daya tahan tubuh seseorang. Pada jenis penyakit virus biasa, dengan daya tahan yang lemah virus akan lebih mudah menyerang.

Tetapi bila daya tahan tubuh kita bagus, maka akan mengalami kesulitan dalam melakukan penyerangan terhadap tubuh. Untuk itulah pentingnya kita juga mengetahui akan virus penyebab HIV ini

Penyakit HIV AIDS, Tanda gejala HIV,Pengobatan HIV AIDS

Penyebab HIV AIDS

Hal-hal yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit mematikan ini antara lain adalah sebagai berikut :
  • Penggunaan jarum suntik yang terinfeksi virus HIV AIDS.
  • Hubungan se* yang kurang sehat dan aman.
  • Menurun dari orang tua kepada bayi dan anaknya.
  • Akibat Transfusi darah yang terinfeksi virus.
Tidak demikian dengan HIV AIDS ini. Justru HIV ini akan menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Sehingga bila telah berjangkit pada seseorang maka daya tahan tubuh seseorang dari hari ke hari akan semakin menurun. Sehingga efek dari virus penyebab HIV ini seseorang akan mudah terkena infeksi. Bila tidak terdeteksi dari awal, justru penyakit HIV ini akan dikenali dan bisa dideteksi bila seseorang mudah terkena infeksi tambahan.

Pengobatan HIV AIDS

Jika HIV ini tidak mendapatkan penanganan dan pengobatan HIV yang tepat dalam kurun waktu kurang lebih selama 5-10 tahun akan bisa berkembang menjadi penyakit AIDS. AIDS ini adalah kependekan kata dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Pengobatan Medis AIDS yang digunakan selama ini adalah menggunakan obat-obatan antiretroviral. Obat antiretroviral digunakan dalam pengobatan infeksi HIV. Obat-obatan ini bekerja melawan infeksi itu sendiri dengan cara memperlambat reproduksi HIV dalam tubuh.

Tanda Gejala HIV AIDS

beberapa hal tanda-tanda seseorang terjangkiti akan penyakit yang satu ini antara lain dapat kita kenali dengan gejala sebagai berikut :
  1. Penurunan Berat Badan Dengan Cepat. Penurunan berat badan ini biasanya tanpa ada sebab yang jelas. Hal ini karena biasanya pada penderita penyakit ini akan mulai kehilangan selera makannya. Walaupun makan dengan banyak kalori, karbohidrat, bergizi tetapi berat badan akan tetap menurun.
  2. Diare Yang Tak Kunjung Sembuh. Bila kita menjumpai seseorang yang mengalami diare berkepanjangan dan telah mendapatkan berbagai macam pemberian obat atau pun antibiotik belum juga sembuh, maka hal ini patut kita curigai dan waspadai bahwasannya seseorang tersebut tengah menderita salah satu gejala HIV. Apalagi bila faktor resiko banyak terdapat pada seseorang tersebut.
  3. Demam dan flu yang tidak kunjung sembuh. Seseorang tersebut akan mengalami demam yang berkelanjutan dan hilang timbul dan biasanya demam mencapai lebih dari 39 derajat celcius dan tak sembuh setelah kita berikan beberapa jenis obat antipiretika (penurun panas).
  4. Cepat Merasa Lelah. Karena jenis virus menyerang sistem kekebalan tubuh maka penderita HIV AIDS ini akan cepat merasakan lelah walaupun dalam aktifitas yang tak terlalu banyak.
Hanya saja tanda ciri di atas bila terdapat pada diri seseorang kita juga tak boleh langsung memvonis bahwa seseorang tersebut mengidap penyakit AIDS, harus ada beberapa pemeriksaan lebih lanjut memastikan seseorang terkena AIDS untuk bisa membuktikan kebenaran akan diagnosa penyakit yang satu ini.

Penularan AIDS
Ada beberapa cara penularan penyakit ini. Cara penularan AIDS HIV bisa melalui perantara sebagai berikut :
  1. Seks bebas dengan penderita yang positif mengidap HIV. Maka bagi para pelaku seks bebas biasanya akan menggunakan salah satu alat kontrasepsi yaitu kondom. Maka ketika menteri kesehatan baru Indonesia yang dilantik menggantikan Endang Rahayu Sedyaningsih pada tanggal 14 Juni 2012 lalu ketika mengkampanyekan pemakaian kondom ini menuai kontroversial. Karena banyak juga masyarakat yang menilai bahwa kampanye pemakai kondom kontroversial tersebut akan bisa membuat persepsi bahwa hal tersebut menghalalkan akan adanya seks bebas pula.
  2. Mendapatkan transfusi darah yang tercemar akan virus HIV.
  3. Penggunaan jarum suntik yang bergantian, penggunaan jarum tindik atau pun pembuatan tatto yang telah tercemar virus HIV. Dalam hal penggunaan jarum suntik, maka para pemakai narkoba yang menggunakan jarum suntik sebagai medianya adalah termasuk dalam golongan orang yang mempunyai resiko tinggi tertular penyakit AIDS ini.
  4. Penularan dari ibu hamil yang positif HIV AIDS kepada janin yang dikandungnya. Sehingga bila bayi tersebut lahir maka sang bayi akan bisa mengidap pula penyakit yang serupa.
Pencegahan Penyakit HIV AIDS
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam mencegah penyakit HIV AIDS ini. Langkah-langkah yang perlu kita lakukan dalam cara mencegah HIV AIDS yang bisa dilakukan adalah dengan cara :
  • Setia terhadap pasangan kita (pasangan suami istri). Jangan sampai kita melakukan seks bebas. Karena selain hal tersebut dilarang agama dan termasuk perbuatan dosa besar, dampak negatif dari seks bebas salah satunya adalah penyebaran penyakit ini yang dari tahun ke tahun jumlah penderitanya semakin meningkat. Fenomena gunung es juga menggambarkan bahwa banyak penderita AIDS yang tidak terdeteksi.
  • Bagi para tenaga kesehatan yang berhubungan erat dengan pasien, maka kewaspadaan ekstra harus tetap dilakukan. Karena penularan penyakit HIV AIDS adalah melalui perantara produk darah dan cairan tubuh, maka harus dilakukan dengan cara Kewaspadaan Universal (Universal Precaution).
Kewaspadaan Universal adalah panduan mengenai pengendalian infeksi yang dikembangkan untuk melindungi para pekerja di bidang kesehatan dan para pasiennya sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit yang disebarkan melalui darah dan cairan tubuh tertentu.

Bisa dilakukan dengan cara hand hygiene, melakukan desinfeksi instrumen kerja dan peralatan yang terkontaminasi, cara penanganan dan pembuangan barang-barang tajam dengan benar.

Pengobatan serta perawatan penyakit ini dilakukan dengan berbagai tahapan dan juga sejumlah unsur yang berbeda, yang meliputi konseling dan tes mandiri (VCT), dukungan bagi pencegahan penularan HIV, konseling tindak lanjut, saran-saran mengenai makanan dan gizi.

pengobatan IMS, pengelolaan efek nutrisi, pencegahan dan perawatan infeksi oportunistik (IOS), dan pemberian obat antiretroviral.

Penyakit Thalasemia

Thalasemia adalah salah satu jenis penyakit yang menyerang darah yang berupa kelainan khususnya sel darah merah. Penyakit Thalasemia adalah juga merupakan salah satu penyakit yang bisa diturunkan oleh orang tua kepada anaknya.

Pengertian thalasemia secara medis adalah penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal (normalnya 120 hari). Hal ini diakibatkan karena ketidakseimbangan pembuatan dan produksi salah satu dari ke 4 rantai asam amino yang berfungsi membentuk hemoglobin (HB). Demikian sedikit definisi dari penyakit ini.

Tanda ciri thalasemia, penyebab pengobatan thalasemia,penyakit thalasemia

Penyebab thalasemia seperti yang dikutip dari medicastore.com adalah adanya ketidakseimbangan dalam rantai protein globin alfa dan beta, yang diperlukan dalam pembentukan HB, karena sebuah gen cacat yang diturunkan. Untuk menderita penyakit ini, seseorang harus memiliki 2 gen dari kedua orang tuanya. Jika hanya 1 gen yang diturunkan, maka orang tersebut hanya menjadi pembawa tetapi tidak menunjukkan gejala thalasemia ini.

Jenis thalasemia ini terbagi menjadi 2 yaitu Thalasemia Mayor dan Thalasemia Minor. Yang dimaksud dengan thalasemia mayor adalah penyakit dengan tanda gejala terlihat jelasnya adalah penurunan akan kadar HB dalam darah sehingga menyebabkan penderitanya mengalami anemia. Dampaknya dalam darah ini maka sel darah merah (eritrosit) cepat rusak dan umur eritrosit lebih pendek.

Jenis ini akan terlihat normal ketika lahir. Tetapi setelah berumur - 3 sampai dengan 18 bulan akan mulai terlihat tanda gejala anemia. Akan muncul pula ciri khas thalasemia ini yaitu facies cooley (batang hidung masuk ke dalam dan tulang pipi menonjol akibat sumsum tulang yang bekerja terlalu keras untuk mengatasi kekurangan hemoglobin).

Thalasemia Minor maksudnya adalah bahwa seseorang tersebut membawa gen penyakit ini, dan seseorang tersebut bisa hidup normal. Akan menjadi masalah bila orang dengan thalasemia minor ini menikah dengan orang yang mempunyai penyakit sama. Karena dari pernikahan tersebut akan lahir seorang anak dengan thalasemia mayor sebesar 25%. Untuk itulah pentingnya juga kita melakukan screening pra nikah, nasehat perkawinan dalam bidang kesehatan untuk mencegah penyakit-penyakit yang diturunkan orang tua kepada anak-anaknya kelak. Ini juga termasuk cara pencegahan thalasemia pula.

Tanda gejala thalasemia dapat pula kita kenali. Karena erat hubungannya dengan penurunan produksi HB maka gejalanya akan terlihat seperti halnya : anemia (kurang darah), pembesaran limpa, pertumbuhan anak thalasemia akan lambat dan juga masa pubertas juga akan berjalan lebih lambat.

Pengobatan Thalasemia menurut Dr.dr. Moedrik Tamam, SpA(K) sampai saat ini masih belum ditemukan metoda yang permanen dalam hal pengobatan serta penanganan penyakit ini. Satu-satunya cara adalah dengan melakukan transfusi darah.

Perhatian pemerintah terhadap penanganan thalasemia ini diwujudkan dengan SK Menkes 2011 yang menggratiskan biaya pemeriksaan kadar feretin penderita penyakit thalasemia anak ini akan sangat membantu pasien-pasien. Karena bahaya paling besar dari penyakit ini adalah penumpukan zat besi dalam darah yang bila ini kadarnya tinggi dan meningkat maka akan menyebabkan komplikasi thalasemia yang bisa berujung pada kematian pasien.

Selain pengobatan dan pencegahan penyakit thalasemia ini dalam langkah-langkah medis, adalah pemberian semangat dan motivasi. Misalnya dengan mengatakan bahwa tidak ada suatu penyakit apapun yang tidak ada obatnya. Hal ini akan bisa membantu para penderita penyakit ini untuk tidak berpikiran bahwa dia tidak memiliki hak hidup seperti orang lain setelah mendapatkan dirinya divonis menderita penyakit ini. Juga dengan perkembangan teknologi kedokteran dewasa ini serta pemberian obat-obatan akan bisa mengurangi terjadinya infeksi, sehingga penderita thalasemia bisa mencapai kehidupan yang lebih panjang.