Pengaruh Stres Dan Depresi Pada Kesehatan Jantung

Tanda gejala depresi dan stress bisa mempunyai pengaruh dampak buruk terhadap kesehatan jantung kita. Penelitian mengatakan bahwa orang yang memiliki tingkat stres dan depresi yang tinggi, 48 persen lebih mungkin meninggal dunia karena serangan jantung dibandingkan mereka yang tingkat stres dan depresinya rendah.

Dalam hasil penelitian terbaru terkait dengan depresi dan stress ini seperti yang dipublikasikan dalam Jurnal Circulation, kemudian juga disiarkan LiveScience telah memperoleh kesimpulan bahwa dua hal tersebut diatas mempunyai pengaruh buruk terhadap orang yang mempunyai masalah penyakit jantung.

Pengaruh Stres Dan Depresi Pada Kesehatan Jantung

Meningkatnya risiko (kematian) yang diiringi tingkat stres tinggi dan depresi berat kaitannya kuat dan konsisten dengan perilaku-perilaku demografis, sejarah medis, penggunaan obat-obatan dan risiko kesehatan.

Demikian dikatakan oleh ketua studi Carmela Alcantara yang juga asisten peneliti pada Pusat Kesehatan Universita Columbia, New York City.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, para peneliti melibatkan 5.000 orang berusia 45 tahun yang mempunyai penyakit jantung koroner dari 2003 hingga 2007.

Mereka lalu meminta para partisipan menceritakan gejala depresi dan stresnya melalui kuesioner.

Hasil studi menemukan, sekitar enam persen atau 247 orang mengalami stres dan depresi tinggi. Setelah enam tahun masa studi, sekitar 1.337 orang meninggal dunia karena serangan jantung.

Para peneliti mencatat, orang yang sering stres dan depresi, risiko terkena serangan jantungnya meningkat dalam kurun waktu dua setengah tahun. Namun setelah itu, peningkatan risiko justru tak ada.

Mereka juga mendapati fakta, meningkatnya risiko terkena serangan jantung hanya terjadi pada orang yang mengalami kombinasi stres dan depresi, bukan salah satunya.

Alcantara mengatakan, intervensi perilaku dapat membantu penderita penyakit jantung dalam mengelola stres dan depresi mereka.

Penyakit Gangguan Kesehatan Akibat Stres


Penyakit yang ditimbulkan karena stress juga memang tidak bisa dibilang sedikit. Karena pengaruh stres apalagi yang berat serta berkepanjangan akan bisa menimbulkan gejala tanda stres yang akan terlihat baik itu secara fisik maupun secara psikologi juga.

Karena memang beban tekanan mental akan mempengaruhi mempengaruhi keadaan fisik, mental dan emosi seseorang yang sedang mengalaminya.

Penyakit Akibat Stres

Stress adalah merupakan suatu kondisi ketegangan yang akan bisa mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi diri seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya. Dan hal ini bisa berpengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang.

Beberapa gangguan kesehatan akibat stress antara lain adalah sebagai berikut :

Tubuh Mudah Terkena Sakit

Beberapa ilmuwan yang telah melakukan penelitian mengenai hubungan stres dengan penyakit ini juga bahwasannya stress akut akan bisa menurunkan daya tahan tubuh manusia. Beberapa studi kasus telah menunjukkan bahwa beberapa hormon stres yang dikeluarkan tubuh ketika beban berlebihan datang.

Hal ini lah yang akan bisa memengaruhi kemampuan kerja daripada kelenjar thymus untuk menstimulasi dan mengatur aktivitas leukosit (sel darah putih).

Terganggunya aktifitas sel darah putih ini lah yang akan bisa menurunkan imunitas dan daya tahan tubuh akan menurun. Kita tahu bahwa salah satu fungsi leukosit ini adalah memerangi berbagai jenis virus bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Bila terganggu maka otomatis tubuh akan lebih mudah untuk terserang berbagai jenis penyakit yang berkaitan dengan imunitas tubuh sendiri.

Kegemukan (Obesitas)

Banyak manusia ketika sedang dalam tekanan yang berat maka tindakan yang dilakukannya, atau pun mekanisme koping terhadap stres yang dilakukannya adalah dengan banyak makan. Dan yang lebih membahayakan lagi adalah bila makan ini adalah banyak mengkonsumsi makanan yang kurang sehat atau pun berkolesterol tinggi.

Terlalu banyak makan junk food, camilan tinggi garam dan gula atau minuman berpengawet dan berperisa buatan secara terus-menerus dalam waktu lama bisa mengakibatkan berat badan berlebih atau obesitas.

Selain itu juga akan memberikan dampak yang buruk lainnya yaitu penumpukan kolesterol jahat dalam tubuh dan akan banyak lagi penyakit yang bisa timbul akibat dari obesitas serta kolesterol jahat ini.

Penyadapan Kateterisasi Jantung Kanan

Mengetahui penyakit jantung bawaan jantung bocor pada anak salah satunya adalah dengan tindakan invasif non bedah dan dilakukan di ruangan khusus yang dinamakan dengan ruang kateterisasi jantung ( cath.lab) Laboratorium Kateterisasi Jantung. Dan dilakukan oleh seorang dokter spesialis jantung.

Operator dalam hal ini adalah seorang dokter ahli jantung yang terlatih untuk mengevaluasi penyakit klep jantung, penyakit arteri koroner, kelainan jantung bawaan atau penyakit aorta. Prosedur ini juga dapat dipergunakan untuk menentukan kebutuhan operasi jantung. Tindakan tersebut di dalam dunia medis kesehatan dikenal dengan istilah penyadapan jantung kanan.

Diagnostik Invasif merupakan pelayanan rumah sakit yang dilakukan di dalam ruangan kateterisasi jantung guna menentukan diagnosa penyakit jantung dan pembuluh darah dengan lebih akurat, pemeriksaan ini dilakukan secara invasif melalui pembuluh darah menggunakan alat kateter jantung.

Pemeriksaan Diagnostik Invasif dilakukan pada pasien dengan penyakit jantung koroner, Penyakit Katup Jantung, dan Penyakit Jantung Bawaan.

Penyadapan Kateterisasi Jantung Kanan

Prosedur Diagnostik Invasif dilakukan dengan memasukkan kateter jantung yang berukuran sangat kecil melalui tusukan pada arteri atau vena yang kemudian dimasukkan menuju jantung. Tindakan tersebut dilakukan dengan pembiusan lokal di tempat tusukan dilakukan.

Kemudian melalui kateter tersebut dilakukan pengukuran tekanan dan pengambilan saturasi darah di jantung dan pembuluh darahnya, bila dilakukan angiografi atau ventrikulografi maka akan dimasukkan zat kontras ke dalam kateter tersebut.

Tujuan dan indikasi pemeriksaan kateterisasi jantung kanan ini khususnya adalah dalam rangka menegakkan diagnosa medis dan juga mengetahui akan gambaran anatomi jantung serta besarnya tekanan serta saturasi darah di ruang jantung dan pembuluh darahnya. Hasil-hasil dari pemeriksaan tersebut dapat digunakan untuk menentukan diagnosa penyakit jantung dengan tepat dan akurat.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari sub bagian Jantung Anak, RS Jantung Harapan Kita Dr. Ganesja M. Harimurti menyatakan terkait dengan penyakit jantung bawaan atau jantung bocor dan pemeriksaan adalah bahwa penyakit jantung bawaan pada anak ini memang bukan penyakit langka hal ini berdasarkan hasil survei di luar negeri prevalensinya kurang lebih sama bahwa di antara 1.000 anak lahir hidup di Indonesia menurut data rumah sakit – rumah sakit di Indonesia, sembilan diantaranya mengidap jantung bawaan.

Dr. Ganesja berpendapat kateterisasi jantung adalah suatu tindakan invasive yang dilakukan untuk mendiagnosa penyakit jantung, caranya dengan memasukkan kateter atau selang kecil kedalam sistem pembuluh darah besar arteri koroner dan ruang –ruang jantung disertai dengan pengukuran saturasi darah didaerah jantung. I

Intervensi transkateter lewat balonisasi dilakukan dilakukan dengan memasukkan kateter melalui sayatan–sayatan mm dikulit untuk memasukkan balon pada pembuluh darah koroner yang menyempit agar dapat melancarkan kembali aliran darah agar tidak terjadi penyempitan.

Penanganan Jantung Bocor Tanpa Operasi

Banyak anak yang terlahir dengan kelainan jantung tidak memerlukan terapi karena kelainannya yang diidapnya ringan atau dapat membaik sendiri (contohnya ASD dapat menutup sendiri apabila ukurannya kecil). Untuk anak-anak dengan kelainan yang harus dikoreksi terdapat dua pilihan terapi yaitu dengan kateterisasi jantung atau operasi bedah jantung, tergantung jenis kelainan yang diderita.

pemasangan katup buatan (balloon valvuloplasty).

Terapi melalui prosedur kateterisasi anak pada penyakit jantung bawaan ini akan lebih mudah dijalani untuk seorang anak dibandingkan pembedahan karena dokter tidak perlu melakukan pembedahan. Dokter hanya perlu membuat tusukan kecil pada kulit untuk memasukkan selang kateter kedalam pembuluh darah menuju jantung. Prosedur ini dapat digunakan untuk kelainan jantung yang sederhana seperti ASD, VSD atau PDA.

Pada prosedur ini akan dipasang alat pada lubang ASD, VSD (Ventrikel Septal Defect) atau PDA melalui kateter, setelah prosedur selesai kateter dikeluarkan kembali. Untuk koreksi stenosis katup pulmonal, kateter dilengkapi dengan balon kecil yang akan dikembangkan pada katup agar katup dapat melebar.

Untuk menambal kebocoran pada sekat serambi atau atrial septal defect (ASD), caranya adalah dengan memasukkan suatu alat (device) yang disebut Amplatzer Septal Occluder (ASO) melalui kateter (wire) yang dipasang pada pembuluh darah arteri dan vena di sela paha (arteri dan vena femoral).

Alat tersebut terbuat dari nitinol dan dilapisi dacron yang elastis dan bentuknya dapat mengikuti kateter. Setelah mencapai posisi tempat kebocoran di sekat serambi jantung, alat tersebut dikembangkan kemudian dilepas untuk menutup kebocoran ASD secara total sehingga menyatu dengan sekat bilik jantung. Selama proses tersebut si pasien dibius total, namun tidak membutuhkan transfusi darah. Begitu selesai, aliran darah di dalam jantung akan segera normal kembali.

Metode yang sama juga dilakukan untuk menutup kebocoran pada sekat bilik atau ventricular septal defect (VSD). Bahan terbaru yang digunakan untuk menambal kebocoran VSD adalah nikel-titanium. Setelah alat tersebut terpasang, tubuh pasien akan mengadaptasinya sehingga bisa terpakai seumur hidup.

Depresi Dan Sakit Jantung

Hubungan antara depresi dengan penyakit jantung memang ternyata berkaitan erat dalam hal ini. Berikut adalah penuturan dari Dr. M Yusuf Suseno S.JP FIHA seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang juga staf Kardiologi di Rumah Sakit Telogorejo Semarang seperti yag dilansir dari media surat kabar Suara Merdeka bahwasannya beberapa penelitian rata-rata menunjukkan bahwa depresi meningkatkan resiko terjadi penyakit jantung koroner yaitu antara 1,5 sampai dengan 2 kali lipat.

Bahkan dalam sebuah penelitian menghasilkan data yang cukup mengagetkan bahwa resiko kematian karena penyakit jantung meningkat sampai dengan 3,9 kali pada seseorang yang sedang mengalami dan menderita depresi dibandingkan dengan yang tidak mengidapnya. Kembali mengulas mengenai depresi seperti yang pernah dimuat dalam artikel mengenai Tanda gejala dan Penyebab Depresi tahun yang lalu.

Depresi adalah gangguan alam perasaan yang berat dan dimanifestasikan dengan gangguan fungsi sosial dan fungsi fisik yang hebat, lama dan menetap pada individu yang bersangkutan. Depresi adalah suatu jenis alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologik seperti halnya rasa susah, murung, sedih, putus asa dan tidak bahagia, serta komponen somatik seperti halnya : anoreksia, konstipasi, kulit lembab (rasa dingin), tekanan darah dan denyut nadi sedikit menurun. Demikian kurang lebih dari apa yang dimaksud dengan pengertian definisi depresi itu sendiri.

Hubungan Depresi Dan Penyakit Jantung Koroner

Depresi menyerang organ jantung melalui dua cara yaitu :
  • Pengaruh Depresi terhadap kehidupan sosial dan kebiasaan sehari-hari. Penderita depresi mudah terjebak dengan kebiasaan buruk merokok, dan rokok itu sendiri adalah merupakan salah satu penyebab penyakit jantung koroner. Pasien hipertensi (tekanan darah tinggi) yang mengalami gejala tanda depresi akan cenderung malas untuk minum obat. Penderita diabetes mellitus (Kencing Manis) tidak bisa mengontrol pola makan dan cenderung melupakan anjuran dokter dalam meminum obat secara teratur. Dan pada ujungnya penderita sakit jantung dengan depresi akan melupakan obat-obatan jantung yang seharusnya rutin untuk diminumnya.
  • Pengaruh Terhadap Tubuh. Depresi akan membuat kadar hormon kortisol meningkat, dan hal ini akan menyebabkan gangguan fungsi trombosit (Sel darah yang berfungsi dalam pembekuan darah). Perpaduan antara keduanya ini yaitu peningkatan kadar kortisol dan juga gangguan fungsi pembekuan sel darah akan memicu penyempitan pembuluh darah jantung. Akibat pengaruh depresi juga akan bisa menyebabkan dan meningkatkan resiko reaksi peradangan (infeksi) pada tubuh yang akhirnya akan bisa menjadi salah satu penyebab dan juga faktor resiko jantung koroner.
  • Menyebabkan terganggunya fungsi otonom tubuh. Fungsi otonom ini digambarkan lewat variabilitas denyut jantung. Pada orang normal, frekuensi denyut jantung yang rendah saat istirahat, kemampuan jantung untuk segera meningkatkan denyutnya saat beraktivitas dan secepatnya menurunkan frekuensi denyut setelah aktivitas berakhir, hal ini menunjukkan fungsi otonom tersebut masih baik. Depresi mengganggu pertahanan alamiah jantung. Akibatnya, jantung mudah mengalami gangguan irama, dan bisa mengakibatkan kematian mendadak.
Lalu bagaimana cara mencegah depresi ini terkait dengan penyakit jantung koroner. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam rangka pencegahan depresi yang berlarut-larut diantaranya yaitu dengan kita mengenali tanda gejala awal depresi.

Awal depresi bermula dari rasa sedih. Kita sebagai manusia normal tentunya mempunyai pengalaman kesedihan dalam perjalan kehidupan kita sehari-hari. Akan tetapi sedih bukan berarti depresi kan.

Terutama bila memang ada penyebab yang patut disedihkan, serta tidak berlarut-larut. Dan kesedihan seharusnya bisa dikurangi, meski sedikit demi sedikit, dengan dukungan atau simpati. Tapi bila sahabat tetap merasa sedih sampai berlarut-larut, maka patut mulai curiga pada diri sendiri.

Nafsu makan yang menurun dalam jangka waktu lama juga bisa menjadi gejala dari depresi. Tubuh mengurus, dan tiap saat merasa lesu dan mudah lelah. Sulit tidur, sulit konsentrasi dan berpikir.

Juga bila sahabat mulai kehilangan minat terhadap kegiatan yang dulunya bisa dinikmati, seperti halnya rutinitas pekerjaan di kantor, hubungan antara suami istri, hobi memancing misalnya, atau pun hanya dengan sekadar ngobrol dengan keluarga. Atau entah mengapa selalu ada perasaan bersalah dalam diri sendiri.

Tapi perlu diingat bahwasannya penyakit jantung tidak akan menunggu hingga gejala depresi menghebat. Salah satu sisi dari depresi, yakni hilang harapan alias putus asa, ternyata berhubungan dengan terjadinya kematian mendadak. Jadi ada baiknya sahabat untuk bisa banyak tersenyum, serta juga sekedar tertawa untuk menghilangkan kesedihan
.
Jika ternyata tetap kesedihan ini mengendap dan enggan menghilang pula, maka segeralah mencari pertolongan. Baik itu kepada orang tua, pasangan, sahabat, saudara dekat, pemuka agama, psikolog, yang mungkin bisa membantu dalam rangka penyelesaian masalah depresi yang sedang melanda.

Tetapi bila terus menghebat dan berkelanjutan, janganlah ragu dan segan untuk menghubungi dokter dan tenaga medis yang berkompeten dalam hal ini.

Suatu penelitian terhadap 5.007 wanita dan 2.889 pria menemukan bahwa wanita yang depresi memiliki risiko terkena penyakit jantung 73% lebih besar ketimbang wanita yang tidak depresi dan bahwa pria yang depresi berpeluang 71% lebih besar terkena penyakit jantung ketimbang pria yang tidak depresi.

Kendati risiko meninggal akibat penyakit jantung terhadap wanita yang depresi tidak meningkat, pria yang depresi memiliki peluang 2,3 kali lebih besar untuk meninggal akibat penyakit ini ketimbang pria yang tidak depresi.

Penelitian lain menunjukkan bahwa depresi yang bekepanjangan adalah predikotor kuat bagi terjadinya serangan jantung untuk kedua kali.

Amy Thompson, salah seorang perawat jantung senior di British Heart Foundation mengatakan bahwa olahraga teratur serta mengkonsumsi makanan sehat dan tidak berlebih-lebihan dalam menyantap makanan, dapat membantu sahabat dalam menghindari resiko ini. Dan agar depresi tidak mendatangi sahabat.

Ternyata melaksanakan ibadah secara rutin dan teratur setiap hari serta mendekatkan diri pada Tuhan, merupakan obat yang ampuh dalam menghindari munculnya depresi.

Pemicu Resiko Penyakit Jantung

Pencegahan penyakit jantung memang semestinya sudah dapat dilakukan mulai semenjak bayi masih dalam kandungan ibu hamil. Karena memang potensi resiko penyakit jantung bayi termasuk tinggi karena terdapat 1 dari 100 bayi yang bisa mempunyai resiko untuk terkena akan gangguan kesehatan jantung ini.

Fenomena penyakit jantung pada anak sepertinya halnya fenomena gunung es. Hal ini disebabkan salah satunya adalah karena minimnya masyarakat yang bisa mengakses fasilitas kesehatan atau pun karena masalah ekonomi dan pembiayaan serta juga tingkat pengetahuan serta juga pendidikan.

Untuk itu bagi para orang tua juga harus berhati-hati bila mempunyai anak dengan obesitas kegemukan yang berlebihan atau pun kelebihan berat badan. Para peneliti dari School of Medicine University of North Carolina menemukan tanda-tanda penyakit jantung di masa depan pada anak-anak obesitas.

Menurut penelitian itu, anak-anak obesitas memiliki tingkat protein C-reactive yang lebih tinggi, tanda peradangan, dan risiko penyakit jantung. Anak-anak obesitas usia enam dan sembilan tahun juga memiliki tingkat yang lebih tinggi dari dua tanda-tanda peradangan lainnya.

Kegemukan Dan Hubungan Dengan Penyakit Jantung

Berikut adalah pemaparan yang disampaikan oleh dokter MA Sungkar, SpJP, Ketua Panitia Hari Jantung se-Dunia RSUP dr Kariadi Semarang (27/9/13) seperti dikutip oleh harian suara merdeka. Sejak dini penyakit jantung yang merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia ini dilakukan dengan melindungi anak dari paparan jahat lingkungan. Seperti halnya asupan makanan dan pola pergaulan.

Dalam pola makan anak, harus menghindari dari makanan cepat saji, sementara dalam bergaul anak harus diajak berolahraga yang tentunya bisa disiasati dengan permainan olahraga anak. Untuk itu juga perlu untuk dikenalkan dengan memilih jajanan sehat anak. Kalau belum bisa menghentikan makanan cepat saji pada anak, minimal dikurangi terlebih dahulu. Nanti anak akan bisa cepat gemuk lalu obesitas yang beresiko terkena penyakit jantung". Demikian penuturan Dr. MA Sungkar selanjutnya.

Upaya pencegahan lainnya adalah bisa dengan melalui kesehatan ibu yang sedang mengandung terutama pada awal kehamilan trimester pertama (I). Untuk itu pentingnya dalam rangka Menjaga Kesehatan Ibu Hamil itu sendiri.

Kesehatan ibu hamil pada masa-masa awal kehamilan adalah juga merupakan bagaian dari proses pembentukan organ jantung dan juga organ-organ penting lainnya. Sehingga dengan terjaganya kesehatan ibu hamil maka diharapkan juga proses pembentukan organ penting janin akan berjalan dengan baik dan sehat pula.

Berikut juga penuturan dari Dokter Agus Priyatna, Sp A(K) terkait dengan hubungan obesitas dan penyakit jantung pada anak ini. Resiko jantung koroner pada bayi yang prematur sangat besar, sehingga selama mengandung diperhatikan pula akan kesehatan ibu hamil dan juga kesehatan janin yang ada dan tumbuh dalam rahimnya.

"Obesitas pada anak banyak menimbulkan penyakit-penyakit mulai dari gangguan pembuluh darah. Pemerintah sudah mulai menanggung penyakit jantung pada warga kurang mampu. Jika tidak berhasil mencegah, maka biaya pengobatan penyakit jantung pada anak akan bisa ditekan." kata dr. Agus .

Pencegahan penyakit jantung koroner dan juga khususnya mencegah penyakit jantung ini adalah merupakan tema perayaan di RSUP dr. Kariadi Semarang pada tahun 2013 ini. Pemeriksaan kesehatan jantung di RSUP dr. Kariadi juga sudah lengkap dengan fasilitas alat-alat pemeriksaan kesehatan jantung yang lengkap dengan ditunjang oleh tenaga medis dan tenaga paramedis yang sudah terampil dan kompeten dalam bidang pemeriksaan jantung ini.

Serangan Jantung Dan Olahraga

Penyakit jantung begitu banyak macamnya. Dan dari sekian banyak jenis penyakit jantung maka menurut WHO tahun 2011 penyakit jantung koroner adalah merupakan penyebab kematian no 1 di Indonesia.

Angka kematian penyakit jantung koroner dengan jumlah kematian terhitung sebesar 243.048 jiwa atau pun menyumbangkan sekitar 17,05% dari total kematian yang ada. Dengan angka harapan hidup rata-rata di Indonesia adalah 71.1% per tahun yang terbagi untuk pria adalah 68,5 tahun sedangkan pada wanita 73,7 tahun.

Untuk itulah kita harus berhati-hati akan serangan jantung ini.

Mengetahui akan beberapa jenis faktor resiko penyakit jantung memang diperlukan. Karena dengan mengenali faktor resiko dan penyebab penyakit jantung maka kita akan bisa melakukan berbagai hal sebagai upaya dalam melakukan pencegahan akan penyakit jantung itu sendiri.

Termasuk dalam hal bagaimana cara mencegah jantung koroner itu sendiri.

Diantara faktor resiko penyakit jantung yaitu kebiasaan merokok, Tekanan darah tinggi (hipertensi), faktor keturunan, diabetes melitus (DM), kolesterol dan stressor yang berlebihan bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit jantung koroner ini.

Serangan Jantung Dan Olahraga

Ketika banyak pendapat dan asumsi publik yang berkaitan dengan pencegahan penyakit jantung ini adalah salah satunya dengan melakukan olahraga secara rutin. Karena memang salah satu upaya kiat dan tips dalam hal mencegah penyakit jantung koroner ini adalah dengan cara berolahraga secara teratur.

Karena banyak manfaat olahraga itu sendiri bagi kesehatan tubuh kita. Mengenai hubungan olahraga dengan serangan jantung ini berikut adalah pernyataan yang dikutip dari Dr. Reginald Liew seorang Dokter Spesialis Jantung dari Rumah Sakit Mount Elisabeth Singapura mengenai pendapat dan asumsi publik tersebut.

"Seseorang yang rajin berolahraga bisa saja terkena serangan jantung jika yang bersangkutan telah mempunyai bibit penyakit arteria koroner dan tidak menyadari akan hal itu. Beberapa orang dengan penyakit tersebut bisa saja mengalami serangan jantung jika mereka lebih mengerahkan diri atau tidak melakukan pemanasan atau pun pendinginan secara bertahap. Orang lain yang tidak berolahraga secara teratur, kemungkinan mengalami serangan jantung jika mereka terlibat dalam aktifitas yang berat yang mendadak semacam berjalan jauh dan tidak terbiasa akan hal tersebut."
Olahragawan muda di bawah 30 tahun bisa mati mendadak selama melakukan aktifitas olahraga. Dalam hal ini karena penyakit otot jantung. Masalah ritme jantung bawaan maupun akibat dari kelainan sambungan listrik pada jantung atau pun kelainan anatomi dari pembuluh darah arteri koroner."
Untuk itu ada beberapa jenis olahraga yang dianjurkan untuk para penderita penyakit jantung. Olahraga tersebut contohnya adalah berenang, berjalan, dan juga jogging.

Hanya saja semuanya ini dilakukan secara bertahap setelah selesai dari pemulihan pengobatan dan perawatan penyakit jantung tersebut dan atas rekomendasi dari dokter yang bersangkutan. Tetapi yang perlu diingat adalah olahraga yang melibatkan aktifitas jantung secara mendadak mulai dan juga berhenti seperti sepak bola adalah merupakan bentuk olahraga yang dilarang / tidak dianjurkan bagi penderita jantung.

Terlepas dari hal it, manfaat olahraga untuk kesehatan jantung juga banyak. Karena olahraga termasuk dalam bagian pola hidup sehat yang harus dijalankan dalam rangka menjaga kesehatan dan mempertahankan kebugaran tubuh kita sendiri.

Hanya saja harus diperhatikan mengenai olahraga apa saja yang sehat untuk para pasien jantung dan olahraga yang tidak boleh dilakukan oleh pasien jantung harus dimengerti dan dipahami dengan baik pula.

Tanda gejala serangan jantung diantaranya yaitu sakit nyeri dada berlangsung sekitar 15-20 menit. Dan bisa lebih dari waktu tersebut dan tidak hilang dengan istirahat atau pun pemberian obat ISDN contohnya.

Rasa tertekan (serasa ditimpa beban, sakit, terjepit dan terbakar) yang menyebabkan sesak napas dan tercekik di leher. Bisa berupa tanda dengan timbulnya keringat dingin, tubuh lemah, jantung berdebar dan bahkan bisa sampai terjadi pingsan.

Pertolongan pertama ketika terjadi serangan jantung pada seseorang atau pun pertolongan yang bisa kita berikan ketika suatu saat menemukan orang yang mengalami serangan jantung adalah memeriksa kesadaran orang tersebut.

Selanjutnya tindakan berikutnya adalah dengan melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR). Bahasa mudahnya adalah resusitasi jantung paru. Itu bila kita mempunyai pengetahuan dan ketrampilan mengenai bantuan hidup dasar (BHD) ini. Atapun RJP (Resusitasi Jantung Paru).

Bila memang tidak memungkinkan maka penderita harus segera dilarikan ke Rumah Sakit yang terdekat untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan yang lebih baik lagi. Karena segala hal yang berkaitan dengan serangan jantung maka kita harus asumsikan bahwa hal tersebut sangat berbahaya dan harus mendapatkan pertolongan medis secepatnya.

Karena dalam dunia medis mengenai penanganan akut miokard infark ini waktu (detik, menit) berharga dan sangat menentukan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Tanda Serangan Jantung

Tanda Serangan Jantung - Sebuah pengalaman berharga dan tak akan pernah terlupakan dalam sepanjang hidup saya telah terjadi kurang lebih 14 hari yang lalu. Sehari-hari bekerja dalam unit pelayanan jantung dan merawat pasien-pasien jantung tak akan pernah menyangka bahwasannya ayahanda sendiri mengalami salah satu jenis penyakit yang paling mematikan dalam dunia kesehatan yaitu serangan jantung.

Serangan jantung atau dalam istilah medisnya adalah infark miokard akut (AMI) pernah juga ditulis dalam blog keperawatan ini. Bila sahabat ingin mengetahui lebih lanjut mengenai miokard infark sahabat bisa membacanya di Akut Miokard Infark.

Ada beberapa faktor resiko serangan jantung koroner yang bisa kita kenali sehingga kita bisa mencegahnya. Beberapa faktor resiko jantung koroner diantaranya yaitu adanya penyakit hipertensi, adanya peningkatan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga dan juga penyakit Diabetes Melitus.

Dari beberapa resiko jantung koroner di atas, ayah saya alhamdulillah tidak memiliki satu hal pun dari hal tersebut di atas, hanya saja yang kurang adalah kadar kolesterol baik (HDL) ayah yang kurang dan kekurangan kolesterol baik juga termasuk dalam dislipidemia. Dan ternyata dislipidemia adalah juga salah satu faktor resiko terjadinya penyakit jantung koroner ini.

Tanda Gejala Serangan Jantung

Jadi walaupun keluarga kita atau pun kita sendiri tidak memiliki faktor-faktor resiko di atas, kita juga harus tetap hati-hati terhadap tanda gejala serangan jantung. Ada beberapa hal yang bisa menjadi pertanda dan juga gejala seseorang akan atau bahkan telah terserang jantung koroner dan tanda jantung koroner diantaranya yaitu :
  1. Rasa tertekan (serasa ditimpa beban, sakit, terjepit dan terbakar) yang menyebabkan sesak napas dan tercekik di leher. Dan yang dirasakan ayah ketika serangan terjadi adalah rasa seperti diiris-iris pisau jantungnya. Karena memang sensasi nyeri dada pada serangan jantung berbeda-beda pada tiap orangnya.
  2. Rasa Nyeri Dada dan sakit dada ini bisa berlangsung sekitar 15-20 menit. Dan yang terjadi pada ayah adalah nyeri dada berlangsung lama bahkan sampai berjam-jam rasa sakit dadanya. Sampai pada pemeriksaan laboratorium darah kadar CKMB ayah adalah 635 sedangkan kadar normalnya adalah sekitar 20-25 saja.
  3. Timbul keringat dingin, tubuh lemah, jantung berdebar dan bahkan hingga pingsan. an yang terjadi pada ayah saya adalah keringat dingin yang terus menerus sampai baju basah kuyup oleh keringat dingin walaupun sudah berganti 3 kali baju dan ketika serangan jantung terjadi ayah sempat pingsan sampai di bawa ke UGD dan masuk dalam perawatan intensif ICU Rumah Sakit.
  4. Rasa nyeri dada pada infark miokard akut bisa berkurang ketika sedang beristirahat dan akan bertambah berat ketika melakukan aktifitas bahkan walau hanya aktifitas ringan saja.
  5. Mual (rasa tidak enak pada perut), muntah. Dan inipun yang terjadi pada ayah. Rasa mual yang berlebihan bahkan sampai muntah beberapa kali.
Itulah sahabat-sahabat semuanya sedikit mengenai tanda serangan jantung bila menimpa seseorang dan hal tersebut benar-benar dialami ayah saya. Untuk itulah kita harus benar-benar hati-hati dan mewaspadai akan jantung koroner ini karena bila tidak segera tertangani dengan baik akan bisa menimbulkan kematian.

Alhamdulillah setelah melalui tahap perawatan di ruang intensif ICCU pada hari kamis kemarin tanggal 8 November 2012 ayah telah melaksanakan prosedur pemeriksaan jantung invasif yaitu kateterisasi jantung dan hasil dari pemeriksaan kateterisasi jantung tersebut ayah memang diharuskan di pasang cincin atau stent jantung.

Bagi sahabat yang ingin mengetahui apa itu cincin jantung dan juga prosedur tindakan dalam pasang stent jantung ini bisa membacanya di PCI dan juga pemasangan cincin jantung.

Kepada sahabat-sahabat mohon bantuan doanya demi lancarnya pelaksanaan pemasangan cincin jantung ayah saya ini sebagai salah satu cara terapi dan pengobatan pada pasien-pasien dengan serangan jantung /infark miokard akut.

Dan semoga pengalaman yang saya rasakan ini tidak akan terjadi pada sahabat-sahabat semuanya dan kita harus bisa menjaga kesehatan kita termasuk kesehatan jantung kita sendiri sebelum semuanya bisa terlambat nantinya.

Jenis Aritmia Jantung

Jenis Aritmia Jantung - Jenis Macam Aritmia Jantung Setelah kemarin Blog Keperawatan membahas sedikit mengenai gangguan listrik jantung aritmia maka pada kesempatan kali ini kita akan mencoba berbagi sedikit mengenai berbagai macam jenis aritmia jantung dan semoga hal ini bisa berguna serta bisa memberikan manfaat bagi kita semua.

Gangguan listrik jantung atau dalam istilah medis dikenal dengan istilah Aritmia / Disritmia adalah suatu keadaan dimana impuls listrik yang mengkoordinasikan denyut jantung seseorang tidak berfungsi dengan baik, sehingga dapat menyebabkan denyut jantung terlalu cepat (disebut takiaritmia jika denyut jantung > 100/menit), terlalu lambat (disebut bradiaritmia jika denyut jantung < 60x/menit) atau bahkan denyut jantung yang tidak teratur (irregular). Itu adalah pengertian aritmia jantung menurut penjelasan di atas.

Ada juga pengertian dan maksud dari aritmia disritmia jantung ini adalah variasi-variasi diluar irama normal jantung. Kelainannya irama jantung ini bisa berhubungan dengan kecepatan, keteraturan, atau tempat asal impuls atau urutan aktivasi dari listrik jantung itu sendiri yang tergambarkan dari perekaman EKG. Untuk bisa mengetahui akan aritmia ini kita juga perlu mengetahui bagaimana cara membaca EKG normal sehingga dengan mengetahui gambaran EKG yang normal maka kita bisa mengetahui pula akan jenis aritmia yang tidaklah sedikit jumlahnya itu.

Jenis Macam Aritmia Disritmia Jantung

Untuk membaca EKG kita harus mengetahui akan dasar-dasar EKG dan pembacaan EKG itu sendiri. Pembacaan EKG normal terdiri dari :
  1. Irama : ukur jarak R-R, teratur atau tidak.
  2. Frekuensi (HR) : dapat dipergunakan 3 cara berikut. : A.300 dibagi jumlah kotak besar jarak R-R. B. 1500 dibagi jumlah kotak kecil jarak R-R. C. Bila jarak R-R tidak teratur : dalam 30 kotak besar (6 detik) hitung jumlah QRS-nya, lalu kalikan 10.
  3. Gelombang P: normal, ada atau tidak, dan apakah selalu diikuti kompleks QRS.
  4. Interval P-R : normalnya, 0,12-0,20 detik, dan apakah jaraknya memanjang atau tidak.
  5. Gelombang QRS: normalnya, 0,06-0,12 detik.
Macam disritmia ini dibedakan dari asalnya dan ini terbagi dari beberapa macam sumber aritmia. Sumber aritmia dibedakan menjadi :
  • Aritmia yang bersumber dari Nodus SA (SA Node)
  • Aritmia yang bersumber dari Atrium.
  • Aritmia yang bersumber dari Nodus AV. (AV Node)
  • Aritmia yang bersumber dari Ventrikel.
  • Aritmia yang bersumber dari Supraventrikel.
Dari berbagai macam sumber dan asal disritmia tadi di atas bisa dibekana kembali menjadi jenis aritmia jantung dan bisa dibedakan menjadi :
A. Jenis aritmia yang berasal dari nodus SA, yaitu :
  1. Bradikardia Sinus
  2. Takikardia Sinus
  3. Sinus Arrest
  4. Blok Sinoatrial
  5. Aritmia Sinus
  6. SSS (sick sinus syndrome)
B. Jenis aritmia yang berasal dari Atrium.
  1. Extrasystole Atrial/Kompleks Atrial Premature
  2. WAP (wandering atrial pacemaker)
  3. Takikardia Atrial
  4. AF (atrial fibrilasi)
  5. AFL (atrial flatter)
  6. SVT (supraventrikel takikardia
  7. SVES (supraventrikel takikardia)
C. Jenis disritmia yang berasal dari Nodus AV.
  1. Juctional bradikardia
  2. Juctional takikardia
  3. Juctional Extrasystole
  4. Juctional acceleration
  5. D. Jenis aritmia yang berasal dari Ventrikel. Hampir sebagian besar aritmia, yang berasal dari ventrikel memiliki resiko/potensi mengancam jiwa pada pasien yang memiliki kelainan jantung. Dan ada beberapa jenis aritmia ini yang membutuhka resusitasi jantung. Bagi sahabat yang ingin membaca lebih lanjut mengenai resusitasi jantung bisa membacanya di sini hal berkaitan dengan gawat darurat
  6. VES (ventrikel extrasystole)/PVC (premature ventrikel compleks) dan meliputi : VES bigemini, VES trigemini, VES quadrigemini, VES multifokal, VES consecutive, VES RonT
  7. Acceleration Idiovetrikular
  8. VT (ventrikel takikardia) terbagi : monomorfik dan polimorfik Dan ini juga membutuhkan akan fase resusitasi jantung
  9. VF (ventrikel fibrilasi) dan hal ini membutuhkan akan resusitasi jantung RJP
  10. Asistole dan asistole ini jelas membutuhkan penatalaksanaan resusitasi jantung RJP
  11. Torsade de pointes
  12. PEA (pulseless electrical activity)
E. Jenis aritmia yang berasal dari Supraventrikel. Aritmia macam ini ada yang membutuhkan pemasangan pacu jantung sementara (TPM) Temporary Pace Maker. Dan ada yang membutuhkan pemasangan pacu jantung permanen (PPM) Permanen pace Maker.
  1. AV Blok derajat 1
  2. AV Blok derajat 2 type Mobitz 1 / Wenchebach
  3. AV Blok derajat 2 type Mobitz 2
  4. AV Blok derajat 3 at Total AV Block
Demikian tadi sahabat-sahabat Blog Keperawatan mengenai mengenal akan berbagai jenis dan masalah penyakit aritmia jantung dan semoga hal tersebut bisa memberikan kita manfaat

Gangguan Listrik Jantung Disritmia

Gangguan Listrik Jantung Disritmia - Gangguan Listrik Jantung Disritmia Aritmia Dalam kesehatan jantung dan dunia medis khususnya istilah disritmia / aritmia ini banyak ditemui.

Karena gangguan listrik jantung adalah salah satu kelainan hantaran listrik jantung dan hal ini terlihat jelas dalam pembacaan EKG. Kali ini Blog keperawatan akan mencoba share sedikit mengenai berbagai macam jenis gangguan listrik jantung yang tentunya hal ini tak boleh dibiarkan begitu saja bila terjadi pada diri kita dan kita segera memeriksakannya ke tempat pelayanan kesehatan atau pun kepada tenaga kesehatan.

Gangguan listrik jantung atau dalam istilah medis dikenal dengan istilah Aritmia / Disritmia adalah suatu keadaan dimana impuls listrik yang mengkoordinasikan denyut jantung seseorang tidak berfungsi dengan baik, sehingga dapat menyebabkan denyut jantung terlalu cepat (disebut takiaritmia jika denyut jantung > 100/menit), terlalu lambat (disebut bradiaritmia jika denyut jantung < 60x/menit) atau bahkan denyut jantung yang tidak teratur (irregular). Itu adalah pengertian aritmia jantung menurut penjelasan di atas.

Gangguan Listrik Jantung Disritmia / Aritmia

Ada berbagai macam hal yang bisa menyebabkan terjadinya aritmia ini. Aritmia jantung terjadi ketika impuls listrik di jantung yang berperan dalam mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik. Gangguan listrik jantung ini bisa berasal dari sumber listrik jantung yaitu SA node, bisa juga pada penghantaran listrik jantung, bisa juga bersumber pada AV node. Penyebab aritmia bisa karena hal berikut ini :
  1. Gangguan atau jenis penyakit tertentu misalnya adalah jaringan parut pada jantung, kardiomiopati, arteri koroner,Hipertensi / tekanan darah tinggi, diabetes, hipertiroid, obesitas, bisa juga disebabkankondisi jantung yang lemah dan rusak pasca serangan jantung.
  2. Faktor Psikologis seperti halnya stress. Hal ini bisa kita rsakan bila kita dalam keadaan stress atau pun tegang maka denyut jantung kita cenderung meningkat dan lebih dari normal. Bila denyut jantung lebih dari 100X permenit disebut dengan takikardi / takiaritmia.
  3. Penyalahgunaan obat-obatan jenis narkoba.
  4. Banyak mengkonsumsi alkohol atau kafein.
Kita bisa mengenali akan gangguan pada penghantaran listrik jantung ini dengan berbagai tanda gejala aritmia. Tidak setiap orang yang mengalami disritmia akan mengalami dan juga merasakan tanda dan gejalanya. Pada sebagian pasien terkadang dijumpai tanda gejala disritmia seperti halnya berikut ini :
  • Jantung berdebar
  • Detak jantung cepat (takikardia) atau melambat (bradikardia)
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Pingsan
  • Mudah lelah
Setelah kita bisa mengenali akan beberapa tanda-tanda aritmia ini tentunya kita bisa mencegah terjadinya aritmia ini. Cara termudahnya adalah dengan menghindari apa-apa yang bisa menyebabkan terjadinya aritmia ini dan cara pencegahan aritmia adalah dengan :
  1. Menerapkan pola hidup sehat.
  2. Banyak mengkonsumsi makanan yang sehat bagi jantung seperti halnya diet rendah lemak, perbanyak sayur dan buah-buahan. Simak pula akan diet yang baik bagi para penderita kolesterol tinggi di sini diet sehat untuk kolesterol tinggi.
  3. Meningkatkan dan membiasakan diri untuk berolahraga secara teratur dalam tiap minggunya.
  4. Hindari faktor pemicu timbulnya stressor pada diri kita.
  5. Menghindari penggunaan alkohol.
  6. Hindari dan kurangi pula akan pemberian obat-obatan yang dapat menstimulasi jantung anda seperti obat-obat untuk flu dan penahan rasa sakit (analgetik) secara berlebihan.
Demikian sahabat-sahabat semuanya mengenai mengenal akan gangguan listrik jantung atau dalam istilah medisnya dan istilah kedokterannya adalah dengan nama aritmia atau pun disritmia. Dan semoga dengan kita mengenal akan aritmia jantung ini bisa bermanfaat dan memberikan manfaat bagi kita semuanya.

Tanda Jantung Tidak Sehat

Tanda Jantung Tidak Sehat - Tanda Gejala Jantung Tidak Sehat Bagi kita kebanyakan orang hidup sehat dan juga hidup dengan jantung sehat adalah dambaan serta juga impian. Tentunya juga kita tidak ingin sakit datang menghampiri kita semuanya, walaupun sebagai manusia yang normal maka setiap manusia akan mengalami suatu fase keadaan tidak sehat atau pun kena sakit. Karena sakit juga tidak memandang kepada siapa akan datang dan juga menghinggapi seseorang.

Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing beberapa kriteria jantung yang tidak sehat yang bisa kita kenali dengan tanda gejala jantung tidak sehat yang bisa terlihat dari tampilan fisik atau pun keluhan penderita jantung yang tidak sehat. Seperti yang pernah juga diposting di sini yaitu mengenai gejala penyakit jantung maka kita juga perlu waspada bila ada tanda-tanda jantung yang tidak sehat ini terjadi pada keluarga kita atau pun sahabat-sahabat kita dan juga orang-orang terdekat kita.

Pengetahuan terhadap kondisi jantung apakah sehat atau sakit, sangat diperlukan dalam dalam kehidupan seseorang. Karena jantung sehat adalah kunci kesehatan semua orang. Dan sebaliknya, jantung yang sakit sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan nyawa seseorang. Untuk itulah kita perlu untuk mensyukuri nikmat sehat yang telah Allah anugerahkan kepada kita dengan menjaga kesehatan jantung kita masing-masing.

Tanda Jantung Tidak Sehat

Langsung saja kedalam topik pembahasan kita saat ini yaitu mengenal tanda jantung tidak sehat. Tanda-tanda jantung tidak sehat bisa kita kenali melalui anamnese yaitu dengan keluhan yang dirasakan oleh seseorang ketika merasakan jantungnya tidak sehat. Bisa juga melalui tanda yang ditampakkan pada badan ataupun tubuh seseorang itu seperti halnya misal dengan keringat dingin. Walaupun keringat dingin tidak selalu menandakan seseorang terkena penyakit jantung.

Tanda jantung tidak sehat bisa berupa keluhan seperti halnya :
  1. Rasa tidak nyaman di dada (nyeri dada). Rasa tidak nyaman di dada ini dalam dunia medis seringkali disebut dengan angina pektoris. Meski tidak semua orang mengalaminya, namun rasa tidak enak atau sakit dada adalah tanda umum penyakit jantung. Rasa sakitnya memang tidak terlalu berat tapi terjadi rutin. Rasa sakit itu relatif sedang dan sering hilang muncul. Pemeriksaan perekaman EKG akan bisa lebih spesifik membuktikan dan menggambarkan apakah rasa tidak enak di dada atau sakit dada tersebut benar berasal dari jantung atau tidak.
  2. Tanda Gejala Pada Saluran Pencernaan. Tanda-tanda saluran pencernaan ini seperti halnya mual dan juga sensasi rasa perih di perut bagian atas. Gejala gangguan pencernaan parah dan mual bisa menjadi tanda awal serangan jantung atau myocardial infarction , terutama pada perempuan. Dalam satu studi diketahui perempuan 2 kali lebih mungkin mengalami muntah, mual dan gangguan pencernaan selama beberapa bulan menjelang serangan jantung dibanding laki-laki. Kondisi ini terjadi karena sumbatan lemak di arteri akan mengurangi suplai darah ke jantung yang biasanya terjadi di dada kadang bisa muncul di perut. Hal ini tergantung pada bagian mana dari jantung yang mengalami gangguan sehingga ia mengirimkan sinyal rasa sakit di bagian tubuh yang lebih rendah dari dada.
  3. Keluhan seperti halnya pusing, sesak nafas, atau bahkan sampai pingsan. Journal of the American Heart Association melaporkan lebih dari 40 persen perempuan melaporkan sering kali mengalami sesak napas dihari-hari sebelum serangan jantung dan keluhan sakit jantung tersebut. Sesak nafas, pusing ini karena disebabkan adanya penurunan suplai oksigen dari jantung yang menuju ke otak dan juga ke jantung sendiri yang mempunyai fungsi untuk memompa. Bila fungsi jantung alam hal memompa darah ini berkurang tentunya efek yang dirasakan adalah sesak nafas salah satunya. Selain itu juga karena adanya plak aterosklerosis yang menumpuk akan membuat jantung sulit mendapatkan oksigen yang cukup, sehingga kadang seseorang merasa sakit saat harus menarik napas dalam-dalam. Biasanya terjadi lebih mendadak dan akan hilang saat beristirahat.
Demikian tadi sahabat-sahabat semuanya mengenai beberapa tanda jantung tidak sehat yang bisa kita ketahui dan satu hal yang perlu digarisbawahi adalah tidak selalu tanda di atas adalah pasti sakit jantung karena hal itu membutuhkan pemeriksaan kesehatan jantung yang lebih lengkap lagi oleh tenaga-tenaga kesehatan yang berkompeten tentunya.