Pengaruh Stres Dan Depresi Pada Kesehatan Jantung

Tanda gejala depresi dan stress bisa mempunyai pengaruh dampak buruk terhadap kesehatan jantung kita. Penelitian mengatakan bahwa orang yang memiliki tingkat stres dan depresi yang tinggi, 48 persen lebih mungkin meninggal dunia karena serangan jantung dibandingkan mereka yang tingkat stres dan depresinya rendah.

Dalam hasil penelitian terbaru terkait dengan depresi dan stress ini seperti yang dipublikasikan dalam Jurnal Circulation, kemudian juga disiarkan LiveScience telah memperoleh kesimpulan bahwa dua hal tersebut diatas mempunyai pengaruh buruk terhadap orang yang mempunyai masalah penyakit jantung.

Pengaruh Stres Dan Depresi Pada Kesehatan Jantung

Meningkatnya risiko (kematian) yang diiringi tingkat stres tinggi dan depresi berat kaitannya kuat dan konsisten dengan perilaku-perilaku demografis, sejarah medis, penggunaan obat-obatan dan risiko kesehatan.

Demikian dikatakan oleh ketua studi Carmela Alcantara yang juga asisten peneliti pada Pusat Kesehatan Universita Columbia, New York City.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, para peneliti melibatkan 5.000 orang berusia 45 tahun yang mempunyai penyakit jantung koroner dari 2003 hingga 2007.

Mereka lalu meminta para partisipan menceritakan gejala depresi dan stresnya melalui kuesioner.

Hasil studi menemukan, sekitar enam persen atau 247 orang mengalami stres dan depresi tinggi. Setelah enam tahun masa studi, sekitar 1.337 orang meninggal dunia karena serangan jantung.

Para peneliti mencatat, orang yang sering stres dan depresi, risiko terkena serangan jantungnya meningkat dalam kurun waktu dua setengah tahun. Namun setelah itu, peningkatan risiko justru tak ada.

Mereka juga mendapati fakta, meningkatnya risiko terkena serangan jantung hanya terjadi pada orang yang mengalami kombinasi stres dan depresi, bukan salah satunya.

Alcantara mengatakan, intervensi perilaku dapat membantu penderita penyakit jantung dalam mengelola stres dan depresi mereka.

Penyakit Gangguan Kesehatan Akibat Stres


Penyakit yang ditimbulkan karena stress juga memang tidak bisa dibilang sedikit. Karena pengaruh stres apalagi yang berat serta berkepanjangan akan bisa menimbulkan gejala tanda stres yang akan terlihat baik itu secara fisik maupun secara psikologi juga.

Karena memang beban tekanan mental akan mempengaruhi mempengaruhi keadaan fisik, mental dan emosi seseorang yang sedang mengalaminya.

Penyakit Akibat Stres

Stress adalah merupakan suatu kondisi ketegangan yang akan bisa mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi diri seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya. Dan hal ini bisa berpengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang.

Beberapa gangguan kesehatan akibat stress antara lain adalah sebagai berikut :

Tubuh Mudah Terkena Sakit

Beberapa ilmuwan yang telah melakukan penelitian mengenai hubungan stres dengan penyakit ini juga bahwasannya stress akut akan bisa menurunkan daya tahan tubuh manusia. Beberapa studi kasus telah menunjukkan bahwa beberapa hormon stres yang dikeluarkan tubuh ketika beban berlebihan datang.

Hal ini lah yang akan bisa memengaruhi kemampuan kerja daripada kelenjar thymus untuk menstimulasi dan mengatur aktivitas leukosit (sel darah putih).

Terganggunya aktifitas sel darah putih ini lah yang akan bisa menurunkan imunitas dan daya tahan tubuh akan menurun. Kita tahu bahwa salah satu fungsi leukosit ini adalah memerangi berbagai jenis virus bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Bila terganggu maka otomatis tubuh akan lebih mudah untuk terserang berbagai jenis penyakit yang berkaitan dengan imunitas tubuh sendiri.

Kegemukan (Obesitas)

Banyak manusia ketika sedang dalam tekanan yang berat maka tindakan yang dilakukannya, atau pun mekanisme koping terhadap stres yang dilakukannya adalah dengan banyak makan. Dan yang lebih membahayakan lagi adalah bila makan ini adalah banyak mengkonsumsi makanan yang kurang sehat atau pun berkolesterol tinggi.

Terlalu banyak makan junk food, camilan tinggi garam dan gula atau minuman berpengawet dan berperisa buatan secara terus-menerus dalam waktu lama bisa mengakibatkan berat badan berlebih atau obesitas.

Selain itu juga akan memberikan dampak yang buruk lainnya yaitu penumpukan kolesterol jahat dalam tubuh dan akan banyak lagi penyakit yang bisa timbul akibat dari obesitas serta kolesterol jahat ini.

Penyadapan Kateterisasi Jantung Kanan

Mengetahui penyakit jantung bawaan jantung bocor pada anak salah satunya adalah dengan tindakan invasif non bedah dan dilakukan di ruangan khusus yang dinamakan dengan ruang kateterisasi jantung ( cath.lab) Laboratorium Kateterisasi Jantung. Dan dilakukan oleh seorang dokter spesialis jantung.

Operator dalam hal ini adalah seorang dokter ahli jantung yang terlatih untuk mengevaluasi penyakit klep jantung, penyakit arteri koroner, kelainan jantung bawaan atau penyakit aorta. Prosedur ini juga dapat dipergunakan untuk menentukan kebutuhan operasi jantung. Tindakan tersebut di dalam dunia medis kesehatan dikenal dengan istilah penyadapan jantung kanan.

Diagnostik Invasif merupakan pelayanan rumah sakit yang dilakukan di dalam ruangan kateterisasi jantung guna menentukan diagnosa penyakit jantung dan pembuluh darah dengan lebih akurat, pemeriksaan ini dilakukan secara invasif melalui pembuluh darah menggunakan alat kateter jantung.

Pemeriksaan Diagnostik Invasif dilakukan pada pasien dengan penyakit jantung koroner, Penyakit Katup Jantung, dan Penyakit Jantung Bawaan.

Penyadapan Kateterisasi Jantung Kanan

Prosedur Diagnostik Invasif dilakukan dengan memasukkan kateter jantung yang berukuran sangat kecil melalui tusukan pada arteri atau vena yang kemudian dimasukkan menuju jantung. Tindakan tersebut dilakukan dengan pembiusan lokal di tempat tusukan dilakukan.

Kemudian melalui kateter tersebut dilakukan pengukuran tekanan dan pengambilan saturasi darah di jantung dan pembuluh darahnya, bila dilakukan angiografi atau ventrikulografi maka akan dimasukkan zat kontras ke dalam kateter tersebut.

Tujuan dan indikasi pemeriksaan kateterisasi jantung kanan ini khususnya adalah dalam rangka menegakkan diagnosa medis dan juga mengetahui akan gambaran anatomi jantung serta besarnya tekanan serta saturasi darah di ruang jantung dan pembuluh darahnya. Hasil-hasil dari pemeriksaan tersebut dapat digunakan untuk menentukan diagnosa penyakit jantung dengan tepat dan akurat.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari sub bagian Jantung Anak, RS Jantung Harapan Kita Dr. Ganesja M. Harimurti menyatakan terkait dengan penyakit jantung bawaan atau jantung bocor dan pemeriksaan adalah bahwa penyakit jantung bawaan pada anak ini memang bukan penyakit langka hal ini berdasarkan hasil survei di luar negeri prevalensinya kurang lebih sama bahwa di antara 1.000 anak lahir hidup di Indonesia menurut data rumah sakit – rumah sakit di Indonesia, sembilan diantaranya mengidap jantung bawaan.

Dr. Ganesja berpendapat kateterisasi jantung adalah suatu tindakan invasive yang dilakukan untuk mendiagnosa penyakit jantung, caranya dengan memasukkan kateter atau selang kecil kedalam sistem pembuluh darah besar arteri koroner dan ruang –ruang jantung disertai dengan pengukuran saturasi darah didaerah jantung. I

Intervensi transkateter lewat balonisasi dilakukan dilakukan dengan memasukkan kateter melalui sayatan–sayatan mm dikulit untuk memasukkan balon pada pembuluh darah koroner yang menyempit agar dapat melancarkan kembali aliran darah agar tidak terjadi penyempitan.

Penanganan Jantung Bocor Tanpa Operasi

Banyak anak yang terlahir dengan kelainan jantung tidak memerlukan terapi karena kelainannya yang diidapnya ringan atau dapat membaik sendiri (contohnya ASD dapat menutup sendiri apabila ukurannya kecil). Untuk anak-anak dengan kelainan yang harus dikoreksi terdapat dua pilihan terapi yaitu dengan kateterisasi jantung atau operasi bedah jantung, tergantung jenis kelainan yang diderita.

pemasangan katup buatan (balloon valvuloplasty).

Terapi melalui prosedur kateterisasi anak pada penyakit jantung bawaan ini akan lebih mudah dijalani untuk seorang anak dibandingkan pembedahan karena dokter tidak perlu melakukan pembedahan. Dokter hanya perlu membuat tusukan kecil pada kulit untuk memasukkan selang kateter kedalam pembuluh darah menuju jantung. Prosedur ini dapat digunakan untuk kelainan jantung yang sederhana seperti ASD, VSD atau PDA.

Pada prosedur ini akan dipasang alat pada lubang ASD, VSD (Ventrikel Septal Defect) atau PDA melalui kateter, setelah prosedur selesai kateter dikeluarkan kembali. Untuk koreksi stenosis katup pulmonal, kateter dilengkapi dengan balon kecil yang akan dikembangkan pada katup agar katup dapat melebar.

Untuk menambal kebocoran pada sekat serambi atau atrial septal defect (ASD), caranya adalah dengan memasukkan suatu alat (device) yang disebut Amplatzer Septal Occluder (ASO) melalui kateter (wire) yang dipasang pada pembuluh darah arteri dan vena di sela paha (arteri dan vena femoral).

Alat tersebut terbuat dari nitinol dan dilapisi dacron yang elastis dan bentuknya dapat mengikuti kateter. Setelah mencapai posisi tempat kebocoran di sekat serambi jantung, alat tersebut dikembangkan kemudian dilepas untuk menutup kebocoran ASD secara total sehingga menyatu dengan sekat bilik jantung. Selama proses tersebut si pasien dibius total, namun tidak membutuhkan transfusi darah. Begitu selesai, aliran darah di dalam jantung akan segera normal kembali.

Metode yang sama juga dilakukan untuk menutup kebocoran pada sekat bilik atau ventricular septal defect (VSD). Bahan terbaru yang digunakan untuk menambal kebocoran VSD adalah nikel-titanium. Setelah alat tersebut terpasang, tubuh pasien akan mengadaptasinya sehingga bisa terpakai seumur hidup.

Depresi Dan Sakit Jantung

Hubungan antara depresi dengan penyakit jantung memang ternyata berkaitan erat dalam hal ini. Berikut adalah penuturan dari Dr. M Yusuf Suseno S.JP FIHA seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang juga staf Kardiologi di Rumah Sakit Telogorejo Semarang seperti yag dilansir dari media surat kabar Suara Merdeka bahwasannya beberapa penelitian rata-rata menunjukkan bahwa depresi meningkatkan resiko terjadi penyakit jantung koroner yaitu antara 1,5 sampai dengan 2 kali lipat.

Bahkan dalam sebuah penelitian menghasilkan data yang cukup mengagetkan bahwa resiko kematian karena penyakit jantung meningkat sampai dengan 3,9 kali pada seseorang yang sedang mengalami dan menderita depresi dibandingkan dengan yang tidak mengidapnya. Kembali mengulas mengenai depresi seperti yang pernah dimuat dalam artikel mengenai Tanda gejala dan Penyebab Depresi tahun yang lalu.

Depresi adalah gangguan alam perasaan yang berat dan dimanifestasikan dengan gangguan fungsi sosial dan fungsi fisik yang hebat, lama dan menetap pada individu yang bersangkutan. Depresi adalah suatu jenis alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologik seperti halnya rasa susah, murung, sedih, putus asa dan tidak bahagia, serta komponen somatik seperti halnya : anoreksia, konstipasi, kulit lembab (rasa dingin), tekanan darah dan denyut nadi sedikit menurun. Demikian kurang lebih dari apa yang dimaksud dengan pengertian definisi depresi itu sendiri.

Hubungan Depresi Dan Penyakit Jantung Koroner

Depresi menyerang organ jantung melalui dua cara yaitu :
  • Pengaruh Depresi terhadap kehidupan sosial dan kebiasaan sehari-hari. Penderita depresi mudah terjebak dengan kebiasaan buruk merokok, dan rokok itu sendiri adalah merupakan salah satu penyebab penyakit jantung koroner. Pasien hipertensi (tekanan darah tinggi) yang mengalami gejala tanda depresi akan cenderung malas untuk minum obat. Penderita diabetes mellitus (Kencing Manis) tidak bisa mengontrol pola makan dan cenderung melupakan anjuran dokter dalam meminum obat secara teratur. Dan pada ujungnya penderita sakit jantung dengan depresi akan melupakan obat-obatan jantung yang seharusnya rutin untuk diminumnya.
  • Pengaruh Terhadap Tubuh. Depresi akan membuat kadar hormon kortisol meningkat, dan hal ini akan menyebabkan gangguan fungsi trombosit (Sel darah yang berfungsi dalam pembekuan darah). Perpaduan antara keduanya ini yaitu peningkatan kadar kortisol dan juga gangguan fungsi pembekuan sel darah akan memicu penyempitan pembuluh darah jantung. Akibat pengaruh depresi juga akan bisa menyebabkan dan meningkatkan resiko reaksi peradangan (infeksi) pada tubuh yang akhirnya akan bisa menjadi salah satu penyebab dan juga faktor resiko jantung koroner.
  • Menyebabkan terganggunya fungsi otonom tubuh. Fungsi otonom ini digambarkan lewat variabilitas denyut jantung. Pada orang normal, frekuensi denyut jantung yang rendah saat istirahat, kemampuan jantung untuk segera meningkatkan denyutnya saat beraktivitas dan secepatnya menurunkan frekuensi denyut setelah aktivitas berakhir, hal ini menunjukkan fungsi otonom tersebut masih baik. Depresi mengganggu pertahanan alamiah jantung. Akibatnya, jantung mudah mengalami gangguan irama, dan bisa mengakibatkan kematian mendadak.
Lalu bagaimana cara mencegah depresi ini terkait dengan penyakit jantung koroner. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam rangka pencegahan depresi yang berlarut-larut diantaranya yaitu dengan kita mengenali tanda gejala awal depresi.

Awal depresi bermula dari rasa sedih. Kita sebagai manusia normal tentunya mempunyai pengalaman kesedihan dalam perjalan kehidupan kita sehari-hari. Akan tetapi sedih bukan berarti depresi kan.

Terutama bila memang ada penyebab yang patut disedihkan, serta tidak berlarut-larut. Dan kesedihan seharusnya bisa dikurangi, meski sedikit demi sedikit, dengan dukungan atau simpati. Tapi bila sahabat tetap merasa sedih sampai berlarut-larut, maka patut mulai curiga pada diri sendiri.

Nafsu makan yang menurun dalam jangka waktu lama juga bisa menjadi gejala dari depresi. Tubuh mengurus, dan tiap saat merasa lesu dan mudah lelah. Sulit tidur, sulit konsentrasi dan berpikir.

Juga bila sahabat mulai kehilangan minat terhadap kegiatan yang dulunya bisa dinikmati, seperti halnya rutinitas pekerjaan di kantor, hubungan antara suami istri, hobi memancing misalnya, atau pun hanya dengan sekadar ngobrol dengan keluarga. Atau entah mengapa selalu ada perasaan bersalah dalam diri sendiri.

Tapi perlu diingat bahwasannya penyakit jantung tidak akan menunggu hingga gejala depresi menghebat. Salah satu sisi dari depresi, yakni hilang harapan alias putus asa, ternyata berhubungan dengan terjadinya kematian mendadak. Jadi ada baiknya sahabat untuk bisa banyak tersenyum, serta juga sekedar tertawa untuk menghilangkan kesedihan
.
Jika ternyata tetap kesedihan ini mengendap dan enggan menghilang pula, maka segeralah mencari pertolongan. Baik itu kepada orang tua, pasangan, sahabat, saudara dekat, pemuka agama, psikolog, yang mungkin bisa membantu dalam rangka penyelesaian masalah depresi yang sedang melanda.

Tetapi bila terus menghebat dan berkelanjutan, janganlah ragu dan segan untuk menghubungi dokter dan tenaga medis yang berkompeten dalam hal ini.

Suatu penelitian terhadap 5.007 wanita dan 2.889 pria menemukan bahwa wanita yang depresi memiliki risiko terkena penyakit jantung 73% lebih besar ketimbang wanita yang tidak depresi dan bahwa pria yang depresi berpeluang 71% lebih besar terkena penyakit jantung ketimbang pria yang tidak depresi.

Kendati risiko meninggal akibat penyakit jantung terhadap wanita yang depresi tidak meningkat, pria yang depresi memiliki peluang 2,3 kali lebih besar untuk meninggal akibat penyakit ini ketimbang pria yang tidak depresi.

Penelitian lain menunjukkan bahwa depresi yang bekepanjangan adalah predikotor kuat bagi terjadinya serangan jantung untuk kedua kali.

Amy Thompson, salah seorang perawat jantung senior di British Heart Foundation mengatakan bahwa olahraga teratur serta mengkonsumsi makanan sehat dan tidak berlebih-lebihan dalam menyantap makanan, dapat membantu sahabat dalam menghindari resiko ini. Dan agar depresi tidak mendatangi sahabat.

Ternyata melaksanakan ibadah secara rutin dan teratur setiap hari serta mendekatkan diri pada Tuhan, merupakan obat yang ampuh dalam menghindari munculnya depresi.

Pemicu Resiko Penyakit Jantung

Pencegahan penyakit jantung memang semestinya sudah dapat dilakukan mulai semenjak bayi masih dalam kandungan ibu hamil. Karena memang potensi resiko penyakit jantung bayi termasuk tinggi karena terdapat 1 dari 100 bayi yang bisa mempunyai resiko untuk terkena akan gangguan kesehatan jantung ini.

Fenomena penyakit jantung pada anak sepertinya halnya fenomena gunung es. Hal ini disebabkan salah satunya adalah karena minimnya masyarakat yang bisa mengakses fasilitas kesehatan atau pun karena masalah ekonomi dan pembiayaan serta juga tingkat pengetahuan serta juga pendidikan.

Untuk itu bagi para orang tua juga harus berhati-hati bila mempunyai anak dengan obesitas kegemukan yang berlebihan atau pun kelebihan berat badan. Para peneliti dari School of Medicine University of North Carolina menemukan tanda-tanda penyakit jantung di masa depan pada anak-anak obesitas.

Menurut penelitian itu, anak-anak obesitas memiliki tingkat protein C-reactive yang lebih tinggi, tanda peradangan, dan risiko penyakit jantung. Anak-anak obesitas usia enam dan sembilan tahun juga memiliki tingkat yang lebih tinggi dari dua tanda-tanda peradangan lainnya.

Kegemukan Dan Hubungan Dengan Penyakit Jantung

Berikut adalah pemaparan yang disampaikan oleh dokter MA Sungkar, SpJP, Ketua Panitia Hari Jantung se-Dunia RSUP dr Kariadi Semarang (27/9/13) seperti dikutip oleh harian suara merdeka. Sejak dini penyakit jantung yang merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia ini dilakukan dengan melindungi anak dari paparan jahat lingkungan. Seperti halnya asupan makanan dan pola pergaulan.

Dalam pola makan anak, harus menghindari dari makanan cepat saji, sementara dalam bergaul anak harus diajak berolahraga yang tentunya bisa disiasati dengan permainan olahraga anak. Untuk itu juga perlu untuk dikenalkan dengan memilih jajanan sehat anak. Kalau belum bisa menghentikan makanan cepat saji pada anak, minimal dikurangi terlebih dahulu. Nanti anak akan bisa cepat gemuk lalu obesitas yang beresiko terkena penyakit jantung". Demikian penuturan Dr. MA Sungkar selanjutnya.

Upaya pencegahan lainnya adalah bisa dengan melalui kesehatan ibu yang sedang mengandung terutama pada awal kehamilan trimester pertama (I). Untuk itu pentingnya dalam rangka Menjaga Kesehatan Ibu Hamil itu sendiri.

Kesehatan ibu hamil pada masa-masa awal kehamilan adalah juga merupakan bagaian dari proses pembentukan organ jantung dan juga organ-organ penting lainnya. Sehingga dengan terjaganya kesehatan ibu hamil maka diharapkan juga proses pembentukan organ penting janin akan berjalan dengan baik dan sehat pula.

Berikut juga penuturan dari Dokter Agus Priyatna, Sp A(K) terkait dengan hubungan obesitas dan penyakit jantung pada anak ini. Resiko jantung koroner pada bayi yang prematur sangat besar, sehingga selama mengandung diperhatikan pula akan kesehatan ibu hamil dan juga kesehatan janin yang ada dan tumbuh dalam rahimnya.

"Obesitas pada anak banyak menimbulkan penyakit-penyakit mulai dari gangguan pembuluh darah. Pemerintah sudah mulai menanggung penyakit jantung pada warga kurang mampu. Jika tidak berhasil mencegah, maka biaya pengobatan penyakit jantung pada anak akan bisa ditekan." kata dr. Agus .

Pencegahan penyakit jantung koroner dan juga khususnya mencegah penyakit jantung ini adalah merupakan tema perayaan di RSUP dr. Kariadi Semarang pada tahun 2013 ini. Pemeriksaan kesehatan jantung di RSUP dr. Kariadi juga sudah lengkap dengan fasilitas alat-alat pemeriksaan kesehatan jantung yang lengkap dengan ditunjang oleh tenaga medis dan tenaga paramedis yang sudah terampil dan kompeten dalam bidang pemeriksaan jantung ini.

Serangan Jantung Dan Olahraga

Penyakit jantung begitu banyak macamnya. Dan dari sekian banyak jenis penyakit jantung maka menurut WHO tahun 2011 penyakit jantung koroner adalah merupakan penyebab kematian no 1 di Indonesia.

Angka kematian penyakit jantung koroner dengan jumlah kematian terhitung sebesar 243.048 jiwa atau pun menyumbangkan sekitar 17,05% dari total kematian yang ada. Dengan angka harapan hidup rata-rata di Indonesia adalah 71.1% per tahun yang terbagi untuk pria adalah 68,5 tahun sedangkan pada wanita 73,7 tahun.

Untuk itulah kita harus berhati-hati akan serangan jantung ini.

Mengetahui akan beberapa jenis faktor resiko penyakit jantung memang diperlukan. Karena dengan mengenali faktor resiko dan penyebab penyakit jantung maka kita akan bisa melakukan berbagai hal sebagai upaya dalam melakukan pencegahan akan penyakit jantung itu sendiri.

Termasuk dalam hal bagaimana cara mencegah jantung koroner itu sendiri.

Diantara faktor resiko penyakit jantung yaitu kebiasaan merokok, Tekanan darah tinggi (hipertensi), faktor keturunan, diabetes melitus (DM), kolesterol dan stressor yang berlebihan bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit jantung koroner ini.

Serangan Jantung Dan Olahraga

Ketika banyak pendapat dan asumsi publik yang berkaitan dengan pencegahan penyakit jantung ini adalah salah satunya dengan melakukan olahraga secara rutin. Karena memang salah satu upaya kiat dan tips dalam hal mencegah penyakit jantung koroner ini adalah dengan cara berolahraga secara teratur.

Karena banyak manfaat olahraga itu sendiri bagi kesehatan tubuh kita. Mengenai hubungan olahraga dengan serangan jantung ini berikut adalah pernyataan yang dikutip dari Dr. Reginald Liew seorang Dokter Spesialis Jantung dari Rumah Sakit Mount Elisabeth Singapura mengenai pendapat dan asumsi publik tersebut.

"Seseorang yang rajin berolahraga bisa saja terkena serangan jantung jika yang bersangkutan telah mempunyai bibit penyakit arteria koroner dan tidak menyadari akan hal itu. Beberapa orang dengan penyakit tersebut bisa saja mengalami serangan jantung jika mereka lebih mengerahkan diri atau tidak melakukan pemanasan atau pun pendinginan secara bertahap. Orang lain yang tidak berolahraga secara teratur, kemungkinan mengalami serangan jantung jika mereka terlibat dalam aktifitas yang berat yang mendadak semacam berjalan jauh dan tidak terbiasa akan hal tersebut."
Olahragawan muda di bawah 30 tahun bisa mati mendadak selama melakukan aktifitas olahraga. Dalam hal ini karena penyakit otot jantung. Masalah ritme jantung bawaan maupun akibat dari kelainan sambungan listrik pada jantung atau pun kelainan anatomi dari pembuluh darah arteri koroner."
Untuk itu ada beberapa jenis olahraga yang dianjurkan untuk para penderita penyakit jantung. Olahraga tersebut contohnya adalah berenang, berjalan, dan juga jogging.

Hanya saja semuanya ini dilakukan secara bertahap setelah selesai dari pemulihan pengobatan dan perawatan penyakit jantung tersebut dan atas rekomendasi dari dokter yang bersangkutan. Tetapi yang perlu diingat adalah olahraga yang melibatkan aktifitas jantung secara mendadak mulai dan juga berhenti seperti sepak bola adalah merupakan bentuk olahraga yang dilarang / tidak dianjurkan bagi penderita jantung.

Terlepas dari hal it, manfaat olahraga untuk kesehatan jantung juga banyak. Karena olahraga termasuk dalam bagian pola hidup sehat yang harus dijalankan dalam rangka menjaga kesehatan dan mempertahankan kebugaran tubuh kita sendiri.

Hanya saja harus diperhatikan mengenai olahraga apa saja yang sehat untuk para pasien jantung dan olahraga yang tidak boleh dilakukan oleh pasien jantung harus dimengerti dan dipahami dengan baik pula.

Tanda gejala serangan jantung diantaranya yaitu sakit nyeri dada berlangsung sekitar 15-20 menit. Dan bisa lebih dari waktu tersebut dan tidak hilang dengan istirahat atau pun pemberian obat ISDN contohnya.

Rasa tertekan (serasa ditimpa beban, sakit, terjepit dan terbakar) yang menyebabkan sesak napas dan tercekik di leher. Bisa berupa tanda dengan timbulnya keringat dingin, tubuh lemah, jantung berdebar dan bahkan bisa sampai terjadi pingsan.

Pertolongan pertama ketika terjadi serangan jantung pada seseorang atau pun pertolongan yang bisa kita berikan ketika suatu saat menemukan orang yang mengalami serangan jantung adalah memeriksa kesadaran orang tersebut.

Selanjutnya tindakan berikutnya adalah dengan melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR). Bahasa mudahnya adalah resusitasi jantung paru. Itu bila kita mempunyai pengetahuan dan ketrampilan mengenai bantuan hidup dasar (BHD) ini. Atapun RJP (Resusitasi Jantung Paru).

Bila memang tidak memungkinkan maka penderita harus segera dilarikan ke Rumah Sakit yang terdekat untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan yang lebih baik lagi. Karena segala hal yang berkaitan dengan serangan jantung maka kita harus asumsikan bahwa hal tersebut sangat berbahaya dan harus mendapatkan pertolongan medis secepatnya.

Karena dalam dunia medis mengenai penanganan akut miokard infark ini waktu (detik, menit) berharga dan sangat menentukan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Tanda Serangan Jantung

Tanda Serangan Jantung - Sebuah pengalaman berharga dan tak akan pernah terlupakan dalam sepanjang hidup saya telah terjadi kurang lebih 14 hari yang lalu. Sehari-hari bekerja dalam unit pelayanan jantung dan merawat pasien-pasien jantung tak akan pernah menyangka bahwasannya ayahanda sendiri mengalami salah satu jenis penyakit yang paling mematikan dalam dunia kesehatan yaitu serangan jantung.

Serangan jantung atau dalam istilah medisnya adalah infark miokard akut (AMI) pernah juga ditulis dalam blog keperawatan ini. Bila sahabat ingin mengetahui lebih lanjut mengenai miokard infark sahabat bisa membacanya di Akut Miokard Infark.

Ada beberapa faktor resiko serangan jantung koroner yang bisa kita kenali sehingga kita bisa mencegahnya. Beberapa faktor resiko jantung koroner diantaranya yaitu adanya penyakit hipertensi, adanya peningkatan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga dan juga penyakit Diabetes Melitus.

Dari beberapa resiko jantung koroner di atas, ayah saya alhamdulillah tidak memiliki satu hal pun dari hal tersebut di atas, hanya saja yang kurang adalah kadar kolesterol baik (HDL) ayah yang kurang dan kekurangan kolesterol baik juga termasuk dalam dislipidemia. Dan ternyata dislipidemia adalah juga salah satu faktor resiko terjadinya penyakit jantung koroner ini.

Tanda Gejala Serangan Jantung

Jadi walaupun keluarga kita atau pun kita sendiri tidak memiliki faktor-faktor resiko di atas, kita juga harus tetap hati-hati terhadap tanda gejala serangan jantung. Ada beberapa hal yang bisa menjadi pertanda dan juga gejala seseorang akan atau bahkan telah terserang jantung koroner dan tanda jantung koroner diantaranya yaitu :
  1. Rasa tertekan (serasa ditimpa beban, sakit, terjepit dan terbakar) yang menyebabkan sesak napas dan tercekik di leher. Dan yang dirasakan ayah ketika serangan terjadi adalah rasa seperti diiris-iris pisau jantungnya. Karena memang sensasi nyeri dada pada serangan jantung berbeda-beda pada tiap orangnya.
  2. Rasa Nyeri Dada dan sakit dada ini bisa berlangsung sekitar 15-20 menit. Dan yang terjadi pada ayah adalah nyeri dada berlangsung lama bahkan sampai berjam-jam rasa sakit dadanya. Sampai pada pemeriksaan laboratorium darah kadar CKMB ayah adalah 635 sedangkan kadar normalnya adalah sekitar 20-25 saja.
  3. Timbul keringat dingin, tubuh lemah, jantung berdebar dan bahkan hingga pingsan. an yang terjadi pada ayah saya adalah keringat dingin yang terus menerus sampai baju basah kuyup oleh keringat dingin walaupun sudah berganti 3 kali baju dan ketika serangan jantung terjadi ayah sempat pingsan sampai di bawa ke UGD dan masuk dalam perawatan intensif ICU Rumah Sakit.
  4. Rasa nyeri dada pada infark miokard akut bisa berkurang ketika sedang beristirahat dan akan bertambah berat ketika melakukan aktifitas bahkan walau hanya aktifitas ringan saja.
  5. Mual (rasa tidak enak pada perut), muntah. Dan inipun yang terjadi pada ayah. Rasa mual yang berlebihan bahkan sampai muntah beberapa kali.
Itulah sahabat-sahabat semuanya sedikit mengenai tanda serangan jantung bila menimpa seseorang dan hal tersebut benar-benar dialami ayah saya. Untuk itulah kita harus benar-benar hati-hati dan mewaspadai akan jantung koroner ini karena bila tidak segera tertangani dengan baik akan bisa menimbulkan kematian.

Alhamdulillah setelah melalui tahap perawatan di ruang intensif ICCU pada hari kamis kemarin tanggal 8 November 2012 ayah telah melaksanakan prosedur pemeriksaan jantung invasif yaitu kateterisasi jantung dan hasil dari pemeriksaan kateterisasi jantung tersebut ayah memang diharuskan di pasang cincin atau stent jantung.

Bagi sahabat yang ingin mengetahui apa itu cincin jantung dan juga prosedur tindakan dalam pasang stent jantung ini bisa membacanya di PCI dan juga pemasangan cincin jantung.

Kepada sahabat-sahabat mohon bantuan doanya demi lancarnya pelaksanaan pemasangan cincin jantung ayah saya ini sebagai salah satu cara terapi dan pengobatan pada pasien-pasien dengan serangan jantung /infark miokard akut.

Dan semoga pengalaman yang saya rasakan ini tidak akan terjadi pada sahabat-sahabat semuanya dan kita harus bisa menjaga kesehatan kita termasuk kesehatan jantung kita sendiri sebelum semuanya bisa terlambat nantinya.

Jenis Aritmia Jantung

Jenis Aritmia Jantung - Jenis Macam Aritmia Jantung Setelah kemarin Blog Keperawatan membahas sedikit mengenai gangguan listrik jantung aritmia maka pada kesempatan kali ini kita akan mencoba berbagi sedikit mengenai berbagai macam jenis aritmia jantung dan semoga hal ini bisa berguna serta bisa memberikan manfaat bagi kita semua.

Gangguan listrik jantung atau dalam istilah medis dikenal dengan istilah Aritmia / Disritmia adalah suatu keadaan dimana impuls listrik yang mengkoordinasikan denyut jantung seseorang tidak berfungsi dengan baik, sehingga dapat menyebabkan denyut jantung terlalu cepat (disebut takiaritmia jika denyut jantung > 100/menit), terlalu lambat (disebut bradiaritmia jika denyut jantung < 60x/menit) atau bahkan denyut jantung yang tidak teratur (irregular). Itu adalah pengertian aritmia jantung menurut penjelasan di atas.

Ada juga pengertian dan maksud dari aritmia disritmia jantung ini adalah variasi-variasi diluar irama normal jantung. Kelainannya irama jantung ini bisa berhubungan dengan kecepatan, keteraturan, atau tempat asal impuls atau urutan aktivasi dari listrik jantung itu sendiri yang tergambarkan dari perekaman EKG. Untuk bisa mengetahui akan aritmia ini kita juga perlu mengetahui bagaimana cara membaca EKG normal sehingga dengan mengetahui gambaran EKG yang normal maka kita bisa mengetahui pula akan jenis aritmia yang tidaklah sedikit jumlahnya itu.

Jenis Macam Aritmia Disritmia Jantung

Untuk membaca EKG kita harus mengetahui akan dasar-dasar EKG dan pembacaan EKG itu sendiri. Pembacaan EKG normal terdiri dari :
  1. Irama : ukur jarak R-R, teratur atau tidak.
  2. Frekuensi (HR) : dapat dipergunakan 3 cara berikut. : A.300 dibagi jumlah kotak besar jarak R-R. B. 1500 dibagi jumlah kotak kecil jarak R-R. C. Bila jarak R-R tidak teratur : dalam 30 kotak besar (6 detik) hitung jumlah QRS-nya, lalu kalikan 10.
  3. Gelombang P: normal, ada atau tidak, dan apakah selalu diikuti kompleks QRS.
  4. Interval P-R : normalnya, 0,12-0,20 detik, dan apakah jaraknya memanjang atau tidak.
  5. Gelombang QRS: normalnya, 0,06-0,12 detik.
Macam disritmia ini dibedakan dari asalnya dan ini terbagi dari beberapa macam sumber aritmia. Sumber aritmia dibedakan menjadi :
  • Aritmia yang bersumber dari Nodus SA (SA Node)
  • Aritmia yang bersumber dari Atrium.
  • Aritmia yang bersumber dari Nodus AV. (AV Node)
  • Aritmia yang bersumber dari Ventrikel.
  • Aritmia yang bersumber dari Supraventrikel.
Dari berbagai macam sumber dan asal disritmia tadi di atas bisa dibekana kembali menjadi jenis aritmia jantung dan bisa dibedakan menjadi :
A. Jenis aritmia yang berasal dari nodus SA, yaitu :
  1. Bradikardia Sinus
  2. Takikardia Sinus
  3. Sinus Arrest
  4. Blok Sinoatrial
  5. Aritmia Sinus
  6. SSS (sick sinus syndrome)
B. Jenis aritmia yang berasal dari Atrium.
  1. Extrasystole Atrial/Kompleks Atrial Premature
  2. WAP (wandering atrial pacemaker)
  3. Takikardia Atrial
  4. AF (atrial fibrilasi)
  5. AFL (atrial flatter)
  6. SVT (supraventrikel takikardia
  7. SVES (supraventrikel takikardia)
C. Jenis disritmia yang berasal dari Nodus AV.
  1. Juctional bradikardia
  2. Juctional takikardia
  3. Juctional Extrasystole
  4. Juctional acceleration
  5. D. Jenis aritmia yang berasal dari Ventrikel. Hampir sebagian besar aritmia, yang berasal dari ventrikel memiliki resiko/potensi mengancam jiwa pada pasien yang memiliki kelainan jantung. Dan ada beberapa jenis aritmia ini yang membutuhka resusitasi jantung. Bagi sahabat yang ingin membaca lebih lanjut mengenai resusitasi jantung bisa membacanya di sini hal berkaitan dengan gawat darurat
  6. VES (ventrikel extrasystole)/PVC (premature ventrikel compleks) dan meliputi : VES bigemini, VES trigemini, VES quadrigemini, VES multifokal, VES consecutive, VES RonT
  7. Acceleration Idiovetrikular
  8. VT (ventrikel takikardia) terbagi : monomorfik dan polimorfik Dan ini juga membutuhkan akan fase resusitasi jantung
  9. VF (ventrikel fibrilasi) dan hal ini membutuhkan akan resusitasi jantung RJP
  10. Asistole dan asistole ini jelas membutuhkan penatalaksanaan resusitasi jantung RJP
  11. Torsade de pointes
  12. PEA (pulseless electrical activity)
E. Jenis aritmia yang berasal dari Supraventrikel. Aritmia macam ini ada yang membutuhkan pemasangan pacu jantung sementara (TPM) Temporary Pace Maker. Dan ada yang membutuhkan pemasangan pacu jantung permanen (PPM) Permanen pace Maker.
  1. AV Blok derajat 1
  2. AV Blok derajat 2 type Mobitz 1 / Wenchebach
  3. AV Blok derajat 2 type Mobitz 2
  4. AV Blok derajat 3 at Total AV Block
Demikian tadi sahabat-sahabat Blog Keperawatan mengenai mengenal akan berbagai jenis dan masalah penyakit aritmia jantung dan semoga hal tersebut bisa memberikan kita manfaat

Gangguan Listrik Jantung Disritmia

Gangguan Listrik Jantung Disritmia - Gangguan Listrik Jantung Disritmia Aritmia Dalam kesehatan jantung dan dunia medis khususnya istilah disritmia / aritmia ini banyak ditemui.

Karena gangguan listrik jantung adalah salah satu kelainan hantaran listrik jantung dan hal ini terlihat jelas dalam pembacaan EKG. Kali ini Blog keperawatan akan mencoba share sedikit mengenai berbagai macam jenis gangguan listrik jantung yang tentunya hal ini tak boleh dibiarkan begitu saja bila terjadi pada diri kita dan kita segera memeriksakannya ke tempat pelayanan kesehatan atau pun kepada tenaga kesehatan.

Gangguan listrik jantung atau dalam istilah medis dikenal dengan istilah Aritmia / Disritmia adalah suatu keadaan dimana impuls listrik yang mengkoordinasikan denyut jantung seseorang tidak berfungsi dengan baik, sehingga dapat menyebabkan denyut jantung terlalu cepat (disebut takiaritmia jika denyut jantung > 100/menit), terlalu lambat (disebut bradiaritmia jika denyut jantung < 60x/menit) atau bahkan denyut jantung yang tidak teratur (irregular). Itu adalah pengertian aritmia jantung menurut penjelasan di atas.

Gangguan Listrik Jantung Disritmia / Aritmia

Ada berbagai macam hal yang bisa menyebabkan terjadinya aritmia ini. Aritmia jantung terjadi ketika impuls listrik di jantung yang berperan dalam mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik. Gangguan listrik jantung ini bisa berasal dari sumber listrik jantung yaitu SA node, bisa juga pada penghantaran listrik jantung, bisa juga bersumber pada AV node. Penyebab aritmia bisa karena hal berikut ini :
  1. Gangguan atau jenis penyakit tertentu misalnya adalah jaringan parut pada jantung, kardiomiopati, arteri koroner,Hipertensi / tekanan darah tinggi, diabetes, hipertiroid, obesitas, bisa juga disebabkankondisi jantung yang lemah dan rusak pasca serangan jantung.
  2. Faktor Psikologis seperti halnya stress. Hal ini bisa kita rsakan bila kita dalam keadaan stress atau pun tegang maka denyut jantung kita cenderung meningkat dan lebih dari normal. Bila denyut jantung lebih dari 100X permenit disebut dengan takikardi / takiaritmia.
  3. Penyalahgunaan obat-obatan jenis narkoba.
  4. Banyak mengkonsumsi alkohol atau kafein.
Kita bisa mengenali akan gangguan pada penghantaran listrik jantung ini dengan berbagai tanda gejala aritmia. Tidak setiap orang yang mengalami disritmia akan mengalami dan juga merasakan tanda dan gejalanya. Pada sebagian pasien terkadang dijumpai tanda gejala disritmia seperti halnya berikut ini :
  • Jantung berdebar
  • Detak jantung cepat (takikardia) atau melambat (bradikardia)
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Pingsan
  • Mudah lelah
Setelah kita bisa mengenali akan beberapa tanda-tanda aritmia ini tentunya kita bisa mencegah terjadinya aritmia ini. Cara termudahnya adalah dengan menghindari apa-apa yang bisa menyebabkan terjadinya aritmia ini dan cara pencegahan aritmia adalah dengan :
  1. Menerapkan pola hidup sehat.
  2. Banyak mengkonsumsi makanan yang sehat bagi jantung seperti halnya diet rendah lemak, perbanyak sayur dan buah-buahan. Simak pula akan diet yang baik bagi para penderita kolesterol tinggi di sini diet sehat untuk kolesterol tinggi.
  3. Meningkatkan dan membiasakan diri untuk berolahraga secara teratur dalam tiap minggunya.
  4. Hindari faktor pemicu timbulnya stressor pada diri kita.
  5. Menghindari penggunaan alkohol.
  6. Hindari dan kurangi pula akan pemberian obat-obatan yang dapat menstimulasi jantung anda seperti obat-obat untuk flu dan penahan rasa sakit (analgetik) secara berlebihan.
Demikian sahabat-sahabat semuanya mengenai mengenal akan gangguan listrik jantung atau dalam istilah medisnya dan istilah kedokterannya adalah dengan nama aritmia atau pun disritmia. Dan semoga dengan kita mengenal akan aritmia jantung ini bisa bermanfaat dan memberikan manfaat bagi kita semuanya.

Tanda Jantung Tidak Sehat

Tanda Jantung Tidak Sehat - Tanda Gejala Jantung Tidak Sehat Bagi kita kebanyakan orang hidup sehat dan juga hidup dengan jantung sehat adalah dambaan serta juga impian. Tentunya juga kita tidak ingin sakit datang menghampiri kita semuanya, walaupun sebagai manusia yang normal maka setiap manusia akan mengalami suatu fase keadaan tidak sehat atau pun kena sakit. Karena sakit juga tidak memandang kepada siapa akan datang dan juga menghinggapi seseorang.

Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing beberapa kriteria jantung yang tidak sehat yang bisa kita kenali dengan tanda gejala jantung tidak sehat yang bisa terlihat dari tampilan fisik atau pun keluhan penderita jantung yang tidak sehat. Seperti yang pernah juga diposting di sini yaitu mengenai gejala penyakit jantung maka kita juga perlu waspada bila ada tanda-tanda jantung yang tidak sehat ini terjadi pada keluarga kita atau pun sahabat-sahabat kita dan juga orang-orang terdekat kita.

Pengetahuan terhadap kondisi jantung apakah sehat atau sakit, sangat diperlukan dalam dalam kehidupan seseorang. Karena jantung sehat adalah kunci kesehatan semua orang. Dan sebaliknya, jantung yang sakit sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan nyawa seseorang. Untuk itulah kita perlu untuk mensyukuri nikmat sehat yang telah Allah anugerahkan kepada kita dengan menjaga kesehatan jantung kita masing-masing.

Tanda Jantung Tidak Sehat

Langsung saja kedalam topik pembahasan kita saat ini yaitu mengenal tanda jantung tidak sehat. Tanda-tanda jantung tidak sehat bisa kita kenali melalui anamnese yaitu dengan keluhan yang dirasakan oleh seseorang ketika merasakan jantungnya tidak sehat. Bisa juga melalui tanda yang ditampakkan pada badan ataupun tubuh seseorang itu seperti halnya misal dengan keringat dingin. Walaupun keringat dingin tidak selalu menandakan seseorang terkena penyakit jantung.

Tanda jantung tidak sehat bisa berupa keluhan seperti halnya :
  1. Rasa tidak nyaman di dada (nyeri dada). Rasa tidak nyaman di dada ini dalam dunia medis seringkali disebut dengan angina pektoris. Meski tidak semua orang mengalaminya, namun rasa tidak enak atau sakit dada adalah tanda umum penyakit jantung. Rasa sakitnya memang tidak terlalu berat tapi terjadi rutin. Rasa sakit itu relatif sedang dan sering hilang muncul. Pemeriksaan perekaman EKG akan bisa lebih spesifik membuktikan dan menggambarkan apakah rasa tidak enak di dada atau sakit dada tersebut benar berasal dari jantung atau tidak.
  2. Tanda Gejala Pada Saluran Pencernaan. Tanda-tanda saluran pencernaan ini seperti halnya mual dan juga sensasi rasa perih di perut bagian atas. Gejala gangguan pencernaan parah dan mual bisa menjadi tanda awal serangan jantung atau myocardial infarction , terutama pada perempuan. Dalam satu studi diketahui perempuan 2 kali lebih mungkin mengalami muntah, mual dan gangguan pencernaan selama beberapa bulan menjelang serangan jantung dibanding laki-laki. Kondisi ini terjadi karena sumbatan lemak di arteri akan mengurangi suplai darah ke jantung yang biasanya terjadi di dada kadang bisa muncul di perut. Hal ini tergantung pada bagian mana dari jantung yang mengalami gangguan sehingga ia mengirimkan sinyal rasa sakit di bagian tubuh yang lebih rendah dari dada.
  3. Keluhan seperti halnya pusing, sesak nafas, atau bahkan sampai pingsan. Journal of the American Heart Association melaporkan lebih dari 40 persen perempuan melaporkan sering kali mengalami sesak napas dihari-hari sebelum serangan jantung dan keluhan sakit jantung tersebut. Sesak nafas, pusing ini karena disebabkan adanya penurunan suplai oksigen dari jantung yang menuju ke otak dan juga ke jantung sendiri yang mempunyai fungsi untuk memompa. Bila fungsi jantung alam hal memompa darah ini berkurang tentunya efek yang dirasakan adalah sesak nafas salah satunya. Selain itu juga karena adanya plak aterosklerosis yang menumpuk akan membuat jantung sulit mendapatkan oksigen yang cukup, sehingga kadang seseorang merasa sakit saat harus menarik napas dalam-dalam. Biasanya terjadi lebih mendadak dan akan hilang saat beristirahat.
Demikian tadi sahabat-sahabat semuanya mengenai beberapa tanda jantung tidak sehat yang bisa kita ketahui dan satu hal yang perlu digarisbawahi adalah tidak selalu tanda di atas adalah pasti sakit jantung karena hal itu membutuhkan pemeriksaan kesehatan jantung yang lebih lengkap lagi oleh tenaga-tenaga kesehatan yang berkompeten tentunya.

Makanan Sehat Penurun Kolesterol

Makanan Sehat Penurun Kolesterol - Makanan Dan Buah Penurun Kolesterol Kita mengetahui bahsawasannya kolesterol khususnya kolesterol jahat / Low-Density Lipoprotein (LDL) adalah momok bagi para penderita penyakit jantung dan juga stroke.

Karena resiko penyakit jantung dan juga stroke salah satunya adalah peningkatan kadar kolestrol jahat dalam darah. Bagi sahabat yang ingin mengetahui akan lebih lanjut mengenai kolestrol jahat bisa membacanya di mengenal kolesterol jahat /LDL.

Lawan dari kolesterol jahat ini adalah kolestrol yang bermanfaat bagi tubuh kita yaitu high density lipoprotein (HDL). HDL merupakan jenis kolesterol yang justru bermanfaat bagi tubuh salah satu fungsi dan manfaat kolesterol baik ini adalah bekerja membersihkan dan melancarkan aliran darah.

Tingginya angka kematian di Indonesia akibat penyakit jantung koroner yang mencapai 26% dimana pembuluh darah koroner mengalami penyempitan akibat kolesterol jahat Low-Density Lipoprotein (LDL) yang mengendap.

Kolesterol LDL yang lebih dikenal dengan kolesterol jahat yang berlebihan ini akan menumpuk di dalam pembuluh darah dan dapat mengakibatkan penyakit kardiovaskular, seperti PJK (Penyakit Jantung Koroner) dan juga bisa menyebabkan penyakit infak miokard akut (AMI) dan stroke, bahkan kematian mendadak.

Dan ada jenis pemeriksaan jantung yang bisa mendeteksi adanya jantung koroner ini yaitu Pemeriksaan Kateterisasi Jantung.

Makanan Penurun Kolesterol

Berikut beberapa jenis makanan penurun kolesterol yang bisa kita konsumsi dan juga buah penurun kolesterol jahat yang tentunya kita juga perlu konsultasikan dulu kepada tenaga kesehatan yang berkompeten dan dalam hal ini adalah dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah (Sp.JP) sehingga kita bisa memperoleh informasinya mengenai kesehatan dari sang ahlinya juga.

Janis makanan buah penurun kolestrol diantaranya yaitu :
  1. Berbagai jenis kacang-kacangan. Janis kacang-kacangan ini seperti halnya almond, kenari dan kacang jenis lainnya menurut penelitian memakan beberapa kenari setiap hari dapat menurunkan kolesterol dalam darah kurang lebih sebanyak 27 persen. Menurut lembaga pengawasan obat dan makanan AS (FDA), memakan sekitar segenggam (42,5 gram) kacang almond, hazelnut, kacang tanah, pecan, kacang pinus, kacang pistachio dan walnut, dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Kandungan lemak Omega-3 dan antioksidan pada kacang-kacangan bekerja untuk merehabilitasi kerusakan arteri yang disebabkan oleh lemak jenuh. Sehingga makanan ini adalah salah satu pilihan untuk bisa menurunkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah kita.
  2. Buah Tomat. Buah tomat ini juga bisa membantu dalam menurunkan kolesterol. Paling tidak dengan kita meminum 2 gelas tomat atau pun kita bisa membikinnya dengan jus tomat maka akan bisa menurunkan kolesterol yang ada dalam darah terutama adalah kolesterol jahat.
  3. Buah Strawberry. Buah strowberry ini banyak mengandung pektin, sejenis serat larut yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat. Sebuah studi menemukan bahwa suplementasi jantung yang sehat dengan diet strowberi memiliki hasil sama dengan diet gandum untuk jantung sehat.
  4. Berbagai Jenis Ikan. Khususnya lagi adalah ikan laut. Mengganti konsumsi daging dengan ikan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Ini lantaran daging mengandung lemak jenuh yang berperan meningkatkan kadar kolesterol jahat. Sedangkan ikan jenis tertentu, seperti salmon, sarden dan tuna kaya asam lemak omega 3, yang berperan menurunkan trigliserida. Dan ini pun kita harus mengubah pola makan kita dengan pola hidup sehat. karena kebanyakan masyarakat kita lebih menyukai makan daging daripada makan ikan. Padahal kandungan ikan lebih banyak bermanfaat untuk kesehatan kita. Seperti yang tengah gencar digalakkan pemerintah kita khususnya kementrian kelautan untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan laut dalam hal ini adalah berbagai macam jenis ikan.
  5. Buah Apel. Kandungan yang terdapat pada satu buah apel berukuran sedang mengandung sekitar 4 gram serat larut yang membantu menurunkan kolesterol jahat, atau sekitar 17 persen dari asupan yang direkomendasikan untuk menu harian. Hal ini dalam pengertian bahwasannya mengkonsumsi sebuah apel dalam satu hari akan bisa membantu dalam hal menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung.
  6. Bawang Putih. Bawang putih ini banyak mempunyai efek yang positif dan baik pada kolesterol jahat tentunya dalam rangka menjaga kolesterol baik. Banyak uji klinis telah melihat peran dan manfaat bawang putih pada penyakit jantung, terutama dengan menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida. American Dietetic Association menyarankan agar mendapatkan manfaat kesehatan bawang putih, kita harus mengonsumsi 600 – 900 mg (sekitar 1 siung segar) per hari. Dan bawang putih ini pun adalah salah satu bumbu masakan yang selalu ada dalam menu keseharian kita juga dan kita mengenal dalam kehidupan kita sehari-hari.
  7. Berbagai Macam Sayuran Hijau. Sayuran hijau banyak terdapat dalam negara kita Indonesia yang tercinta ini. Sayuran hijau ini banyak mengandung vitamin B kompleks dan niasin yang mencegah pembekuan arteri dan pembekuan arteri ini juga yang bisa memicu terjadinya penyakit jantung koroner dan juga stroke. Contoh sayuran hijau yang banyak diantaranya yaitu : bayam, seledri, kapri, brokoli, sawi hijau dan lain-lain.
  8. Kedelai.Seperti halnya mengkonsumsi ikan, mengkonsumsi kedelai akan memperbesar kemungkinan makan sedikit daging. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2010 menemukan bahwasannya konsumsi sumber protein nabati ini dapat dan bisa membantu menurunkan 8-10 persen dari kadar kolesterol dalam tubuh. Dan hal ini penting bagi kesehatan jantung kita sendiri.
Demikian tadi sahabat-sahabat semuanya mengenai berbagai jenis makanan buah sehat yang bisa menurunkan kolesterol jahat dalam darah kita. Dan tentunya kita juga harus mengetahui berapa kadar kolesterol yang normal dan berapa kadar kolesterol yang berlebih.

Hal ini akan diposting lain waktu mengenai kadar kolesterol yang baik dan normal sehingga dengan hal tersebut kita bisa mendeteksi bahwa kolesterol kita berlebihan dan berbahaya bagi kesehatan kita semuanya. Dan semoga pula hal ini bisa membantu dan memberikan manfaat terutama dalam hal menjaga kesehatan jantung kita.

Tanda Gejala Penyakit Jantung

Tanda Gejala Penyakit Jantung - Tanda Gejala Awal Penyakit Jantung Jantung dalam tubuh kita secara umum dan dimengerti masyarakat umum berfungsi sebagai pompa. Dan juga merupakan salah satu organ penting dalam tubuh kita. Pengertian Jantung adalah sebuah organ penting yang berfungsi sebagai pompa yang memiliki empat bilik. Dua bilik yang terletak di atas disebut Atrium, dan dua yang lainnya di bawah disebut dengan Ventrikel. Jantung juga dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kanan yang bertugas memompa darah ke paru-paru, dan bagian kiri yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh manusia. Atrium dan ventrikel ini masing-masing akan dipisahkan oleh sebuah katup, sedangkan sisi kanan dan kiri jantung akan dipisahkan oleh sebuah sekat yang dinamakan dengan septum.

Kalau kita peduli akan kesehatan jantung kita tentunya kita juga harus mengetahui akan tanda awal sakit jantung yang seringkali dianggap bukan keluhan penyakit jantung. Tanda-tanda penyakit jantung atau khususnya mengenai pembuluh darah koroner maka tanda geljala serta keluhan pembuluh arteri koroner terhambat atau pun menyempit sebenarnya berbeda-beda tiap orang. Untuk itu tiap orang sebaiknya tahu gejala apa saja yang mengindikasikan penyakit jantung, karena suatu gejala bisa saja berbeda dari yang lain.

Tanda Gejala Penyakit Jantung

Berikut adalah beberapa tanda penyakit jantung yang perlu kita waspadai dan perlu untuk diperiksakan kepada tempat pelayanan kesehatan yang tersedia :
  1. Rasa Tidak Nyaman Di Dada. Rasa tidak nyaman di dada ini dalam dunia medis seringkali disebut dengan angina pektoris. Meski tidak semua orang mengalaminya, namun rasa tidak enak atau sakit di dada adalah tanda umum penyakit jantung. Rasa sakitnya memang tidak terlalu berat tapi terjadi rutin. Rasa sakit itu relatif sedang dan sering hilang muncul. Pemeriksaan EKG akan bisa spesifik membuktikan apakah rasa tidak enak di dada atau sakit dada tersebut benar berasal dari jantung atau tidak. Ada jua pemeriksaan invasif yang bisa sangat menguatkan penegakan diagnosa sakit jantung ini adalah dengan pemeriksaan Kateterisasi Jantung atau pun Coronary Angiography.
  2. Rasa Tidak Nyaman Pada tubuh Bagian Atas. Rasa sakit / tidak enak pada bagian atas tubuh ini bisa dipersepsikan sebagai rasa sakit, berat dan tidak nyaman di daerah punggung, leher, lengan, pinggul, bahu, siku, rahang, tenggorokan hingga daun telinga juga berhubungan dengan penyakit jantung. Tapi tentu saja rasa tidak nyaman di daerah itu belum tentu juga penyakit jantung. Makanya juga diperlukan beberapa jenis pemeriksaan jantung yang lebih lengkap lagi untuk menegakkan diagnosa sakit jantung. Bisa juga beberapa Pemeriksaan Jantung Invasif yang bisa dilakukan.
  3. Tanda Gejala Pada Saluran Perncernaan. Ada hubungan yang sangat erat antara masalah pencernaan dengan jantung. Ketika kita sering merasa sakit perut dan mual-mual tanpa sebab yang jelas, bisa jadi itu pertanda ada masalah di jantung. karena bila memang ada serangan jantung (infark miokard) pada bagian inferior maka gejalanya seringkali ada pada pencernaan karena memang berdekatan dengan organ pencernaan tersebut. Ketika serangan jantung (myocardial infarction) berlangsung, otot-otot jantung akan mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Dan tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak dapat mengalami regenerasi. Karena itu semakin lama serangannya dan tidak segera ditangani, maka semakin banyak juga kerusakan permanen pada otot-otot jantung dan bahkan jika terus dibiarkan dapat mengalami kematian.
Tanda sakit jantung lainnya adalah Angina (chest pain) / nyeri dada dan juga aritmia. pengertian aritmia atau disritmia adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan kondisi berupa gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan palpitasi (denyut jantung yang abnormal).

Kedua hal tersebut di atas disebabkan kurangnya pasokan darah yang membawa oksigen ke otot jantung. Biasanya diikuti oleh gejala lain seperti pusing, letih yang berkepanjangan, mual, berkeringat dingin, dan sesak nafas. Gejala-gejala tersebut dapat menjadi peringatan awal akan resiko serangan jantung. Sayangnya, seringkali mereka yang mengalami gejala-gejala tersebut sering kali menganggapnya sebagai masuk angin biasa, inilah yang sering membuat pertolongan pertama pada tanda serangan jantung menjadi terlambat.

Untuk itulah sahabat-sahabat semuanya mengingat akan bahaya penyakit jantung yang bisa sangat mengancam kehidupan, mencegah atau mengurangi resiko penyakit jantung adalah cara yang terbaik untuk dalam rangka menjaga kesehatan kita khususnya adalah kesehatan jantung kita. Termasuk dalam hal mencegah penyakit jantung ini adalah dengan menjalankan pola hidup sehat, pola makan yang sehat dan juga menjalankan olahraga secara teratur.

Demikian tadi sahabat sedikit mengenai keluhan tanda sakit jantung yang biasa kita temukan pula pada pasien-pasien jantung, hanya saja yang perlu digarisbawahi juga bahwasannya tidak selalu orang yang mempunyai keluhan dan tanda gejala di atas langsung divonis penyakit jantung karena hal tersebut masih membutuhkan beberapa pemeriksaan yang lebih spesifik dan lebih lengkap lagi.

Macam Jenis Obat Jantung

Macam Jenis Obat Jantung - Macam Jenis dan Istilah Obat Jantung Bagi kita yang bertugas di bidang kesehatan pemberian obat adalah salah satu hal yang sudah menjadi kebiasaan serta pola rutinitas yang tiap hari dilaksanakan. Kepedulian akan prinsip benar obat pun sudah menjadi SOP yang harus dilaksanakan. Khususnya yang bekerja di perawatan unit jantung sudah tidak asing lagi dengan istilah obat untuk jenis gangguan jantung dan juga macamnya.

Macam Istilah Jenis Obat Jantung

Ada beberapa jenis obat macam obat jantung yang juga perlu diketahui berikut dengan istilah-istilah obat jantungnya. Gangguan jantung yang paling umum terjadi adalah angina, aritmia jantung, dan payah jantung. Nyeri Angina terjadi jika jantung tidak cukup menerima darah yang mengandung oksigen. Hal ini terjadi jika aliran darah yang melalui arteria koronaria terhambat, biasanya karena sumbatan yang melapisi bagian dalam arteri ini. Keadaan yang tak menyenangkan ini biasanya terjadi bila jantung harus bekerja lebih keras seperti misalnya pada kelelahan jasmani dan stress emosi.

Denyut jantung tak teratur juga gangguan irama jantung yang normal. Ada berbagai jenis aritmia jantung, yaitu fibrilasi, palpitasi, denyut prematur, dan paroksismal takhikardia (denyut jantung sangat cepat).

Berikut beberapa istilah jenis obat yang digunakan dalam memberikan pengobatan pada pasien jantung diantaranya yaitu :
  1. Obat Angina. Obat jantung dengan angina ini adalah obat yang diperuntukkan mengurangi nyeri angina / nyeri dada dengan cara memperbaiki pasokan darah dan oksigen ke jantung. Dan juga masuk dalam kategori obat Vasodilator ( Obat yang berkhasiat memperlebar pembuluh-pembuluh darah ). Contohnya adalah isosorbide dinitrat (ISDN).
  2. Antiaritmia. Obat ini menormalkan kembali denyut jantung yang tak teratur. Aritmia juga kadang disebut dengan disritmia (gangguan listrik jantung sehingga bisa menyebabkan denyut jantung yang tidak normal atau tidak teratur).
  3. Diuretika. Pemberian 0bat jenis diuretika ini berfungsi untuk menghilangkan kelebihan cairan tubuh dan sering digunakan untuk mengobati gagal jantung dengan kombinasi obat lainnya. Contohnya adalah obat lasix atau furosemide.
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai istilah-istilah pemberian obat jantung dan juga istilah jenis obat jantung yang seringkali diberikan kepada pasien-pasien jantung, tentunya obat-obat dan jenis obat jantung di atas tadi disesuaikan dengan penyakit jantung yang sedang diderita oleh pasien. Pengetahuan akan istilah jenis-jenis obat juga perlu kita ketahui agar kita mengerti obat yang diberikan oleh Dokter dan juga fungsi kegunaan manfaat obat itu sendiri.



Prosedur PCI Jantung / Percutaneus Intervention

Penyebab Dan Indikasi Pasien Dipasang Cincin Balon Jantung ~ Penyakit jantung koroner adalah merupakan salah satu indikasi penyakit jantung yang bila telah diperiksa dengan jenis pemeriksaan jantung invasif yaitu kateterisasi jantung dan ditemukan adanya penyempitan pembuluh darah koroner maka intervensi selanjutnya adalah dengan melakukan metoda pemasangan cincin pada pembuluh darah koroner pasien yang bersangkutan.

PTCA (Percutaneus Transluminal Coronary Angioplasti) serta juga Percutaneus Coronary Intervention ( PCI ) yang disertai dengan pemasangan cincin jantung adalah merupakan suatu tindakan intervensi non bedah untuk membuka kembali pembuluh darah arteri koroner yang menyempit atau tersumbat dengan memasukkan balon atau stent melalui kateter yang dimaksukkan ke dalam lumen arteri melalui insisi kecil pada kulit.

Prosedur Pemasangan Cincin Balon Jantung

Penyempitan Pembuluh Darah Koroner Jantung


Penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah itu selain bisa menimbulkan serangan jantung, juga akan menimbulkan angina (nyeri pada dada) dan penyakit lain yang berhubungan dengan jantung. Serangan jantung dalam dunia kesehatan dikenal dengan istilah infark miokard akut (AMI) atau miokard infark.

Penyebab penyempitan pembuluh darah koroner jantung atau pun sumbatan pembuluh darah utama pada jantung ini adalah merupakan hasil dari proses bertahun-tahun peradangan kronis pembuluh darah koroner, yakni terbentuknya endapan di pembuluh darah yang disebut plak aterosklerosis. Proses ini awalnya berjalan diam-diam, tidak menimbulkan gejala klinis, sehingga seseorang tidak akan merasakan apa yang terjadi di dalam dinding pembuluh darahnya.

Serangan jantung atau angina merupakan puncak dari perjalanan panjang penumpukan plak. Jika ada faktor risiko penyakit jantung koroner lainnya, seperti merokok, kegemukan, kurang beraktivitas, atau ada riwayat keluarga, maka proses penumpukan plak lemak itu berkembang lebih cepat.

Penyakit Jantung Koroner (PJK)


Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit jantung yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner. Pembuluh darah koroner adalah pembuluh darah yang berfungsi menyuplai oksigen dan zat makanan ke otot jantung, pembuluh ini dapat menyempit akibat pertumbuhan plak sehingga diameter pembuluh darah tersebut berkurang sehingga pasokan darah ke otot jantung menjadi berkurang.

Sumbatan pada pembuluh darah akibat endapan lemak diketahui sebagai salah satu penyebab PJK. Saat ini tindakan minimum invasif untuk menanggulangi sumbatan pada pembuluh darah lebih direkomendasikan oleh para dokter. Inilah yang pada akhirnya banyak dilakukan tindakan pasang cincin di pembuluh darah koroner jantung dibandingkan dengan operasi bedah jantung (CABG).

Prosedur PTCA atau PCI


Tindakan pengobatan jantung koroner dengan menggunakan metoda ini adalah pertama dilakukan dengan menyuntikkan anestesi lokal ke pangkal lengan atau pangkal paha dalam. Setelah itu dokter spesialis jantung akan memasukkan selang kecil yang lentur (kateter) sebagai pemandu ke dalam tungkai atau lengan. Dibantu gambar pada monitor, dokter memandu kateter menuju arteri yang tersumbat atau menyempit dalam jantung.

Indikasi Pasien Dipasang Cincin Stent Jantung

Selanjutnya, kateter kedua yang lebih sempit dengan balon atau stent pada ujungnya dimasukkan melalui kateter pertama. Ketika ujung kateter kedua itu mencapai sumbatan di dalam arteri koroner, balon kemudian ditiupkan untuk memperlebar bagian yang menyempit.

Stent atau cincin yang dipasang di arteri terbuat dari jalinan tabung logam kecil yang akan bekerja sebagai penopang untuk menjaga agar pembuluh darah tetap terbuka. Diharapkan pelebaran ini bisa permanen. Dalam buku Mayo Clinic disebutkan keseluruhan prosedur pemasangan stent atau balonisasi berlangsung selama 30 menit sampai dua jam.

Persiapan pasien yang akan dilakukan pemasangan cincin atau balon jantung.
Persiapan-persiapan yang dilakukan sebelum tindakan PCI Jantung yaitu :
  • Pemeriksaan laboratorium darah .
  • Pemeriksaan EKG.
  • Uji latih beban (Treadmill).
  • Foto dada ( Rontgen Dada .)
  • Puasa makan 4 - 6 jam sebelum tindakan, minum obat seperti biasa.
  • Mendapat penjelasan tentang prosedur tindakan.
  • Diminta untuk menandatangi persetujuan tindakan (inform consent).
  • Dicukur pada daerah mana kateter akan dimasukkan.
  • Dipasang infus di lengan / tungkai kiri.
  • Minum Obat Platelet sesuai terapi dokter.
Perawatan pasien PCI PTCA Kateterisasi adalah sebagai berikut :
  1. Pasien diperbolehkan makan atau minum.
  2. Kaki area tindakan tidak boleh ditekuk selama 12 jam.
  3. Apabila tindakan dari lengan, 4 jam setelah tindakan tangan tidak boleh ditekuk atau untuk mengenggam.
  4. Dirawat di ruang ICCU selama 1 hari untuk pengawasan.
  5. Bila tidak ada komplikasi atau kelainan lainnya, pada keesokan harinya bisa diperbolehkan pulang.Jadi tindakan ini biasanya hanya 3 hari.Hari pertama masuk dan cek laborat lengkap, hari kedua tindakan dan hari ketiganya boleh diperbolahkan pulang.
Tindakan Intervensi pengobatan penyakit jantung koroner ini ini bisa pada pasien yang mengalami penyumbatan total kronis (chronics total occlusion/CTO) dan takut menjalani operasi, ada pilihan terapi pengobatan lain. Gambaran singkatnya adalah tindakan non bedah ini adalah setelah lesi berhasil ditembus dan dibuka dengan menggunakan balon, kemudian pembuluh darah tersebut disanggah dengan menggunakan stent [kawat tipis]. Makanya di masyarakat umum dikenal dengan pemasangan cincin jantung.

Pemasangan Cincin Jantung

Pemasangan Cincin Jantung ~ Pengobatan penyakit jantung koroner salah satunya adalah dengan menggunakan metoda pasang cincin stent pada pembuluh darah arteri koroner jantung yang mengalami penyempitan maupun penyumbatan.

Pada umumnya derajat penyumbatan pembuluh darah koroner yang dipasang stent jantung ini adalah lebih dari 50%.Pada penderita penyakit jantung koroner yang telah dilakukan pemeriksaan diagnostik non invasif jantung seperti halnya Kateterisasi jantung.

Dan bila pada pemeriksaan diagnostik jantung ini didapatkan dan ditemukan adanya penyempitan pembuluh darah koroner maka tindakan selanjutnya adalah dengan dilakukan tindakan medis yang pada masyarakat umum lebih dikenal dengan istilah cincin jantung (stent jantung) ini.

Karena setelah melalui prosedur Kateterisasi Jantung dan didapatkan diagnostik Jantung Koroner dan adanya penyempitan pembuluh darah koroner maka akan dilakukan tindakan intervensi jantung lagi untuk pemasangan stent jantung ini yang dikenal dengan istilah percutaneus coronary intervention (PCI Jantung).

Kebanyakan masyarakat yang mengira jika penanganan penyakit jantung koroner hanya bisa dilakukan dengan tindakan operasi jantung saja. Namun dalam perkembangannya dewasa ini, untuk mengatasi sumbatan pada pembuluh darah jantung tidak selamanya melalui pembedahan. Salah satu metoda yang digunakan adalah tindakan invasif non bedah PCI Jantung.

Pemasangan Cincin Stent Balon Jantung

Pemasangan stent bisa dilakukan pada pembuluh darah jantung dengan sumbatan yang mencapai 100%. Namun, tidak semua sumbatan total tersebut dapat diatasi dan ditangani dengan pemasangan stent. Misalnya pada kondisi sumbatan pembuluh darah koroner yang mengalami pengapuran yang terlalu keras dan panjang yang biasa disebut dengan CTO Cronik Total Ocklusion dan juga bila penyempitannya di Left Main (pembuluh darah koroner jantung utama maka akan dilakukan operasi bedah jantung CABG atau dikenal dengan By Pass Coronary Arteriograft ( CAGB ) lebih dianjurkan.

Jenis Macam Cincin Jantung


Penggunaan stent cincin jantung ini harus juga disesuaikan dengan kebutuhan. Pemasangan ring jantung juga biasanya dilakukan dengan balon jantung. Balon jantung hanya untuk membuka penyempitan pada pembuluh darah koroner jantung setelah itu baru dilakukan pemasangan cincin jantung.

Bila penyumbatan koroner tersebut diderita oleh pasien yang tidak memiliki riwayat penyakit Diabetes Mellitus, maka dipasang stent yang biasa.

Akan tetapi bila sumbatan tersebut diderita pasien dengan mempunyai riwayat penyakit gula / DM maka akan disarankan penggunaan stent cincin jantung yang berlapis obat (eluted) atau dalam dunia medis dikenal dengan nama istilah DES ( Drug-Eluting Stent ). Pemasangan stent jantung berlapis obat ini dilakukan pada penyempitan pembuluh darah koroner yang panjang maupun penyumbatan total.

Tujuan Manfaat Pemasangan Cincin Jantung


Diharapkan dengan pemasangan ring stent jantung ini maka aliran darah arteri koroner yang mengalami penyumbatan ataupun penyempitan akan kembali normal sehingga pasien jantung koroner yang telah dipasang stent ini akan bisa beraktifitas seperti sedia kala sebelum sakit. Walaupun yang tidak kalah penting setelah pemasangan stent jantung ini adalah kembali dalam pola hidup sehat serta pola makan sehat kembali.

Demikian tadi sahabat yang sedikit mengenai tehnik pengobatan jantung koroner PJK dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat. Jadi sekarang kita tahu mengapa pasang stent jantung ini dilakukan pada pasien dengan jantung koroner.

Prosedur Kateterisasi Jantung

Kateterisasi Jantung. Pemeriksaan jantung invasif salah satunya adalah dengan melakukan tindakan kateterisasi jantung ini. Tindakan medis Angiografi Koroner / Kateterisasi Jantung ini sudah tersedia di Rumah Sakit yang besar dan juga rumah sakit yang memiliki laboratorium kateterisasi jantung dan juga mempunyai fasilitas yang seringkali di sebut dengan Cardiac Center ( Pusat Pelayanan Jantung Terpadu ).

Kateterisasi jantung adalah merupakan prosedur diagnostik untuk melihat kelainan jantung, meliputi dari kelainan anatomi jantung, penyempitan / sumbatan pembuluh darah koroner, gangguan fungsi jantung dan sebagainya. Demikian yang dimaksud dengan pengertian kateterisasi jantung / angiografi koroner.

kateterisasi jantung, angiografi koroner, pemeriksaan jantung invasif,

Dalam dua medis kita mengenal akan dua jenis angiografi koroner yaitu :
  1. Kateterisasi jantung koroner. Pemeriksaan jantung invasif ini mempunyai tujuan untuk pemeriksaan pembuluh darah koroner yang fungsi dari pembuluh darah koroner tersebut adalah untuk memperdarahi jantung. Biasanya pemeriksaan kateterisasi jantung ini seringkali dilakukan pada pasien dengan keluhan nyeri dada yang khas, Pasien UAP (Unstable Angina Pektoris), dan juga pasien jantung koroner.
  2. Penyadapan Jantung. Kateterisasi jantung jenis penyadapan jantung ini adalah jenis pemeriksaan jantung invasif yang bertujuan untuk mengetahui tekanan dan kandungan oksigen (saturasi) dalam ruang-ruang jantung. Biasanya dilakukan pada pasien yang menderita penyakit jantung bawaan seperti ASD, VSD dan sejenisnya.
Dalam setiap pelaksanaan diagnostik medis tentunya ada persiapan sebelumnya. Beberapa persiapan yang dilakukan sebelum dilakukan tindakan kateterisasi jantung ini adalah :
  1. Pemeriksaan laboratorium ( pemeriksaan darah ).
  2. Pemeriksaan perekaman EKG.
  3. Uji latih beban (Treadmill).
  4. Foto dada ( Rontgen Dada ).
  5. Puasa makan ( Tahan Makan )4 - 6 jam sebelum tindakan, minum obat seperti biasa.
  6. Mendapat penjelasan tentang prosedur tindakan kateterisasi jantung.
  7. Diminta untuk menandatangi persetujuan tindakan (inform consent)
  8. Dicukur pada daerah mana kateter akan dimasukkan.
  9. Dipasang infus di lengan / tungkai kiri.
Prosedur tindakan kateterisasi jantung. Bila orang yang awam tentunya belum mengerti akan tindakan kateterisasi jantung ini. Bahkan seringkali pasien yang akan dilakukan pemeriksaan angiografi koroner ini. Untuk itulah perlunya inform consent (persetujuan tindakan) dan juga penjelasan tindakan kateterisasi ini dari pihak medis kepada pasiennya.

Prosedur tindakan kateterisasi jantung ini adalah merupakan tindakan invsif jantung yang menggunakan anestesi lokal. Anestesi lokal ini diberikan pada daerah yang akan dilakukan penusukan kateter jantung tersebut. Tempat pembuluh darah yang dilakukan pada pemeriksaan angografi koroner ini adalah dilakukan di arteri radialis atau pun arteri femoralis.

Setelah anastesi lokal, dilakukan pemasangan selongsong (sheath) pada pembuluh darah di tangan atau kaki (arteri femoralis / arteri radialis) agar kateter dapat dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Dengan kateter khusus tersebut akan dimasukkan sampai ke jantung ataupun pembuluh koroner jantung, dan pasien tidak akan merasakan sakit. Setelah sampai pada pembuluh koroner jantung, maka zat kontras akan diinjeksikan ke dalam koroner jantung dan dilihat dengan menggunakan fluroskopi sinar x-ray. Tabung x-ray ini dapat dirubah pada berbagai posisi sehingga memberikan gambaran yang baik mengenai pembuluh koroner jantung.

Dari hasil pemeriksaan kateterisasi jantung ini maka akan ditemukan adakah penyempitan pembuluh darah koroner atau tidak. Bila dalam hasilnya ditemukan adanya penyumbatan atau pun penyempitan pembuluh darah maka ada tindakan selanjutnya apakah itu dengan pemasangan cincin jantung (stent jantung) atau tindakan operasi bedah jantung ( CABG ). Bila ditemukan hasil normal (normal koroner) tentunya tindakan selanjutnya seperti PCI dengan atau tanpa stent atau bahkan operasi bedah jantung tidak dilaksanakan. Bila sahabat ingin mengetahui akan prosedur pemasangan cincin jantung sahabat bisa membacanya disini PCI

Demikian tadi sahabat sedikit mengenai apa yang dimaksud dengan prosedur tindakan invasif jantung yang disebut dengan kateterisasi jantung dan semoga dengan hal ini bisa berguna serta dapat memberikan manfaat. Dan prosedur ini juga telah dilakukan ayah saya ketika setelah mendapatkan serangan jantung dan alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar. Untuk selanjutnya akan diposting mengenai keterisasi jantung ini ditinjau dari segi keperawatan yaitu mengenai askep kateterisasi jantung dan semoga bisa berguna serta bermanfaat.

EKG / Elektrokardiogram

EKG / Elektrokardiogram - Elektrokardiogram adalah suatu grafik yang dihasilkan oleh suatu elektrokardiograf. Alat ini merekam aktivitas listrik jantung pada waktu tertentu (pada saat pemeriksaan). Secara harafiah diartikan sebagai : elektro : berkaitan dengan elektronika, dan kardio : berasal dari bahasa Yunani yang artinya jantung, kemudian gram : berarti tulis / menulis. Analisis sejumlah gelombang dan vektor normal depolarisasi dan repolarisasi menghasilkan informasi diagnostik yang penting. EKG / Elektrokardiogram tidak menilai kontraktilitas jantung secara langsung, namun dapat memberikan indikasi menyeluruh atas naik-turunnya kontraktilitas jantung.

Dalam dunia medis alat EKG ini digunakan untuk mendiagnosis beberapa jenis penyakit, terutama yang berhubungan dengan jantung, karena EKG ini menggambarkan listrik jantung. Itulah sedikit mengenai pengertian EKG. Dalam penggunaannya membantu dalam menegakkan beberapa diagnosis dan diantaranya digunakan untuk :
  1. Merupakan standar emas untuk diagnosis aritmia jantung. Bila segera ditemukan arutmia jantung. maka diagnosis ditegakkan dengan segera dan terapi pun bisa diberikan dengan segera pula.
  2. EKG memandu tingkatan terapi dan risiko untuk pasien yang dicurigai ada infark otot jantung akut.Karena infark jantung yang dibiarkan terlalu lama akan meningkatkan angka kematian.
  3. EKG digunakan sebagai alat tapis penyakit jantung iskemik selama uji stres jantung atau tredmill.
  4. EKG digunakan untuk mendeteksi penyakit bukan jantung (mis. emboli paru atau hipotermia).Karena gambaran EKG pada emboli paru khas dan berbeda dengan kelainan aritmia.
  5. EKG membantu menemukan gangguan elektrolit (mis. hiperkalemia dan hipokalemia).
  6. EKG memungkinkan penemuan abnormalitas konduksi contohnya pada gambaran blok cabang berkas kanan dan kiri.(LBBH atau RBBH)
EKG ini terdiri dari berbagi bagian diantaranya yaitu :

  1. 4 (empat) buah sadapan ekstremitas, yaitu;Tangan kiri (LA).Tangan kanan (RA).Kaki kiri (LL).Kaki kanan (RL)
  2. 6 (enam) buah sadapan dada yaitu V1, V2, V3, V4, V5, V6
  3. Kabel sadapan yang terdiri dari 10 elektroda (4 buah unruk elektroda ekstremitas, dan 6 buahuntuk elektroda dada)
  4. Kertas grafik EKG

Sebuah elektrokardiograf khusus berjalan di atas kertas dengan kecepatan 25 mm/s, meskipun kecepatan yang di atas daripada itu sering digunakan. Setiap kotak kecil kertas EKG berukuran 1 mm². Dengan kecepatan 25 mm/s, 1 kotak kecil kertas EKG sama dengan 0,04 s (40 ms). 5 kotak kecil menyusun 1 kotak besar, yang sama dengan 0,20 s (200 ms). Karena itu, ada 5 kotak besar per detik. 12 sadapan EKG berkualitas diagnostik dikalibrasikan sebesar 10 mm/mV, jadi 1 mm sama dengan 0,1 mV. Sinyal “kalibrasi” harus dimasukkan dalam tiap rekaman. Sinyal standar 1 mV harus menggerakkan jarum 1 cm secara vertikal, yakni 2 kotak besar di kertas EKG.

Sadapan yang ada pada EKG memiliki 2 arti pada elektrokardiografi yaitu bisa merujuk ke kabel yang menghubungkan sebuah elektrode ke elektrokardiograf, atau ke gabungan elektrode yang membentuk garis khayalan pada badan di mana sinyal listrik diukur. Lalu, istilah benda sadap longgar menggunakan arti lama, sedangkan istilah 12 sadapan EKG menggunakan arti yang baru. Nyatanya, sebuah elektrokardiograf 12 sadapan biasanya hanya menggunakan 10 kabel/elektroda. Definisi terakhir sadapan inilah yang digunakan di sini.


Ada 2 jenis sadapan, yaitu unipolar dan bipolar. EKG lama memiliki elektrode tak berbeda di tengah segitiga Einthoven (yang bisa diserupakan dengan ‘netral’ stop kontak dinding) di potensial nol. Arah sadapan-sadapan ini berasal dari "tengah" jantung yang mengarah ke luar secara radial dan termasuk sadapan (dada) prekordial dan sadapan ekstremitas (VL, VR, dan VF). Sebaliknya, EKG baru memiliki kedua elektrode itu di beberapa potensial dan arah elektrode yang berhubungan berasal dari elektrode di potensial yang lebih rendah ke tinggi, mis., di sadapan ekstremitas I, arahnya dari kiri ke kanan, yang termasuk sadapan ekstremitas adalah I, II, dan III.

Sadapan Ekstremitas Pada EKG / Elektrokardiogram
Sadapan bipolar standar (I, II, dan III) merupakan sadapan asli yang dipilih oleh Einthoven untuk merekam potensial listrik pada bidang frontal. Elektroda-elektroda diletakkan pada lengan kiri ( LA = Left Arm), lengan kanan (RA = Right Arm), dan tungkai kiri (LL = Left Leg). Sifat kontak dengan kulit harus dibuat dengan melumuri kulit dengan gel elektroda. Sadapan LA, RS, dan LL kemudian dilekatkan pada elektroda masing-masing. Dengan memutar tombol pilihan pada alat perekam pada 1, 2, dan 3, akan terekam sadapan standar ( I, II, dan III).
Alat elektrokardiografi juga mempunyai elektroda, tungkai kanan (RL = Right Leg), dan sadapan yang bertindak sebagai “arde” (ground) dan tidak mempunyai peranan dalam pembentukan EKG.
Sadapan bipolar menyatakan selisih potensial listrik antara 2 tempat tertentu.
  • Hantaran I = Selisih potensial antara lengan kiri dan lengan kanan (LA-RA)
  • Hantaran II = Selisih potensial antara tungkai kiri dan lengan kanan (LL-RA)
  • Hantaran III = Selisih potensial antara tungkai kiri dan lengan kiri (LL-LA)
Sadapan Dasar
Sebuah elektrode tambahan (biasanya hijau) terdapat di EKG 4 dan 12 sadapan modern, yang disebut sebagai sadapan dasar yang menurut kesepakatan ditempatkan di kaki kiri, meski secara teoritis dapat ditempatkan di manapun pada tubuh.

Sadapan Prekordial yang benar adalah sebagai berikut :
  • Sadapan prekordial V1 (merah), V2 (kuning), V3 (hijau), V4 (coklat), V5 (hitam), dan V6 (ungu) ditempatkan secara langsung di dada. Karena terletak dekat jantung, 6 sadapan itu tak memerlukan augmentasi. Terminal sentral Wilson digunakan untuk elektrode negatif, dan sadapan-sadapan tersebut dianggap unipolar. Sadapan prekordial memandang aktivitas jantung di bidang horizontal. Sumbu kelistrikan jantung di bidang horizontal disebut sebagai sumbu Z.
  • Sadapan V1, V2, dan V3 disebut sebagai sadapan prekordial kanan sedangkan V4, V5, dan V6 disebut sebagai sadapan prekordial kiri.

Kompleks QRS negatif di sadapan V1 dan positif di sadapan V6. Kompleks QRS harus menunjukkan peralihan bertahap dari negatif ke positif antara sadapan V2 dan V4. Sadapan ekuifasik itu disebut sebagai sadapan transisi. Saat terjadi lebih awal daripada sadapan V3, peralihan ini disebut sebagai peralihan awal. Saat terjadi setelah sadapan V3, peralihan ini disebut sebagai peralihan akhir. Harus ada pertambahan bertahap pada amplitudo gelombang R antara sadapan V1 dan V4. Ini dikenal sebagai progresi gelombang R. Progresi gelombang R yang kecil bukanlah penemuan yang spesifik, karena dapat disebabkan oleh sejumlah abnormalitas konduksi, infark otot jantung, kardiomiopati, dan keadaan patologis lainnya.

Penempatan di Dada Pasien berada di :
  • Sadapan V1 ditempatkan di ruang intercostal IV di kanan sternum.
  • Sadapan V2 ditempatkan di ruang intercostal IV di kiri sternum.
  • Sadapan V3 ditempatkan di antara sadapan V2 dan V4.
  • Sadapan V4 ditempatkan di ruang intercostal V di linea (sekalipun detak apeks berpindah).
  • Sadapan V5 ditempatkan secara mendatar dengan V4 di linea axillaris anterior.
  • Sadapan V6 ditempatkan secara mendatar dengan V4 dan V5 di linea midaxillaris.
Dalam melakukan perekaman jantung seorang perawat harus memperhatikan hal-hal berikut untuk dapat menghasikan rekaman jantung yang baik :
  1. EKG sebaiknya direkam pada pasien yang berbaring di tempat tidur yang nyaman atau pada meja yang cukup lebar untuk menyokong seluruh tubuh. Pasien harus istirahat total untuk memastikan memperoleh gambar yang memuaskan. Hal ini paling baik dengan menjelaskan tindakan terlebih dahulu kepada pasien yang takut untuk menghilangkan ansietas. Gerakan atau kedutan otot oleh pasien dapat merubah rekaman.
  2. Kontak yang baik harus terjadi antara kulit dan elektroda. Kontak yang jelek dapat mengakibatkan rekaman suboptimal.
  3. Alat elektrokardiografi harus distandarisasi dengan cermat sehingga 1 milivolt (mV) akan menimbulkan defleksi 1 cm. Standarisasi yang salah akan menimbulkan kompleks voltase yang tidak akurat, yang dapat menimbulkan kesalahan penilaian.
  4. Pasien dan alat harus di arde dengan baik untuk menghindari gangguan arus bolak-balik.
  5. Setiap peralatan elektronik yang kontak dengan pasien, misalnya pompa infus intravena yang diatur secara elektrik dapat menimbulkan artefak pada EKG.
Irama Normal Pada Hasil Perekaman EKG :
Rekaman EKG biasanya dibuat pada kertas yang berjalan dengan kecepatan standard 25mm / detik dan defleksi 10mm sesua dengan potensial 1mV
Gambaran EKG normal menunjukkan bentuk dasar sebagai berikut :
  • Gelombang P : Gelombang ini pada umumnya berukuran kecil dan merupakan hasil depolarisasi atrium kanan dan kiri.
  • Segmen PR : Segmen ini merupakan garis iso-elektrik yang menghubungkan antara gelombang P dengan dengan Kompleks QRS
  • Kompleks QRS : Kompleks QRS merupakan suatu kelompok gelombang yang merupakan hasil depolarisasi ventrikel kanan dan kiri.Kompleks QRS pada umumnya terdiri dari gelombagn Q yang merupakan gelombang defleksi negatif pertama, gelombang R yang merupakan gelombang defleksi positif pertama, dan gelombang S yang merupakan gelombang defleksi negatif pertama setelah gelombang R.
  • Segmen ST : Segmen ini merupakan garis iso-elektrik yang menghubungkan kompleks QRS dengan gelombang T
  • Gelombang T : Gelombang T merupakan pontesial repolarisasi dari ventrikel kiri dan kanan
  • Gelombang U : Gelombang ini berukuran kecil dan sering tidak ada. Asal gelombang ini masih belum jelas
Dalam menuliskan hasil perekaman EKG normal berisikan hal berikut :
  1. Frekuensi (heart rate)
  2. Irama jantung (Rhyme)
  3. Sumbu jantung (Axis)
  4. Ada / tidaknya tanda tanda hipertrofi (pada atrium / ventrikel)
  5. Ada / tidaknya tanda tanda kelainan miokard (iskhemi / injuri infark)
  6. Ada / tidaknya tanda tanda akibat gangguan lain (efek obat-obatan , gangguan keseimbangan elektrolit, gangguan fungsi pacu jantung )

Rujukan Artikel :
  1. Buku Panduan Kursus Bantuan Hidup Jantung Lanjult(BHJL). ACLS Indonesia. PERKI : 2010
  2. Dharma S. Pedoman Praktis Interpretasi EKG. Jakarta : EGC. 2010
  3. Wikipedia. Elektrokardiogram : http://id.wikipedia.org/wiki/Elektrokardiogram
  4. http://www.ecglibrary.com